Banten

Niat Zakat Fitrah untuk Bayi Baru Lahir, Wajib Bayar Seperti Orang Dewasa?

Andi Syafriadi | 29 Maret 2025, 11:14 WIB
Niat Zakat Fitrah untuk Bayi Baru Lahir, Wajib Bayar Seperti Orang Dewasa?

AKURAT BANTEN - Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus dibayarkan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri.

Tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, zakat fitrah juga wajib ditunaikan untuk bayi yang baru lahir.

Baca Juga: Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah dan Cara Menghitungnya untuk Meningkatkan Pahala Ramadhan

Namun, ada beberapa aturan khusus yang perlu diperhatikan terkait pembayaran zakat fitrah untuk bayi. Berikut adalah panduan lengkapnya.

Zakat fitrah wajib dibayarkan pada bulan Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri.

Jika zakat fitrah tidak ditunaikan sebelum shalat, maka dianggap sebagai sedekah biasa dan tidak memenuhi kewajiban zakat fitrah. Oleh karena itu, penting untuk membayar zakat fitrah tepat waktu agar ibadah ini sah.

Zakat Fitrah Bayi Baru Lahir

Bayi yang lahir sebelum matahari terbenam pada malam Idulfitri wajib dibayarkan zakat fitrahnya.

Sebaliknya, jika bayi lahir setelah matahari terbenam, maka tidak ada kewajiban zakat fitrah untuknya pada tahun tersebut.

Tanggung jawab membayar zakat fitrah untuk bayi baru lahir berada di tangan orang tua atau wali yang menanggung kebutuhan hidupnya.

Jika bayi memiliki harta sendiri (misalnya warisan atau hibah), maka zakat fitrah bisa dibayarkan dari harta tersebut.

Baca Juga: Warga Banten Bayar Zakat Fitrah Berapa kg Beras? Ingat Juga Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga dan Diri Sendiri

Namun, dalam kebanyakan kasus, bayi tidak memiliki harta sendiri, sehingga zakat fitrah dibayarkan oleh orang tua atau walinya.

Jumlah zakat fitrah untuk bayi sama dengan zakat fitrah untuk orang dewasa, yaitu sebesar satu saa' dari makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah setempat.

Di Indonesia, satu saa' setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras, gandum, atau bahan makanan pokok lainnya. Jika ingin membayar zakat fitrah dalam bentuk uang, maka jumlahnya disesuaikan dengan harga makanan pokok yang berlaku di daerah masing-masing.

Zakat fitrah bisa dibayarkan dalam dua bentuk:

Baca Juga: Hikmah Membayar Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan, Bisa Bersihkan Jiwa dari Dosa!

- Memberikan beras atau makanan pokok lain kepada fakir miskin sesuai jumlah yang ditentukan.

- Membayar zakat dalam bentuk uang senilai harga makanan pokok yang berlaku di daerah setempat.

Metode pembayaran ini dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal atau mengikuti fatwa dari lembaga zakat yang terpercaya.

Zakat fitrah harus diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, yaitu delapan golongan yang disebut dalam Al-Qur'an (Surah At-Taubah: 60).

Namun, yang paling utama adalah memberikannya kepada fakir miskin yang berada di sekitar lingkungan kita.

Zakat fitrah juga bisa disalurkan melalui lembaga amil zakat resmi agar distribusinya lebih teratur dan merata kepada mereka yang membutuhkan.

Zakat fitrah untuk bayi baru lahir adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh orang tua atau wali.

Bayi yang lahir sebelum malam Idulfitri wajib dibayarkan zakat fitrahnya, sedangkan yang lahir setelahnya tidak memiliki kewajiban zakat fitrah pada tahun itu.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri, Keluarga, Dan Orang Lain

Besaran zakat fitrah untuk bayi sama seperti orang dewasa, yaitu setara dengan 2,5 kg beras atau nilai uang yang sesuai.

Dengan memahami aturan zakat fitrah untuk bayi baru lahir, para orang tua bisa menjalankan kewajiban ini dengan baik dan memastikan zakat sampai kepada mereka yang berhak menerima.

Semoga kita semua dapat menunaikan zakat fitrah dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.