Mengenal 17 Gedung Bersejarah di Kota Rangkasbitung Lewat Kegiatan Telusur Jejak Kota dan Sejarah
Diana Aslamiyyah | 26 September 2023, 11:20 WIB

AKURAT BANTEN – Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah VIII (BPK) Banten melaksanakan kegiatan telusur jejak kota dan sejarah yang dinamakan indies pedestrian.
Kegiatan berlangsung di Museum Multatuli Alun-Alun kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (26/9/2023)
Ketua panitia kegiatan, Ginandar mengatakan, kegiatan digelar guna memperkenalkan sejarah dan keindahan bangunan cagar budaya peninggalan zaman penjajahan kolonialisme di Kota Rangkasbitung.
Sasarannya adalah anak anak muda. Hal itu agar bisa memahami dan mengetahui tentang bangunan bersejarah tersebut.
“Kegiatan dilaksanakan sehari penuh dengan rangkaian acara yang cukup padat,” kata Ginandar.
Adapun rangkaian kegiatan, ialah telusur Kota Rangkasbitung, diskusi sejarah, sharing informasi dan ditutup dengan bermalam di museum Multatuli.
“Para peserta diajak untuk menelusuri jalan protokol di Kota Rangkasbitung, sembari diperkenalkan mengenai sejarah bangunan yang berada di sekitaran jalan tersebut,” katanya.
17 Gedung bersejarah
Total bangunan yang masuk dalam rute kegiatan indies pedestrian ini berjumlah 17 gedung bersejarah. Gedung-gedung bersejarah tersebut diantaranya:
- Eks Kewedanaan Rangkasbitung
- Kantor DPRD Kabupaten Lebak
- Rumah dinas Bupati Lebak
- Eks rumah dinas Asisten Residen
- Holland Inlandsche School jadi SMPN 1 Rangkasbitung
- Gereja Santa Maria tak bernoda Gereja -Kristen Pasundan
- Eks rumah pegawai PJKA
- Gedung Pasturan
- Eks fabricken mix oil
- Kantor PLN Rayon Rangkasbitung
- Eks rumah Raden Demang Sastrawiguna
- Rumah dinas Kapolres Lebak
- Rumah Soetadisastra
- Water Toren Rangkasbitung
- Eks kantor Pengadilan Negeri Rangkasbitung
- Kewadanaan Rangkasbitung
“Para peserta selain kami ajak untuk menelusuri bangunan bersejarah. Merka juga dibekali literatur dan bahan informasi mengenai sejarah gedung-gedung itu,” katanya.
Sementara itu, Teguh Setiawan selaku pemerhati sejarah mengatakan, bahwa kegiatan indies pedestrian ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengenalkan sejarah bangunan cagar budaya yang ada di Kota Rangkasbitung.
“Saya mengapresisasi positif kegiatan indies pedestrian ini, konsep kegiatannya sangat bagus dan kreatif,” ucapnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!





