Program Unggulan Polres dan Pemkab Pandeglang, Narkoba Jadi Target Pencegahan Utama

AKURAT BANTEN - Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang, membuat kesepakatan dengan pemerintah kabupaten setempat, dalam melakukan penanganan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Jum'at (11/8) di Pendopo Pandeglang.
Empat program tersebut, yakni kampung bebas narkoba, lomba problem solving, babinkamtibmas terbaik, dan lomba manajemen citra media, sebagai pilot project adalah Kelurahan Juhut Kecamatan Karangtanjung.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan bahwa ia mengapresiasi langkah polres pandeglang dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Pandeglang.
"Banyak kegiatan yang menginspirasi kami dari jajaran Polres Pandeglang yang sangat cepat tanggap dalam penanganan setiap kasus dan persoalan disini," kata Irna kepada Akurat Banten.
Baca Juga: Waduh, Dugaan Pelecehan Seksual Dibawah Umur Kembali Terjadi di Pandeglang
Irna menjelaskan bahwa beberapa pekan lalu Polres Pandeglang, berhasil menggagalkan penyelundupan pupuk bersubsidi. Kemudian, selain mengamankan mafia pupuk, polres juga mengamankan ratusan kenalpot brong.
"Tni dan Polri sangat nyata dalam membuat sebuah program untuk kamtibmas, semoga ini dapat dilaksanakan di semua desa dan kelurahan," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi saat ini sangat miris. Sebab, penyebarluasan narkotika dan obat - obatan (narkoba) sudah hampir di setiap daerah ada.
"Hari ini kita menandatangani Memorandum off understanding (Mou) dengan Jajaran. polres Pandeglang. Saya harap masyarakat kami dijauhkan dari narkoba. Karena, narkoba ini merupakan ancaman yang besar yang harus diantisipasi," ujarnya.
Baca Juga: Pembangunan Ternak Ayam Boiler di Lebak Diprotes Warga, Tapi Didukung Lurah dan Camat
Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah mengatakan penyebarluasan narkoba saat ini sangat masif. Bahkan, para pengedar sudah menentukan titik koordinat dalam melakukan transaksi narkoba.
"Mereka sulit kita antisipasi, sekarang modusnya di titik koordinat jadi yang tertangkap hanya barangnya saja," katanya.
Dengan adanya MOU ini, ia berharap penyebaran narkoba dan modus yang dilakukan oleh pelaku bisa diantisipasi.
"Dengan bantuan masyarakat, baik kelurahan dan kecamatan sangat mendukung sehingga setiap kasus bisa terungkap," ujarnya.
Sementara Lurah Juhut M Syahrul mengatakan, dengan menjadi projek desa bebas narkoba pihaknya akan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar daerahnya bebas dari peredaran narkoba.
"Kita akan ajak kerjasama RT, RW, tokoh masyarakat dan linmas untuk bersama - sama mengantisipasi, dengan kerjasama ini pelaku akan tergambarkan," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!




