Banten

5 Ramalan Gus Dur Jadi Kenyataan dari Jokowi hingga Prabowo, Publik Merinding!

Abdurahman | 4 September 2025, 13:37 WIB
5 Ramalan Gus Dur  Jadi Kenyataan dari Jokowi hingga Prabowo, Publik Merinding!

AKURAT BANTEN – KH Abdurrahman Wahid, adalah Presiden Indonesia ke-4, atau yang akrab disapa Gus Dur, kembali menjadi sorotan hangat di jagat maya.

Bukan tanpa alasan, publik kini ramai memperbincangkan 'ramalan' dan ucapan-ucapan beliau yang kini terbukti menjadi kenyataan, menggemparkan banyak pihak.

Sejumlah kutipan ucapan Presiden Indonesia ke-4 tersebut yang kini beresonansi kuat dengan kondisi politik Tanah Air. Dari sosok Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), seolah tak ada yang luput dari pandangan jauh ke depan sang guru bangsa ini.

Baca Juga: Lapas Kelas IIA Serang Hidupkan Nilai Keimanan Lewat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

1. Jokowi Jadi Presiden: Sebuah Prediksi yang Terbukti

Salah satu ucapan Gus Dur yang paling mencolok adalah prediksinya tentang Jokowi yang bisa menjadi presiden.

Momen tak terlupakan itu terjadi pada Januari 2006, saat Gus Dur mampir ke Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, untuk berdialog dengan sejumlah tokoh.

"Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Wali Kota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden," ucap Gus Dur kala itu.

Baca Juga: Tradisi Ngarak Perahu Muludan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Kota Tangerang

Kutipan ini kini menjadi bukti nyata, mengingat perjalanan karier politik Jokowi yang luar biasa, dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode memimpin Indonesia. Namun Gus Dur tak mengatakan jika setelah jadi presiden akan membawa banyak kontroversi atau bencana bagi Indonesia.

2. Prabowo Subianto: Presiden Ketika Sudah Tua

Tak kalah mengejutkan, Gus Dur juga pernah 'meramalkan' bahwa Prabowo Subianto kelak akan menjadi Presiden Indonesia ketika sudah tua.

'Ramalan' ini kembali menjadi buah bibir setelah Prabowo Subianto resmi dilantik menjadi Presiden RI pada Oktober 2024.

Baca Juga: 7 Drama Korea Terbaru yang Siap Menggemparkan September 2025: Wajib Masuk Daftar Tontonanmu!

Irfan Yusuf, salah seorang kerabat Gus Dur, pernah menuturkan kembali ucapan tersebut saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur.

"Pak Prabowo nanti jadi presiden, kalau udah tua," kenangnya mengulang kata-kata Gus Dur. Sebuah 'ramalan' yang kini menjadi fakta sejarah. Ia pun tak mengatakan jika Prabowo akan mewarisi hutang negara yang menggunung, warisan Jokowi.

3. Kejatuhan Soeharto: Prediksi di Tengah Pembicaraan Serius

Ucapan Gus Dur lainnya yang terbukti kebenarannya adalah terkait dengan lengsernya Presiden Soeharto.

Baca Juga: Yogyakarta Tetap Jadi Magnet Wisatawan, Hotel Panen Berkah di Tengah Gejolak Unjuk Rasa

Pada tahun 1997, Gus Dur tengah berbincang santai bersama para pengurus NU, membahas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk isu politik dan ekonomi yang sedang memanas.

Namun, di tengah keseriusan diskusi, Gus Dur tiba-tiba memotong pembicaraan dengan lugas. "Tidak perlu membicarakan banyak masalah, karena sebentar lagi Pak Harto akan jatuh," ujarnya.

Sebuah pernyataan berani yang kala itu mungkin terdengar mustahil, namun sejarah mencatat kebenarannya.

Baca Juga: Viral Ajakan Bakar Mabes Polri, Seorang Pegawai Kontrak Lembaga Internasional Ditangkap

4. Ahok Memimpin Jakarta: Sebuah Visi Politik Jauh ke Depan

Bukti lain dari ketajaman pandangan Gus Dur adalah terkait majunya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan ini diucapkan kembali oleh Ahok sendiri saat Gus Dur hadir di Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada tahun 2013 silam.

Gus Dur memang dikenal memiliki insting politik yang luar biasa, mampu melihat potensi kepemimpinan di luar kebiasaan.

Baca Juga: Menanti Uluran Himbara, Koperasi Merah Putih Samarinda Hadapi Dilema Modal

5. Prediksi Sebelum Wafat: Sebuah Misteri yang Tetap Hidup

Terakhir, dan mungkin yang paling misterius, adalah pernyataan Gus Dur yang diyakini menjadi kenyataan oleh publik sebelum beliau meninggal dunia.

Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 WIB, setelah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit.

Meskipun tidak ada kutipan spesifik yang disebutkan secara luas, keyakinan publik akan 'ramalan' terakhirnya ini menambah aura karismatik yang tak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Lonjakan Konsumen BBM Nonsubsidi Sentuh 1,4 Juta KL, ESDM: Efek QR Code Pertalite

Kumpulan 'ramalan' dan ucapan Gus Dur yang kini menjadi kenyataan ini tidak hanya menunjukkan ketajaman analisis dan intuisi beliau, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai tokoh yang jauh melampaui zamannya.

Hingga kini, pemikiran dan kata-kata Gus Dur terus relevan, menjadi inspirasi sekaligus pengingat akan kebesaran sosok yang pernah memimpin bangsa ini (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
A