OPINI: Ini Hanya Analisa Politik Orang Dusun, Jangan di Anggap Serius Ya!

AKURAT BANTEN - Suhu politik saat ini memang lagi panas-panasnya, sama seperti cuaca yang ga karuan, kadang panas kadang adem, Kalo kata Aki Bakonih sih tergantung manusianya dan kebutuhannya saat ini. Dalam pergolakan politik tanpa menggunakan fisik artinya hanya koar-koar doang atau cuma adu bacot yang sangat mudah dibaca, apalagi seseorang yang memiliki profesi sebagai seorang politikus tentu sangat pandai melihat akhirnya seperti apa, tapi bagi masyarakat bawah atau hanya sebagai partisan saja akan sangat sulit.
Seperti kita ketahui ada tiga Paslon Capres dan Cawapres yang secara resmi telah mendaftar ke KPU untuk berlaga pada kontestasi Pemilu 2024, Dan bagi yang terpilih akan menjadi Presiden dan Wakil presiden untuk periode 2024-2029.
Baca Juga: Fatwa Baru MUI: Wajib Dukung Palestina, Haram Beli Produk Suatu Negara Yang Dukung Agresi Israel
Nah, ketiga calon ini telah di usung oleh partai pendukung masing-masing, Mungkin hanya Anies Baswedan yang tidak datang dari kader partai langsung, Karena Anies datang dari seorang Akademisi (Dosen), Nasdem bukannya tidak mempunyai kader partai yang layak untuk di Capreskan, tapi mereka lebih sportif dalam memilih SDM yang pantas memimpin negeri ini, Menilik jejak digital Anies dari keseluruhan hasil kerjanya selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dirasa sangat pantas untuk di usung menjadi pemimpin negeri ini.
Para pengamat menilai Anies akan mendapatkan tantangan yang luar biasa dalam menjalankan amanah dari Nasdem bersama partai koalisi perubahan, Bagaimana tidak? Belakangan sudah banyak Drama politik yang tampak bermusuhan antara Partai yang mengusung Ganjar dan yang Mengusung Prabowo. Padahal dibelakang meja mereka makan bersama dengan menu yang sangat lezat.
Baca Juga: Dukung Agresi Militer Israel, Produk Danone di Indonesia Haram Menurut Fatwa MUI
Itulah politik, berbagai argumen mulai di paparkan seperti membaca sebuah skenario dalam serial sinetron televisi atau memainkannya seperti musik orkestra di sebuah gedung teater, Lalu orang terbawa dengan ceritanya atau terkesima dengan syair serta nada-nada indah dari lagu tersebut. ya, mereka akan menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan politik, karena jegal menjegal adalah suatu hal yang dianggap lumrah. Lalu apa saja siasat dari maraknya gonjang-ganjing politik saat ini? penulis mencoba menganalisa beberapa saja dari banyaknya strategi licik dari dua pasangan ini yang di tengarai akan mencoba menjegal pasangan AMIN, antara lain:
1. Menggunakan Lembaga Survey yang sengaja dibayar untuk menggiring opini publik agar percaya hasilnya dan hal ini dilakukan secara masif, Seperti menempatkan pasangan AMIN selalu di urutan paling bawah berdasarkan hasil survey, sehingga opini publik memaknainya sebagai calon yang tidak di inginkan untuk memimpin negeri ini.
2. Menguasai media televisi dan media online sebagai corong yang sangat strategis untuk menyampaikan visi dan misi mereka, lagi-lagi hanya untuk menggiring opini publik kalu mereka lebih baik dari programnya AMIN.
Baca Juga: HUMOR Gus Dur: Agama Apa Yang Paling Dekat Dengan Tuhan?
3. Memiliki dan memelihara para buzzer dalam jumlah besar untuk melakukan beberapa aksi untuk membuat lawan politiknya menjadi sangat tidak nyaman dalam berbagai kesempatan, seperti melakukan protes memasang baliho dengan tulisan menolak kehadiran atau melakukan demo saat acara yang di hadiri oleh Paslon AMIN. Padahal oknum tersebut hanyalah segelintir orang yang sengaja dibayar.
4. Menggunakan berbagai media sosial untuk menyerang lawan politiknya bahkan mereka rela sampai menghina, menuduh dengan politik identitas bahkan sampai kepada masalah ras, seperti kita ketahui realitasnya dia adalah sosok pemimpin yang mampu menyetarakan kehidupan umat beragama dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang memliki perubahan secara signifikan.
5. Mereka terlihat seperti bermusuhan, Padahal dibalik semua itu adalah akal licik yang mereka dramatisir untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan yaitu terpilihnya satu dari dua calon yang menjadi kader mereka (PDIP) Ganjar atau Gibran, hal ini di nilai oleh pengamat ketika PDIP tidak mengeluarkan Jokowi dan anaknya Gibran dari ke anggotaan.
6. Bekerjasama dengan beberapa unsur kekuasaan mulai dari daerah sampai pusat untuk menghalangi atau tidak memberikan keleluasaan kepada pasangan AMIN untuk melakukan kegiatan tertentu, Seperti ijin tempat atau melarang jalan tertentu untuk dilewati saat melakukan kampanye.
7. Apabila ada pengusaha yang jelas-jelas mendukung pasangan AMIN maka mereka akan segera di audit perusahaannya seperti pemeriksaan pajak dan lainnya, atau dicari-cari kesalahan lainnya supaya mereka tidak lagi mendukung pasangan AMIN.
Kalau kita perhatikan bahwa cara-cara yang dijelaskan di atas adalah cara-cara yang pernah dilakukan sebelumnya oleh penguasa saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










