Banten

Yogyakarta Tetap Jadi Magnet Wisatawan, Hotel Panen Berkah di Tengah Gejolak Unjuk Rasa

Moehamad Dheny Permana | 4 September 2025, 14:39 WIB
Yogyakarta Tetap Jadi Magnet Wisatawan, Hotel Panen Berkah di Tengah Gejolak Unjuk Rasa

Akurat Banten - Di saat sejumlah kota besar tengah dilanda aksi unjuk rasa, Yogyakarta justru menunjukkan wajah berbeda.

Citra kota yang aman dan ramah ternyata membawa berkah bagi sektor perhotelan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menegaskan bahwa kondisi kondusif di Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Banyak tamu dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur yang memilih menetap di Yogya karena merasa lebih tenang di sini,” ungkap Deddy.

Ia mengungkapkan tingkat hunian hotel sejak 30 Agustus lalu sudah menyentuh angka 40 persen.

Angka tersebut terbilang cukup merata di seluruh wilayah DIY, meski Kulon Progo masih tercatat paling rendah.

Dengan momentum libur Maulid Nabi yang semakin dekat, Deddy optimistis okupansi bakal meningkat signifikan.

Baca Juga: Menanti Uluran Himbara, Koperasi Merah Putih Samarinda Hadapi Dilema Modal

“Target kami 55 persen saat liburan Maulid Nabi. Tradisi Grebeg Maulud Keraton bisa jadi pemicu kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Meski sempat ada pembatalan reservasi, Deddy menyebut jumlahnya sangat kecil.

Sebagian besar wisatawan hanya menunda jadwal, bukan membatalkan kunjungan sepenuhnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan wisatawan terhadap keamanan Yogyakarta masih sangat tinggi.

Unjuk rasa di halaman DPRD DIY pada 1 September lalu justru memberi kesan berbeda di mata wisatawan.

Aksi itu berlangsung damai, bahkan diramaikan iringan drum band bergada serta kehadiran lurah dan pamong dengan pakaian adat Jawa.

“Momen seperti itu menarik perhatian wisatawan. Mereka melihat langsung bahwa Yogya tetap aman dan penuh nuansa budaya,” jelas Deddy.

Tak sedikit pengunjung yang akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa inap setelah menyaksikan suasana kondusif di jantung kota.

Selain itu, langkah cepat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui massa aksi ketika terjadi kericuhan di Mapolda DIY pada 29 Agustus 2025 lalu juga memberi rasa aman tambahan.

“Keberanian beliau turun langsung ke lapangan membuat wisatawan merasa lebih terlindungi. Kami di PHRI tentu merasakan dampak positifnya,” ujar Deddy.

Menurutnya, kombinasi antara ketegasan pemerintah daerah dan kearifan budaya lokal menjadi kunci Yogyakarta tetap nyaman dikunjungi.

Baca Juga: Sahroni Mundur dari DPR Cuma Angan-angan, NasDem Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Pusing Kepala

Para pelaku usaha hotel pun menyambut situasi ini dengan optimisme tinggi.

Mereka berharap tren positif ini berlanjut, terutama menjelang libur panjang akhir tahun.

Bagi wisatawan, Yogya bukan sekadar destinasi budaya dan sejarah.

Lebih dari itu, kota ini kini dipandang sebagai tempat pelarian aman di tengah hiruk-pikuk politik dan demonstrasi di berbagai daerah.

Dengan citra yang semakin kuat sebagai kota ramah wisata, Yogyakarta tampaknya akan terus menjadi magnet yang sulit ditolak, baik bagi pelancong domestik maupun mancanegara.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.