Temuan BPK Pada Dua Proyek Pemeliharaan DPRD Kota Tangerang, Terdapat Kelebihan Bayar Ratusan Juta

AKURAT BANTEN - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kelebihan pembayaran sebesar Rp196.254.645,49 pada dua paket pekerjaan pemeliharaan di Sekretariat DPRD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025. Temuan itu muncul meski kedua proyek dengan total nilai kontrak Rp2.626.528.222 telah dibayarkan seluruhnya kepada penyedia.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025, pembayaran pekerjaan dilakukan tidak sepenuhnya berdasarkan realisasi fisik di lapangan.
Hasil uji petik BPK menunjukkan terdapat kekurangan volume pada sejumlah item pekerjaan yang seharusnya menjadi dasar pembayaran kepada penyedia.
Item yang ditemukan mengalami kekurangan volume antara lain pemasangan wallpaper di area lobi dan lorong komisi, dinding panel PVC motif kayu, lampu strip LED, exhaust louvre ukuran 400 x 400 milimeter, hingga pembuatan backdrop dan rak. Meski demikian, pembayaran kepada penyedia tetap dilakukan secara penuh sesuai nilai kontrak.
Temuan pertama berasal dari paket pemasangan wallpaper dinding Gedung Kantor Sekretariat DPRD senilai Rp627.077.295.
Dari paket tersebut, BPK menghitung terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp158.024.461,74.
Baca Juga: Lionel Messi di Piala Dunia 2026 Bawa Argentina Sempurna, Tapi Kutukan 24 Tahun Mulai Menghantui
Sementara pada paket renovasi interior dan penataan ruang fraksi, ruang Bapemperda, BKD, koridor, ruang rapat Bamus, Banggar, musala, toilet, ruang Sekretaris DPRD dan staf senilai Rp1.999.450.927, ditemukan kelebihan pembayaran sebesar Rp38.230.183,75.
Dengan demikian, total kelebihan pembayaran dari dua paket pekerjaan tersebut mencapai Rp196.254.645,49.
Dalam laporannya, BPK menyebut kondisi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun kontrak pekerjaan yang mengharuskan pembayaran dilakukan berdasarkan volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan.
Baca Juga: Warisan Sejarah Tahun 901 M di Purworejo Dalam Bahaya, Tebing Sungai Bogowonto Terus Terkikis
Akibatnya, pemerintah daerah mengalami kelebihan pembayaran dan hasil pekerjaan dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana.
BPK juga menilai temuan tersebut dipicu lemahnya pengendalian internal. Sekretaris DPRD selaku Pengguna Anggaran dinilai belum optimal melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran.
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disebut belum memadai dalam mengendalikan pelaksanaan kontrak sehingga pembayaran tetap dilakukan meski volume pekerjaan tidak sesuai.
Baca Juga: Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, DPR Desak Kemlu Lindungi WNI
Atas kondisi tersebut, BPK merekomendasikan Wali Kota Tangerang menginstruksikan Sekretaris DPRD memperkuat pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan, serta memerintahkan PPK meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kontrak sebelum pembayaran kepada penyedia dilakukan.
Dikonfirmasi mengenai temuan tersebut, Sekretaris DPRD Kota Tangerang Teddy Bayu Putra mengatakan kelebihan pembayaran telah ditindaklanjuti dengan pengembalian seluruh nilai temuan ke kas daerah.
"Alhamdulillah sudah," kata Teddy. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 3Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 6Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 7PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Artikel di Situs Resmi Sempat Picu Dugaan Kebocoran Hasil
- 10Kerugian Jemaah Haji dan Umrah Capai Rp 247,65 Miliar, Kemenhaj Catat 244 Aduan










