Optimisme Pemerintah Pangan Nasional 2026 Kian Menguat Usai Swasembada Tercapai

Akurat Banten - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keyakinannya bahwa performa sektor pangan nasional pada 2026 akan tumbuh lebih solid setelah Indonesia berhasil mencatatkan swasembada pangan pada tahun berjalan.
Keyakinan tersebut ia ungkapkan saat ditemui di Jakarta, Kamis, dengan menegaskan bahwa fondasi ketahanan pangan yang sudah dibangun tahun ini akan menjadi pijakan penting untuk lompatan yang lebih besar pada tahun mendatang.
“Kalau bidang saya, pangan, tahun ini kita kan sudah swasembada, tahun depan akan jauh, saya kira akan lebih baik,” kata Zulkifli Hasan.
Menurut dia, keberhasilan swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan bukti bahwa kebijakan lintas sektor yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Baca Juga: DPR Ingatkan Negara Tak Boleh Menyingkirkan Uang Tunai di Tengah Arus Cashless
Sektor pangan, lanjut Zulhas, menjadi prioritas strategis pemerintah karena berperan langsung dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Di bawah koordinasi Kemenko Pangan, sejumlah program unggulan terus dipercepat, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dan diharapkan dapat dituntaskan sepenuhnya pada Maret 2026.
“Jadi akan tuntas Maret tahun depan,” ujarnya.
Selain fokus pada konsumsi dan gizi masyarakat, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi dari tingkat paling dasar melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah.
Zulhas menyebut koperasi desa menjadi instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperluas akses permodalan, dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan koperasi desa dalam skala besar dengan jumlah mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia.
“Koperasi Desa Merah Putih target kita tahun depan akan dibangun 40-50 ribu ya,” ucapnya.
Ia menilai keberadaan koperasi desa akan memperkuat ekosistem produksi dan distribusi pangan, sekaligus memangkas rantai pasok yang selama ini merugikan produsen kecil.
Sebelumnya, Zulhas juga menekankan bahwa program swasembada pangan telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah sentra produksi.
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, program swasembada pangan ditempatkan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
Zulhas meyakini kebijakan tersebut mampu meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor primer, seperti petani, peternak, dan nelayan.
Ia menjelaskan bahwa konsep swasembada pangan yang dijalankan pemerintah bersifat komprehensif dan tidak terbatas pada satu jenis komoditas saja.
Komoditas strategis yang menjadi fokus mencakup beras dan jagung, serta sumber protein hewani seperti ikan, daging, dan hasil peternakan lainnya.
Baca Juga: Liburan Nataru Berujung Maut, Kronologi Mahasiswa Tewas Tersambar Petir di Gunung Merbabu
Dengan pendekatan yang menyeluruh, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga adil dalam distribusi dan akses bagi masyarakat.
Zulhas optimistis, apabila seluruh program tersebut berjalan sesuai rencana, maka masyarakat berpenghasilan rendah akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Menurut dia, sinergi antara swasembada pangan, perbaikan gizi, dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi nasional benar-benar dirasakan hingga ke lapisan terbawah masyarakat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 320.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 7Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 8Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








