GILA! Indosiar Raup Rp5,3 Miliar dari Koin ‘Dangdut Academy 7’ dalam Semalam, Netizen: Ajang Cari Bakat atau Cari Duit?

- Perputaran uang di DA 7 tembus Rp5,3 Miliar semalam! Sistem virtual gift penentu juara tuai kecaman hingga ancaman lapor polisi. Cek rincian koin Tasya, Valen, & April di sini!
AKURAT BANTEN – Panggung Dangdut Academy 7 (DA 7) Indosiar kini tengah berada di puncak popularitas sekaligus badai kontroversi.
Di balik kemegahan tata lampu dan suara emas para finalis, sebuah angka fantastis terkuak: Rp5,32 miliar rupiah mengalir hanya dalam satu malam melalui sistem virtual gift (VG).
Keputusan manajemen dan juri yang menyerahkan 100% nasib juara kepada "kekuatan koin" penonton memicu reaksi keras.
Benarkah ajang pencarian bakat ini telah bergeser menjadi ajang adu kekayaan?
Baca Juga: SIAGA SATU! Polda Banten Kerahkan Ribuan Personel Amankan Arus Mudik dan Perayaan Nataru 2026
Rekor Fantastis di Babak Top 3
Pada malam penentuan Top 3 yang digelar Rabu (17/12/2025), persaingan bukan lagi soal cengkok atau standing ovation, melainkan soal siapa yang memiliki pendukung paling loyal secara finansial.
Tiga academia yang bertarung—Tasya (Tangerang Selatan), Valen (Pamekasan), dan April (Cirebon)—mencatatkan angka perolehan koin yang membuat publik terbelalak:
| Peserta | Total Virtual Gift | Estimasi Nilai Rupiah |
| Tasya (Tangsel) | 94 Juta Koin | Rp2,02 Miliar |
| Valen (Pamekasan) | 80,7 Juta Koin | Rp1,7 Miliar |
| April (Cirebon) | 73 Juta Koin | Rp1,6 Miliar |
| TOTAL | 247,7 Juta Koin | Rp5,32 Miliar |
Baca Juga: ‘Bersih-Bersih Rumah’: Kejagung Sikat 3 Jaksa Banten dalam Skandal Pemerasan WN Korea
Alasan Juri: "Kualitas Sudah Setara"
Soimah, mewakili jajaran juri, menegaskan bahwa sistem ini diambil karena ketiga finalis memiliki kemampuan teknik vokal dan penguasaan panggung yang setara.
"Kami juri sepakat memutuskan bahwa ketiga peserta di Top 3 memiliki kemampuan sama, ketiganya terbaik. Sehingga penentuan melalui perolehan virtual gift penonton," tegas Soimah saat konser Top 3 Result.
Artinya, predikat juara DA 7 tidak lagi ditentukan oleh penilaian subjektif ahli musik, melainkan oleh volume gift yang dikirimkan melalui platform digital.
Baca Juga: SAMBUT NATARU 2025 dan 2026: 8 Ruas Jalan Tol Resmi Berikan Diskon Tarif 20 Persen!
Sorotan Tajam: Antara Prestasi dan Profit
Meskipun Indosiar sukses besar dengan rating 8,4% dan audience share mencapai 41%, gelombang kritik dari netizen tak terbendung.
Publik mulai mempertanyakan "marwah" dari kompetisi dangdut legendaris ini."
Ini bukan lagi ajang pencarian penyanyi berkelas, tapi ajang pencarian uang terbanyak," tulis salah satu netizen di kolom komentar media sosial yang viral.
Banyak yang khawatir bahwa bakat-bakat asli yang tidak didukung oleh penyandang dana besar akan tersingkir oleh mereka yang memiliki "sultan" di belakangnya.
Ancaman Laporan Hukum dari Madas Nusantara
Kontroversi ini rupanya berbuntut panjang. Organisasi Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara menyatakan sikap tegas untuk melaporkan pihak Indosiar dan dewan juri ke pihak berwajib.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM. Jusuf Rizal, menilai sistem ini mengandung unsur yang merugikan masyarakat dan melenceng dari esensi kompetisi.
"Cara yang dilakukan Indosiar sudah masuk unsur perjudian. Karena hanya yang mampu menyumbangkan VG tertinggi yang lolos, bukan yang memiliki bakat genuin," tegasnya.
Baca Juga: Hitung Mundur Mudik Nataru: Estimasi Biaya BBM dan Strategi Hemat Perjalanan Jauh
Kesimpulan: Era Baru Kompetisi Televisi?
Fenomena DA 7 menunjukkan pergeseran besar dalam industri hiburan tanah air. Di satu sisi, digitalisasi membuka keran pendapatan baru yang luar biasa besar bagi stasiun televisi.
Di sisi lain, objektivitas sebuah kompetisi dipertaruhkan.Apakah sistem virtual gift ini akan menjadi standar baru di masa depan, atau justru menjadi titik balik menurunnya kepercayaan publik terhadap ajang pencarian bakat?
Satu yang pasti, siapa pun yang menjadi juara DA 7 nantinya akan memikul beban berat untuk membuktikan bahwa mereka menang karena suara, bukan sekadar koin (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Warga Panik Isu BPJS PBI Nonaktif 1 November, Cek Fakta dan Batas Waktunya di Sini!
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo




