KAI Siapkan Lompatan Besar Bangun Kereta di Luar Jawa Mulai 2026

Akurat Banten - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai membidik ekspansi ambisius dengan membuka jaringan kereta api di luar Pulau Jawa pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa era transportasi berbasis rel tidak lagi terpusat di Jawa.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut bahwa percepatan ini dilakukan sesuai dengan arahan pemerintah.
“Kami harus mulai ekspansi pada tahun 2026,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menambahkan bahwa proyek tersebut harus sejalan dengan target yang telah ditetapkan Presiden.
Arahan Presiden sebelumnya disampaikan saat peresmian Stasiun Tanah Abang pada November 2025.
Pada saat itu Presiden meminta KAI untuk menambah jalur rel serta rangkaian kereta baru dalam waktu satu tahun.
Tak hanya di Pulau Jawa, Presiden juga menegaskan perlunya percepatan pembangunan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pembangunan tersebut diarahkan untuk mendukung arus logistik, terutama komoditas unggulan dari berbagai daerah.
Komoditas seperti sawit, karet, kopi, timah, hingga nikel menjadi fokus utama transportasi kereta logistik ini.
KAI menilai bahwa jaringan rel baru akan mempercepat distribusi dan menekan biaya logistik nasional.
Dalam perjalanan ke Beijing, Bobby didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan sejumlah pejabat terkait.
Mereka bertemu dengan pemangku kepentingan transportasi kereta api di China, termasuk Kementerian Transportasi Tiongkok.
Baca Juga: Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Senilai Rp53,76 Miliar
Bobby menjelaskan bahwa pembahasan juga mencakup skema pendanaan proyek skala besar di Kalimantan.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jaringan baru di Kalimantan masuk kategori proyek “green field”.
Istilah ini berarti bahwa jalur rel, stasiun, hingga sistem persinyalan akan dibangun dari nol.
Tidak ada jalur lama yang diperbaiki atau dimodifikasi, segala infrastruktur akan dibuat baru sepenuhnya.
Rencana tersebut menunjukkan keseriusan KAI untuk menghadirkan jaringan kereta modern dan terintegrasi.
Berdasarkan aturan terbaru mengenai Proyek Strategis Nasional, terdapat proyek logistik kereta api di Kalimantan Timur.
Proyek itu menjadi salah satu dari beberapa rencana pembangunan jaringan rel di luar Jawa.
Selain Kalimantan, KAI juga akan menambah dan meningkatkan kapasitas jalur di Sumatera.
Di Pulau Jawa sendiri, perusahaan akan melakukan modernisasi sistem dan infrastruktur agar lebih efisien.
Bobby menyebut bahwa ekspansi juga diarahkan ke Sulawesi yang saat ini baru memiliki 83 kilometer jalur.
“Target kami adalah membentangkan jaringan hingga ke Sulawesi Utara,” ucap Bobby.
Pemerintah melalui daftar Proyek Strategis Nasional juga memasukkan sejumlah proyek kereta api di luar Jawa.
Proyek tersebut mencakup Kereta Api Makassar–Parepare yang menjadi bagian dari lintas barat Sulawesi.
Kemudian ada Kereta Tebing Tinggi–Kuala Tanjung yang mendukung KEK Sei Mangkei di Sumatera.
Selain itu terdapat jalur Rantau Prapat–Kota Pinang serta LRT Sumatera Selatan yang terus dikembangkan.
KAI berharap jaringan ini mampu memangkas waktu distribusi barang dan mengoptimalkan pergerakan ekonomi daerah.
Baca Juga: Komisi Reformasi Polri Ungkap Banyaknya Masalah Internal, Soroti Intervensi Politik hingga Krisis Kepercayaan Publik
Pembangunan jaringan kereta logistik diyakini membuka peluang baru bagi kawasan industri dan pelabuhan.
Dengan ekspansi ini, distribusi dari sentra produksi menuju pelabuhan dapat dilakukan lebih efisien.
Keberadaan rel baru juga diharapkan mengurangi ketergantungan transportasi via jalan raya yang kerap macet.
KAI menegaskan bahwa visi mereka bukan hanya membangun rel, tetapi membangun ekosistem logistik nasional baru yang lebih terhubung.
Jika seluruh rencana berjalan lancar, Indonesia akan memasuki era baru transportasi darat yang lebih merata dan modern.
Masyarakat pun akan merasakan manfaat langsung, terutama kemudahan distribusi, konektivitas antarwilayah, serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
KAI menyebut bahwa proyek ini membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
Tahun 2026 menjadi momentum awal bagi terwujudnya jaringan kereta lintas pulau yang selama ini hanya menjadi wacana.
Dengan tekad kuat dan dukungan pemerintah, ekspansi kereta di luar Pulau Jawa akhirnya bukan lagi sekadar rencana, tetapi kenyataan yang sedang disiapkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 4PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 5Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 6Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 7Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 8Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 9Akhirnya Liverpool Menang di Kandang! Gol Isak Bawa The Reds Bangkit, Rekor Buruk Anfield Terhenti
- 10MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe









