Banten

GERBONG KHUSUS PETANI: KAI Commuter Ubah Wajah Angkutan Logistik Rakyat, Tembus Rangkasbitung!

Abdurahman | 3 November 2025, 11:14 WIB
GERBONG KHUSUS PETANI: KAI Commuter Ubah Wajah Angkutan Logistik Rakyat, Tembus Rangkasbitung!

 

AKURAT BANTEN-PT KAI Commuter (KCI) membuat gebrakan! Bukan sekadar menambah jadwal, BUMN ini resmi memperkenalkan inovasi transportasi yang langsung menyentuh denyut nadi ekonomi rakyat: Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani-Pedagang.

Kereta ini siap menjadi solusi logistik yang lebih efisien bagi para pelaku usaha mikro di wilayah Banten, menghubungkan komoditas dari Stasiun Merak hingga Stasiun Rangkasbitung dan sebaliknya.

Baca Juga: PROJO 'Lepas' dari Jokowi? Ganti Logo dan Isyarat Kuat Budi Arie Merapat ke Gerindra!

Detail Layanan: 14 Perjalanan Sehari Penuh!

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa layanan ini merupakan "inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus terobosan terbaru dari KAI Group."

Rute Awal: Stasiun Merak – Stasiun Rangkasbitung (PP), disatukan dalam rangkaian Commuter Line Merak.

Kapasitas: Setiap kereta khusus dilengkapi 73 tempat duduk (Kelas K3/Ekonomi Bersubsidi).
Frekuensi: Total 14 perjalanan setiap hari.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Megawati Ungkap Soeharto Pernah Tolak Pemakaman Bung Karno di TMP Kalibata, Ini Alasannya

Desain Khusus untuk Efisiensi Dagang

KAI Commuter tidak main-main. Kereta khusus ini dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi kebutuhan mobilisasi barang dagangan yang besar:

Tempat Duduk Fleksibel: Menggunakan desain tempat duduk sejajar dengan dinding (di sisi kiri dan kanan), menciptakan ruang lapang di tengah gerbong.

Ini memungkinkan petani dan pedagang menempatkan barang bawaan/dagangan mereka di depan penumpang dengan aman.

Pintu Ekstra Lebar: Pintu kereta didesain lebih lebar dari biasanya, memudahkan proses bongkar muat komoditas pertanian dan dagangan berukuran besar.

Meski merupakan layanan kelas ekonomi (K3) yang disubsidi, sarana ini dipastikan sudah memenuhi standar pelayanan minimum yang berlaku, menjamin keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis di Trenggalek: 2 Hari Penuh Ketegangan, 4 Nyawa Melayang dan 1 Korban Selamat!

Aturan Khusus untuk Lanjutan ke Jakarta

Bagi para petani atau pedagang yang ingin membawa hasil bumi atau dagangannya lebih jauh menuju pusat kota seperti Jakarta dan sekitarnya, mereka dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang.

Namun, KAI Commuter menerapkan ketentuan khusus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan penumpang lain di lintas Jabodetabek:

Pembatasan Barang Bawaan Besar: Barang bawaan berukuran besar (dagangan) hanya diperbolehkan pada pemberangkatan Commuter Line Jabodetabek yang pertama dari Stasiun Rangkasbitung.

Kepatuhan Aturan KRL: Di luar jadwal pertama tersebut, barang bawaan harus sesuai dengan aturan umum yang berlaku di Commuter Line Jabodetabek (batas maksimal 20 kg dan dimensi tertentu).

Baca Juga: PECAH REKOR! 18 Pejabat Eselon II Dilantik Besok, Pemprov Banten Isi Kekosongan Massif, 4 Orang dari Luar Daerah Dipercaya Gubernur

Visi Besar: Memperkuat Rantai Pasok Lokal

Saat ini, KAI Commuter dan PT KAI terus berkoordinasi dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA) untuk mematangkan aspek teknis, operasional, dan regulasi.

Layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang tepat, tidak hanya mengurangi biaya logistik, tetapi juga:

Membentuk rantai pasok yang lebih kuat dan efisien dari hulu (petani) ke hilir (pedagang).
Membuka peluang usaha dan aktivitas ekonomi daerah yang semakin berkembang di Banten dan sekitarnya.

Karina Amanda: "Kami terus berkoordinasi dengan DJKA untuk memastikan semua aspek, baik fasilitas layanan, teknis maupun regulasi, siap sehingga layanan ini benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat."

Kereta Khusus Petani-Pedagang ini menandai langkah maju KAI Group dalam menyediakan infrastruktur yang berorientasi langsung pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
A