Banten

Evakuasi Dramatis di Trenggalek: 2 Hari Penuh Ketegangan, 4 Nyawa Melayang dan 1 Korban Selamat!

Saeful Anwar | 2 November 2025, 18:42 WIB
Evakuasi Dramatis di Trenggalek: 2 Hari Penuh Ketegangan, 4 Nyawa Melayang dan 1 Korban Selamat!

AKURAT BANTEN– Operasi pencarian korban tanah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, resmi berakhir.

Setelah dua hari penuh ketegangan dan perjuangan melawan alam, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban yang berjumlah lima orang.

 Empat di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Pencarian yang berlangsung sejak Sabtu malam (1/11/2025) ini menjadi sorotan utama, mengingat tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan.

Baca Juga: PECAH REKOR! 18 Pejabat Eselon II Dilantik Besok, Pemprov Banten Isi Kekosongan Massif, 4 Orang dari Luar Daerah Dipercaya Gubernur

Dua Hari Krusial, Detik-Detik Penemuan Korban

Bencana longsor dahsyat yang menimpa satu rumah warga terjadi pada Sabtu, 1 November 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, menjebak lima anggota keluarga di dalamnya.

Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi keberhasilan operasi ini.

Korban Selamat (Hari 1): Pada hari pertama operasi, Sabtu (1/11/2025) pukul 23.50 WIB, tim SAR gabungan berhasil menarik keluar Wijianto dalam kondisi hidup. Penemuan ini memantik harapan besar bagi tim.

Empat Korban Meninggal (Hari 2): Sayangnya, harapan itu tidak berlaku untuk empat korban lainnya.

Pada hari kedua, Minggu (2/11/2025), empat jenazah berturut-turut ditemukan dan dievakuasi:

  • Syarif (pukul 00.05 WIB)
  • Welas (pukul 00.15 WIB)
  • Rohman (pukul 09.00 WIB)
  • Fajar (19) (pukul 09.30 WIB)

"Keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan telah dievakuasi ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut," ujar Nanang.

Baca Juga: Gelombang Penyerangan Mapolres Jakut Berujung di Meja Hijau, 60 Tersangka Resmi Dilimpahkan

Melawan Gelap dan Ancaman Longsor Susulan

Keberhasilan ini dicapai dengan susah payah. Proses evakuasi terbilang dramatis karena tim SAR gabungan harus berhadapan dengan dua tantangan utama di lokasi:

Minimnya Penerangan: Pencarian intensif yang dilakukan hingga dini hari sangat terkendala oleh gelapnya lokasi.

Ancaman Longsor Susulan: Risiko pergerakan tanah yang kembali terjadi memaksa tim untuk bekerja dengan ekstra hati-hati.

Bayu Prasetyo, Koordinator Pos SAR Trenggalek yang menjadi On Scene Commander (OSC) di lapangan, menjelaskan bahwa seluruh proses pencarian dilakukan secara manual dengan alat sederhana seperti cangkul dan sekop.

"Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer untuk mengawasi keamanan tim di lapangan.

Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya," jelas Bayu, menggarisbawahi pentingnya faktor keselamatan.

Baca Juga: DUKA CIKEMBAR! Dedi Mulyadi Turun Tangan, Perintah Usut Tuntas Kasus yang Gemparkan Publik, Siswi MTs Sukabumi Tewas Diduga Bunuh Diri Korban Bullying

Kolaborasi Multidimensi

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, menunjukkan solidaritas yang kuat.

Mereka antara lain Pos SAR Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Polres Trenggalek, Koramil dan Polsek Bendungan, Damkar, Dinas Kesehatan, BP 1303 Trenggalek, serta partisipasi aktif dari warga sekitar.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR di Dusun Banaran, Bendungan, Trenggalek, secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Tragedi ini menjadi pengingat pilu akan bahaya bencana alam di musim penghujan (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman