BBM RON 92 Kembali Tersedia di SPBU bp, Stok Premium Masih Terbatas

AKURAT BANTEN - Setelah sempat langka selama beberapa bulan terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau BP 92 akhirnya kembali tersedia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bp di Indonesia.
Kabar baik ini disambut antusias oleh para pengguna kendaraan yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan oktan menengah tersebut.
Baca Juga: Bikin Resah Warga, Polisi Buru Preman di Pasar Jombang Tangsel yang Ancam Pedagang Pakai Golok
Kembalinya pasokan BP 92 ini menyusul hasil pertemuan antara pengelola SPBU swasta dan Pertamina, yang difasilitasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam pertemuan itu, seluruh badan usaha pengelola SPBU swasta sepakat untuk menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pertamina terkait mekanisme pembelian dan distribusi BBM.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di Tanah Air.
“Kami mendorong adanya kolaborasi antara SPBU swasta dan Pertamina agar distribusi energi bisa berjalan lancar, tanpa ada kelangkaan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Hari kedua Pemkot Tangerang Gencarkan Uji Emisi, 39 Kendaraan Dinyatakan Tidak Lulus
Sementara itu, pihak manajemen SPBU bp juga menyampaikan bahwa mereka tetap berkomitmen melayani pelanggan dengan produk berkualitas.
“SPBU bp tetap setia melayani pelanggan dengan produk unggulan, fasilitas nyaman, dan layanan tambahan seperti tenant yang tetap beroperasi menemani perjalanan Anda,” tulis bp Indonesia dalam pernyataannya di media sosial.
Meski begitu, pasokan untuk BBM beroktan tinggi RON 95 atau BP Ultimate diketahui masih belum stabil. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa varian premium tersebut belum tersedia di beberapa titik SPBU, terutama di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Extra Flight dan Tiket Murah Sambut Libur Natal-Tahun Baru 2026
Kelangkaan BBM di SPBU swasta, termasuk bp dan Shell, sempat terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Kondisi ini memicu antrian panjang di SPBU Pertamina karena pengguna kendaraan beralih ke produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga telah memberikan solusi bagi badan usaha pengelola SPBU swasta agar memanfaatkan kuota impor milik Pertamina. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan stok BBM di jaringan SPBU swasta yang sempat kosong selama beberapa minggu.
“Kalau ingin cepat normal, gunakan kuota impor Pertamina. Pemerintah siap memfasilitasi,” kata Bahlil.
Dengan mulai pulihnya pasokan, harga BBM di SPBU bp pun kembali diumumkan secara resmi.
Untuk periode akhir Oktober 2025, harga BBM di SPBU bp tercatat sebagai berikut: BP 92 dijual Rp12.890 per liter, BP Ultimate Rp13.420 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.270 per liter.
Pengamat energi, Herman Dwianto, menilai langkah kolaboratif ini penting agar pasar BBM nasional tidak tergantung pada satu pihak.
“Sinergi antara swasta dan BUMN energi akan menciptakan stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan BBM di seluruh daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Purnawirawan TNI Tewas Tertabrak KA Dhoho di Malang, Diduga Tak Mendengar Klakson Masinis
Pemerintah berharap kerja sama yang terjalin ini bisa menjadi model distribusi energi ke depan, agar masyarakat tidak lagi menghadapi situasi kelangkaan seperti beberapa waktu lalu.
Dengan pulihnya BP 92, diharapkan sektor transportasi dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar menjelang akhir tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 6Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 7Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9Apa yang Terjadi Jika Fasilitas Nuklir Terancam? Ini Langkah Kesiapsiagaan BRIN di Serpong
- 10Limbah Bunga Pala Selama Ini Terabaikan, BRIN Melihat Potensinya untuk Melindungi Logam








