Banten

Sulap Limbah Jadi Cuan, Program Cerdas Pertamina Patra Niaga Dongkrak Pendapatan Warga Hingga 63 Persen

Riski Endah Setyawati | 18 Februari 2026, 20:18 WIB

Akurat Banten - Langkah berbeda ditempuh Pertamina Patra Niaga dalam menjawab persoalan limbah di daerah dengan menghadirkan terobosan bertajuk Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah atau SI CADIAK yang menyasar langsung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Program ini tidak sekadar berbicara tentang kebersihan lingkungan, tetapi dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi baru yang tumbuh dari persoalan sehari-hari warga.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan inisiatif tersebut.

“Ini jadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan warga mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Tak hanya selesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujarnya.

Ia menyebut, pendekatan yang dipakai perusahaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan disusun dengan indikator dampak yang terukur dan berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam memenuhi standar Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup atau PROPER yang menitikberatkan pada kinerja lingkungan dan sosial korporasi.

Di lapangan, implementasi SI CADIAK dipusatkan di Nagari Padang Toboh yang selama ini menghadapi persoalan klasik berupa limbah jerami dan kotoran ternak yang belum tertangani maksimal.

Melalui unit Aviation Fuel Terminal Minangkabau, perusahaan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berbasis ekonomi sirkular dengan mengubah paradigma limbah menjadi sumber daya.

Baca Juga: Siaga Lebaran 2026, Maluku Kerahkan 28 Kapal Amankan Mudik Antar Pulau

Jerami yang sebelumnya kerap dibakar kini diproses menjadi kompos dan bioetanol, bahkan dikembangkan menjadi produk kreatif berupa parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA.

“Kongkretnya, program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan,” kata Roberth.

Setiap tahun, sekitar 894 ton jerami dan 864 ton limbah ternak berhasil diolah menjadi komoditas produktif yang mendukung Program Sawah Pokok Murah serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya untuk menopang aktivitas Learning Center UKASEMA.

Transformasi tersebut berdampak nyata terhadap kualitas lingkungan.

Perusahaan mencatat penurunan emisi karbon hingga 1.305 ton CO2e per tahun sebagai hasil dari berkurangnya praktik pembakaran terbuka.

Tak hanya itu, angka kasus infeksi saluran pernapasan akut di wilayah tersebut juga turun hingga 80 persen sepanjang periode 2022 hingga 2025.

Dari sisi ekonomi, pendapatan warga terdongkrak sampai 63 persen berkat diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian yang sebelumnya membebani petani.

Baca Juga: BTN Sudah Biayai Hampir 6 Juta Rumah Sejak 1976 Pilar Utama Hunian Rakyat Indonesia

Pendekatan terintegrasi yang diterapkan perusahaan, lanjutnya, menjadi fondasi penting agar keberlanjutan lingkungan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.

Program ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals khususnya tujuan tanpa kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.

Menurut Roberth, keberhasilan SI CADIAK menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak harus berakhir di tempat pembuangan, melainkan bisa menjadi sumber energi, sumber penghasilan, bahkan sumber inovasi yang mengangkat martabat masyarakat desa.

Dengan model yang terukur dan berbasis partisipasi warga, inisiatif ini digadang-gadang dapat direplikasi di berbagai daerah lain sebagai solusi konkret menghadapi persoalan limbah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.