Dari Demonstrasi ke Krisis Nasional: Nepal Rugi Triliunan, PM Sharma Oli Mundur

Akurat Banten - Gelombang protes besar-besaran yang mengguncang Nepal dalam sepekan terakhir meninggalkan jejak kerusakan yang tidak kecil.
Menurut laporan media setempat, nilai kerugian infrastruktur akibat kerusuhan diperkirakan mencapai 200 miliar rupee Nepal atau setara dengan Rp2,3 triliun.
Angka fantastis itu dilaporkan Khabarhub dengan mengutip keterangan dari pejabat Kementerian Pembangunan Kota.
Kerusuhan yang bermula dari protes publik terhadap kebijakan pemerintah ternyata berkembang menjadi aksi destruktif yang melumpuhkan sejumlah sektor vital.
Distribusi bahan bakar, misalnya, ikut terhenti setelah sopir-sopir truk tangki menolak beroperasi tanpa jaminan keamanan.
“Tanpa pengawalan, mereka enggan mengirim BBM ke berbagai daerah,” tulis harian The Kathmandu Post.
Situasi semakin pelik karena jalur pasokan dari India juga terblokir akibat serangan di sejumlah titik perbatasan.
Baca Juga: Tragedi Pandeglang: Dugaan Judi Online di Balik Aksi Sadis Suami Habisi Keluarga
Truk-truk tangki yang membawa bahan bakar dari negara tetangga tertahan berhari-hari, memperparah krisis energi di Nepal.
Tidak hanya itu, pemerintah sempat mengambil langkah kontroversial dengan menutup akses media sosial pada 4 September 2025.
Langkah tersebut diambil setelah berbagai platform melewati tenggat registrasi di Kementerian Komunikasi.
Namun, kebijakan itu justru memicu gelombang protes baru hingga akhirnya pemblokiran dicabut.
Ketegangan mencapai puncaknya sehari kemudian, ketika ribuan demonstran menyerbu gedung parlemen di ibu kota Kathmandu.
Massa juga membakar rumah sejumlah pejabat tinggi, membuat kota menjadi lautan api dan asap.
Polisi yang kewalahan terpaksa menurunkan meriam air, gas air mata, bahkan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan.
Sayangnya, tindakan represif itu menelan banyak korban jiwa.
Puluhan orang dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan sengit tersebut.
Kerusuhan yang meluas akhirnya mengguncang kursi kekuasaan.
Perdana Menteri Nepal, Sharma Oli, dalam pernyataannya yang disiarkan secara nasional, menyatakan mundur dari jabatannya.
“Demi meredakan krisis dan mengembalikan stabilitas negara, saya memutuskan untuk mengundurkan diri,” ujar Oli.
Keputusan itu dianggap sebagai upaya untuk menurunkan eskalasi politik yang kian berbahaya.
Meski begitu, jalan menuju normalisasi tampaknya masih panjang.
Dengan infrastruktur rusak, pasokan energi terganggu, dan ketidakpastian politik yang membayangi, Nepal kini menghadapi ujian berat untuk bangkit dari keterpurukan.
Para pengamat menilai, kerusuhan kali ini menjadi salah satu krisis politik dan sosial paling serius yang pernah melanda negeri Himalaya tersebut dalam dekade terakhir.
Situasi keamanan masih rapuh, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana pemerintah sementara akan merespons tuntutan rakyat serta menata ulang stabilitas negara.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027








