Banten

Jakarta Masih Hadapi Kemacetan, Pramono: Kondisi Umum Sudah Membaik

Moehamad Dheny Permana | 23 Agustus 2025, 18:54 WIB
Jakarta Masih Hadapi Kemacetan, Pramono: Kondisi Umum Sudah Membaik

Akurat Banten - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kondisi lalu lintas di Ibu Kota secara keseluruhan kini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengklaim, meski ada sejumlah titik rawan yang masih menimbulkan antrean panjang kendaraan, tren kemacetan justru cenderung menurun.

“Kalau dilihat secara umum, kepadatan kendaraan di Jakarta menurun cukup signifikan. Namun, memang benar ada kemacetan parah di kawasan TB Simatupang yang menjadi perhatian kita bersama,” ujar Pramono.

Menurutnya, proyek pembangunan infrastruktur menjadi penyebab utama tersendatnya arus kendaraan di kawasan Jakarta Selatan tersebut.

Sejumlah bedeng dan pagar proyek yang menutup sebagian badan jalan, dinilai mempersempit ruang gerak kendaraan sehingga arus lalu lintas tidak bisa berjalan normal.

Gubernur mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kontraktor agar segera melakukan penyesuaian di lapangan.

“Bedeng yang menjorok ke jalan harus diperkecil, dan begitu pekerjaan rampung, penghalang itu segera dibuka. Kita ingin masyarakat tetap bisa menggunakan jalan dengan leluasa,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar aparat dari kepolisian, Dinas Perhubungan, maupun Satpol PP ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.

Baca Juga: Dari Badan ke Kementerian, BP Haji Siap Jalani Transformasi Besar Demi Layanan Jamaah

“Saya tegaskan, jangan sampai ada ‘Pak Ogah’ yang mengatur lalu lintas seenaknya di kawasan itu. Pengaturan harus dilakukan oleh petugas resmi,” ucapnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Pramono menyetujui usulan Dishub untuk memanfaatkan sebagian trotoar agar bisa difungsikan sementara sebagai jalur tambahan.

“Yang paling penting, arus kendaraan bisa kembali lancar sehingga masyarakat tidak terlalu lama terjebak di jalan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan langkah teknis yang sudah disiapkan untuk mengurai kepadatan di TB Simatupang.

Ia mengatakan, sebagian area trotoar di sekitar Cibis Park akan diambil untuk menambah lebar jalan sehingga setidaknya bisa kembali difungsikan menjadi dua lajur.

“Ini memang solusi sementara karena ada proyek pipanisasi air minum dan pekerjaan PAL Jaya yang masih berlangsung di sana,” jelas Syafrin.

Syafrin menyebut, dari arah Pasar Minggu hingga Ampera terdapat pengerjaan galian untuk peningkatan kapasitas air bersih PAM Jaya.

Sementara dari Ampera ke arah Fatmawati, giliran PAL Jaya yang melakukan pembangunan jaringan infrastruktur.

Deretan proyek tersebut, ditambah bedeng-bedeng yang menutup area kerja, membuat jalur kendaraan menyempit dan macet tak terhindarkan.

Meskipun begitu, pihaknya yakin dengan adanya rekayasa lalu lintas dan penertiban area proyek, kepadatan bisa segera terurai.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI tidak akan segan menindak kontraktor yang mengabaikan kenyamanan publik.

Baca Juga: Mesir Ingatkan Bahaya Fatal Rencana Israel Kuasai Gaza: Langkah yang Melawan Hukum Internasional

“Kami ingin pembangunan berjalan, tetapi masyarakat juga harus tetap bisa berkendara dengan aman dan lancar. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar,” kata dia.

Menurut pantauan sejumlah pengguna jalan, antrean kendaraan di TB Simatupang memang kerap terjadi pada jam sibuk pagi dan sore.

Namun sebagian besar ruas jalan lain di Jakarta disebut sudah lebih lancar dibandingkan beberapa bulan lalu.

Dengan berbagai langkah yang tengah disiapkan, Pemprov optimistis kemacetan di Jakarta dapat terus ditekan meski pembangunan infrastruktur masih berjalan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.