Banten

Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Dihentikan, 16 Korban Masih Hilang di Laut Selat Bali

Andi Syafrani | 22 Juli 2025, 17:42 WIB
Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Dihentikan, 16 Korban Masih Hilang di Laut Selat Bali

AKURAT BANTEN - Setelah hampir tiga pekan melakukan pencarian tanpa henti, operasi penyelamatan kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali resmi dihentikan.

Keputusan ini diumumkan pada Senin, 21 Juli 2025, setelah seluruh tim SAR gabungan menilai bahwa tidak ada perkembangan signifikan dalam enam hari terakhir masa pencarian yang diperpanjang.

Baca Juga: Gegara Sakit Hati, Tiga Pelaku Pembunuhan Wanita di Cisauk Terancam Hukuman Mati

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan langsung keputusan tersebut dalam konferensi virtual bersama seluruh unsur yang terlibat. Ia menjelaskan bahwa semua sumber daya, baik manusia maupun peralatan, sudah dikerahkan secara maksimal selama dua puluh hari pencarian.

Baca Juga: Geger! Satpam Ditemukan Tewas di Apartemen Kemang, Polisi Selidiki Dugaan Kejanggalan

“Dalam enam hari perpanjangan, kami tidak mendapatkan tanda-tanda baru keberadaan korban. Cuaca ekstrem dan kondisi laut yang tidak bersahabat juga menjadi kendala besar,” kata Nanang, Selasa (22/7).

Penghentian operasi SAR ini merujuk pada aturan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta PP Nomor 22 Tahun 2017.

Keputusan tersebut diperkuat melalui penandatanganan berita acara oleh Basarnas dan semua pihak terkait, termasuk ASDP Ketapang, BMKG, KSOP, dan perwakilan dari perusahaan pemilik kapal.

Baca Juga: Tuntutan Mati untuk Kopda Bazar, Kasus Penembakan Polisi Guncang Citra TNI

Dari proses pencarian yang berlangsung selama 20 hari, tim SAR berhasil menemukan total 49 korban. Sebanyak 30 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sementara 19 lainnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Namun dari 19 jenazah itu, empat belum teridentifikasi hingga hari terakhir operasi. Sedangkan 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan jejaknya.

Baca Juga: Sama-sama Tak Terima Vonis Tom Lembong, Kejagung Juga Siap Tempuh Jalur Banding

Tim SAR telah melakukan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran laut permukaan, pencarian udara dengan helikopter, hingga penyelaman di bawah laut.

Bahkan teknologi sonar dan ROV (remotely operated vehicle) sempat digunakan untuk melacak keberadaan bangkai kapal yang ternyata telah bergeser ratusan meter dari titik awal tenggelam.

Namun upaya penyelaman di lokasi yang diperkirakan sebagai posisi terakhir kapal terkendala oleh arus bawah laut yang sangat kuat dan visibilitas yang buruk. Beberapa kali upaya turun ke kedalaman harus dibatalkan karena membahayakan keselamatan tim.

Baca Juga: Kredit Macet Sritex Berujung Skandal! 8 Pejabat Bank Terseret Kasus Korupsi, Siapa Saja?

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban yang belum ditemukan, tapi juga bagi semua pihak yang selama ini terlibat dalam proses pencarian.

Di tengah harapan yang belum sepenuhnya padam, keluarga korban kini hanya bisa menggantungkan harapan pada identifikasi jenazah yang belum diketahui identitasnya, atau pada keajaiban yang mungkin datang.

Baca Juga: Tak Terima Divonis Penjara 4,5 Tahun, Tom Lembong Ajukan Banding karena Rasa Ketidakadilan

Meski operasi resmi dinyatakan selesai, pihak Basarnas menyatakan tetap membuka peluang untuk pencarian lanjutan jika nantinya ditemukan petunjuk baru. Sementara itu, dukungan psikologis dan proses administrasi bagi keluarga korban masih terus berjalan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC