Tawuran Brutal Kembali Terjadi di Jakarta Timur, Satu Nyawa Melayang dan Pelaku Ternyata Residivis

Akurat Banten - Peristiwa berdarah kembali mencoreng wajah Jakarta Timur. Seorang remaja tewas dalam bentrokan antarkelompok di sekitar pintu Tol Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara.
Dalam aksi yang melibatkan senjata tajam tersebut, satu pelaku berinisial FA (18) berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri.
Ironisnya, pelaku bukanlah wajah baru dalam dunia tawuran. Ia tercatat sudah dua kali terlibat dalam aksi serupa.
"Kami temukan bahwa FA sudah pernah terlibat tawuran sebelumnya. Ini adalah kali kedua dan sayangnya kali ini memakan korban jiwa," ungkap Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono.
Menurut penuturan polisi, FA merupakan warga Bidara Cina, Jatinegara. Setelah melakukan aksi brutal yang menewaskan satu orang, ia dan rekan-rekannya kabur ke Puncak, Bogor.
Di sana, mereka sempat menginap di sebuah vila sebelum akhirnya mengetahui dari media sosial bahwa ada korban meninggal dunia.
Baca Juga: Dua Penipu Bermodus Polisi Gadungan Curi Motor dan Konsumsi Narkoba
"Saat tahu ada korban meninggal, mereka langsung panik dan bubar ke berbagai tempat," ujar Samsono.
FA sendiri kemudian melanjutkan pelariannya ke rumah pamannya di Tangerang.
Namun, polisi yang sudah mengantongi informasi pergerakannya segera menangkapnya.
"Kami amankan FA di rumah kerabatnya tanpa perlawanan," kata Kapolsek.
Atas perbuatannya, FA dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang menyebabkan kematian.
Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Peristiwa ini menjadi satu dari puluhan kasus tawuran yang menghantui wilayah Jakarta Timur sepanjang 2024.
Baca Juga: Sinar Mas Land Luncurkan The Exquis Lifestyle Park di BSD City, Cocok Untuk Ekspansi Bisnis
Data dari Polres Metro Jakarta Timur mencatat 35 insiden tawuran terjadi hanya dalam tiga bulan, dari Juni hingga Agustus. Kecamatan seperti Duren Sawit, Cakung, Pasar Rebo, dan Jatinegara disebut sebagai zona merah karena rentan terjadi bentrok.
"Nyaris tak ada wilayah yang steril dari tawuran. Seluruh kecamatan di Jakarta Timur kini masuk kategori rawan," tutur salah satu petugas kepolisian.
Meski sempat menurun selama libur Lebaran 2025, tren kekerasan antar-remaja ini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat.
Kembali munculnya kasus seperti yang terjadi di Kebon Nanas menunjukkan perlunya pendekatan lebih menyeluruh, bukan hanya penegakan hukum tetapi juga pencegahan sejak dini di tingkat keluarga dan sekolah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!








