TEGAS! Prabowo Ancam ‘Tinggalkan di Pinggir Jalan’ Menteri yang Bekerja Lamban: Sinyal Keras Demi Hilirisasi Cepat!

AKURAT BANTEN – Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan peringatan keras kepada para menteri Kabinet Merah Putih! Tak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo mengancam akan "meninggalkan" menterinya yang tidak bisa bekerja cepat demi kepentingan rakyat.
Ini adalah sinyal kuat dari istana bahwa era kerja lamban sudah berakhir.
Peringatan tegas ini disampaikan Presiden Prabowo saat peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi, Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) Karawang, Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Prabowo mengapresiasi jajaran kabinet yang selama ini telah bekerja dengan baik dalam mewujudkan kemajuan dan realisasi berbagai program pemerintah.
Baca Juga: Relokasi Dipaksakan, Pedagang Kritik Ketidakberesan Proyek Pasar Anyar
Namun, ia kemudian memberikan warning bahwa mereka yang tidak mampu mengikuti ritme kerja cepat yang ia harapkan, akan ditinggalkan.
"Saya terima kasih kepada tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat, yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja," ujar Prabowo, menggunakan analogi yang sangat lugas dan mudah dipahami.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga secara khusus menekankan pentingnya percepatan kerja pemerintah dalam menjalankan program hilirisasi.
Seperti diketahui, hilirisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Baca Juga: Bangunan Baru Pasar Anyar, Proyek Miliaran Rupiah Bocor Sebelum Digunakan
Menurut Prabowo, rakyat menuntut pemerintah mewujudkan kemajuan dengan cepat.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa ekspektasi publik terhadap kinerja pemerintah sangat tinggi, dan Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menjawab tuntutan tersebut dengan aksi nyata dan cepat.
Ancaman ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan sebuah mandat jelas bagi seluruh jajaran kementerian untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
Ini juga menjadi indikasi kuat bahwa Presiden Prabowo akan menerapkan standar kinerja yang sangat tinggi bagi para pembantunya demi mencapai target-target pembangunan nasional secara agresif (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








