Banten

Kontroversi ROCKY GERUNG Seorang Filsuf, Akademikus, Dan Cendekiawan Indonesia, Acap Kali Lolos Dari Delik Hukum Atas Ucapannya

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 20 November 2023, 16:41 WIB
Kontroversi ROCKY GERUNG Seorang Filsuf, Akademikus, Dan Cendekiawan Indonesia, Acap Kali Lolos Dari Delik Hukum Atas Ucapannya

AKURAT BANTEN - Drs. Rocky Gerung adalah seorang filsuf, akademikus, dan cendekiawan asal Indonesia. Ia merupakan salah seorang pendiri Setara Institute dan fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. Ia pernah mengajar selama 15 tahun di Universitas Indonesia. (Wikipedia)

Ia lahir pada tanggal 20 Januari 1959 di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia. Rocky adalah lulusan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), dengan jurusan Ilmu Filsafat pada tahun 1986.

Karier dan Kontribusi
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Rocky Gerung menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Selama 15 tahun, ia mengajar di UI dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu filsafat di kampus tersebut. Beberapa kontribusi pentingnya adalah perumusan 7 hingga 9 mata kuliah baru dan mengajar mata kuliah tersebut di UI.

Selain menjadi dosen, Rocky Gerung juga aktif sebagai peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) serta pendiri dan anggota SETARA Institute sejak tahun 2007. Rocky Gerung juga terkenal sebagai pembuat konten dengan kanal YouTube pribadinya yang disebut “Rocky Gerung Official”, yang memiliki lebih dari 1,08 juta pengikut. Dengan pendapatan bulanan antara $ 1,2 ribu dan $ 19,6 ribu, Rocky Gerung menghasilkan penghasilan yang luar biasa melalui YouTube.

Rocky Gerung terlibat dalam berbagai aktivitas di luar dunia akademis dan YouTube. Ia adalah salah satu pendiri SETARA Institute, yang didirikan pada tahun 2007 dan berfokus pada demokrasi dan hak asasi manusia. Selain itu, Rocky Gerung sering menjadi narasumber di acara televisi.

 

Pernyataan Kontroversial
Dikenal sebagai pengamat politik, Rocky Gerung sering membuat komentar kontroversial yang menarik perhatian publik. Salah satu pernyataannya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi viral, sehingga beberapa relawan Jokowi melaporkan Rocky Gerung atas dugaan penghinaan tersebut.

Pada tanggal 31 Juli 2023, video pidato yang diduga menghina Jokowi yang diunggah di channel resmi Rocky Gerung menjadi trending di media sosial. Dalam video tersebut, Rocky mengkritik Jokowi. Namun, hasil pencarian yang disediakan tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang konten dan perubahan terbaru terkait pernyataan tersebut.

Karya Rocky Gerung, antara lain:

  • Teori Sosial dan Praktik Politik. Jakarta: Penerbit Grafiti (1991).
  • Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus. Depok: Filsafat UI Press (2006).
  • Demokrasi dan Kekecewaan, Centre for the Study of Islam and Democracy (2009).
    Jurnal
  • Pluralisme dan Konsekwensinya: Catatan Kaki untuk Filsafat Politik’ Nurcholish
  • Madjid, Paper PSIK Universitas Paramadina (2007).
  • Feminisme versus Kearifan Lokal, Jurnal Perempuan 57 (2008).
  • Representasi, Kedaulatan, dan Etika Publik, Jentera Jurnal Hukum 20 (2010).
  • Feminist Ethics against Stigma of Theocracy-Patriarchy: a Reflection of 2014
  • Presidential Election, Jurnal Perempuan (2014).
  • Jalan Ideologi dalam Negara Demokrasi, Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial (2015).
  • Feminist Pedagogy: A Political Position, Jurnal Perempuan 21 (2016).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.