Banten

Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul

Aullia Rachma Puteri | 8 Oktober 2026, 09:30 WIB
Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
LISTYO SIGIT 3 KALI GAGAL DICOPOT

AKURAT BANTEN – Pergantian pucuk pimpinan Polri yang berlangsung pada awal Oktober 2026 kembali menjadi perhatian setelah mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap adanya sejumlah dinamika sebelum keputusan tersebut benar-benar terlaksana.

Mahfud menyebut pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sudah beberapa kali memiliki rencana untuk mengganti Listyo, tetapi rencana tersebut disebut tidak langsung terealisasi.

Pergantian akhirnya dilakukan pada 1 Oktober 2026. Komjen Pol Suyudi Ario Seto ditetapkan sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit.

Baca Juga: Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan

Pada saat yang sama, Listyo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Menurut Mahfud, salah satu alasan pengumuman pergantian tersebut berlangsung relatif mendadak adalah untuk menghindari kembali gagalnya rencana yang sebelumnya telah dibicarakan.

Ia menilai keputusan yang terlalu cepat diketahui banyak pihak berpotensi menimbulkan berbagai dinamika sebelum pergantian benar-benar dilakukan.

Dalam penjelasannya, Mahfud juga mengaitkan salah satu dinamika tersebut dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyampaikan informasi yang menurutnya pernah didengar mengenai pertemuan Gibran dengan Presiden Prabowo dalam konteks rencana pergantian Kapolri sebelumnya.

Baca Juga: Prabowo Pilih Suyudi Jadi Kapolri, Bukan Sembarangan! Ini Rekam Jejak yang Jadi Sorotan

Namun, keterangan mengenai hubungan antara pertemuan tersebut dan tertundanya pergantian Listyo merupakan penjelasan serta analisis Mahfud.

Tidak ada keterangan resmi pemerintah yang menyatakan bahwa Gibran menjadi penyebab batalnya pergantian Kapolri pada kesempatan sebelumnya.

Karena itu, informasi tersebut perlu ditempatkan sebagai pernyataan politik Mahfud, bukan sebagai fakta resmi mengenai proses pengambilan keputusan di Istana.

Mahfud juga menyoroti pola komunikasi dalam keputusan pergantian tersebut.

Baca Juga: Desakan Copot Kapolri Menguat: Kasus Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan, Prabowo Ditantang Bersikap

Menurut dia, informasi mengenai rencana pergantian kali ini dijaga hingga mendekati waktu pengumuman.

Strategi itu dinilai membuat keputusan dapat berjalan tanpa kembali menghadapi hambatan seperti yang menurutnya terjadi dalam rencana sebelumnya.

Pada hari pergantian, Listyo masih menjalankan agenda sebagai Kapolri sebelum kemudian berpindah jabatan.

Setelah proses tersebut, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara.

Baca Juga: Satu Abad Menjaga Kesetiaan, Istri Legenda Kapolri Hoegeng Berpulang, Bangsa Kehilangan Saksi Sejarah

Pengangkatan Listyo sebagai KSP didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026.

Sementara itu, Suyudi Ario Seto resmi mengisi posisi Kapolri setelah melalui mekanisme persetujuan DPR.

Pergantian tersebut kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan penyerahan Panji-Panji Polri pada 2 Oktober 2026.

Dalam kesempatan setelah pelantikan, Listyo menyampaikan pesan kepada penggantinya agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Kapolri Dikepung ‘Deadline’! Komisi III DPR Beri Waktu 1 Bulan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah

Ia juga menyebut telah cukup lama mengenal Suyudi dan menilai Kapolri baru tersebut memiliki sejumlah pengalaman untuk menjalankan tugas kepolisian.

Pergantian Listyo menjadi Suyudi berlangsung bersamaan dengan perombakan sejumlah posisi pemerintahan.

Dengan perubahan tersebut, Listyo kini menjalankan tugas sebagai KSP, sedangkan tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi Polri berada di tangan Suyudi.

Adapun cerita mengenai rencana pergantian yang disebut sempat gagal beberapa kali serta keterkaitan nama Gibran masih berada dalam ranah penjelasan Mahfud MD.

Baca Juga: Kapolri Tanggapi Fenomena 'No Viral No Justice' Minta Polisi Sigap Layani Aduan Warga, Tak Tunggu Kasus Viral

Hingga kini, keputusan resmi yang dapat dipastikan adalah pergantian Kapolri telah berlangsung dan Listyo Sigit telah mendapat jabatan baru di lingkungan Istana.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.