Prabowo Pilih Suyudi Jadi Kapolri, Bukan Sembarangan! Ini Rekam Jejak yang Jadi Sorotan

AKURAT BANTEN – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin institusi Polri.
Penunjukan tersebut menjadi perhatian karena Suyudi merupakan perwira tinggi yang memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis, baik di lingkungan kepolisian maupun lembaga penegak hukum lainnya.
Sebelum menduduki jabatan Kapolri, Suyudi dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Posisi tersebut membuat pengalaman Suyudi tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan kepolisian, tetapi juga pemberantasan peredaran narkotika.
Karier Suyudi di kepolisian juga terbilang panjang.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu pernah menjalankan tugas di bidang reserse hingga menduduki sejumlah jabatan struktural di wilayah hukum strategis.
Salah satu pengalaman pentingnya adalah ketika dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Desakan Copot Kapolri Menguat: Kasus Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan, Prabowo Ditantang Bersikap
Setelah itu, ia mendapat amanah sebagai Wakil Kepala Polda Metro Jaya sebelum kemudian menjabat Kepala Polda Banten.
Rangkaian pengalaman tersebut membuat Suyudi memiliki latar belakang yang cukup beragam sebelum akhirnya ditunjuk sebagai orang nomor satu di tubuh Polri.
Dalam proses menuju jabatan Kapolri, nama Suyudi menjadi satu-satunya calon yang diajukan Presiden kepada DPR.
Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi.
Baca Juga: Kapolri Dikepung ‘Deadline’! Komisi III DPR Beri Waktu 1 Bulan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah
Setelah proses tersebut selesai, DPR menyetujui pencalonannya sebagai Kapolri melalui keputusan yang diambil secara aklamasi.
Persetujuan parlemen itu kemudian menjadi bagian dari proses sebelum pelantikan Suyudi oleh Presiden.
Suyudi akhirnya resmi dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pemilihan Suyudi memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan Presiden Prabowo dalam menentukan pengganti Listyo Sigit.
Namun, hingga kini tidak ada penjelasan resmi yang merinci faktor tertentu sebagai alasan utama Presiden memilih Suyudi.
Sejumlah pengamat kemudian menyoroti perjalanan karier dan pengalaman Suyudi sebagai hal yang relevan untuk melihat latar belakang penunjukannya.
Pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, hingga kepemimpinan di BNN menjadi bagian dari rekam jejak yang dimilikinya.
Selain itu, pengalaman memimpin lembaga yang berkaitan langsung dengan pemberantasan narkotika juga menjadi catatan tersendiri.
Suyudi sebelumnya terlibat dalam berbagai agenda pemberantasan tindak pidana narkotika selama menjalankan tugas di BNN.
Di sisi lain, pergantian pucuk pimpinan Polri juga diikuti perubahan posisi bagi Listyo Sigit.
Setelah tidak lagi menjabat Kapolri, Listyo dipercaya menempati jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Dengan masuknya Suyudi ke posisi Kapolri, tantangan berikutnya adalah bagaimana ia menjalankan kepemimpinan di institusi tersebut.
Baca Juga: Strategi 'Gas Pol' Kapolri Berantas Narkoba dan Judol Bikin Presiden Prabowo 'Pusing', Ada Apa?
Dalam proses uji kelayakan di DPR, Suyudi telah menyampaikan sejumlah gagasan mengenai arah kepemimpinannya, termasuk konsep “Polri Bersama Masyarakat.”
Kini, Suyudi menjadi Kapolri yang memimpin Polri di tengah berbagai tuntutan terhadap institusi penegak hukum tersebut.
Pengalaman panjangnya di kepolisian dan BNN akan menjadi bagian dari latar belakang yang dibawanya dalam menjalankan tugas baru tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Adu Bukti di MK! Subhan Palal Bongkar Dalil Gugatan, Andi Azwan Beri Jawaban soal Ijazah Gibran, Ini yang Kini Dipersoalkan
- 2Remaja 17 Tahun yang Tenggelam di Jembatan Grendeng Tangerang Ditemukan Tewas
- 3Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 4Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran, Singgung Soal Kewenangan MK
- 5Tanggapi Keluhan Warga, Kelurahan Cipondoh Akui Sulit Atasi Sampah Pasar Sipon
- 6Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens
- 7Pendapatan AC Milan Tembus Rp9,4 Triliun, Kok Utangnya Malah Naik Puluhan Juta Euro? Ini Faktanya
- 8Inggris Hajar Republik Ceko 2-0 di Nations League, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- 9Gibran Bisa Tergusur? Nama Mayor Teddy Muncul sebagai Kandidat Pendamping Prabowo di 2029
- 10Bukan Jabatan Biasa! Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Dapat Bintang Mahaputera dari Prabowo








