Strategi 'Gas Pol' Kapolri Berantas Narkoba dan Judol Bikin Presiden Prabowo 'Pusing', Ada Apa?

AKURAT BANTEN-Ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas penyakit masyarakat tampaknya bukan sekadar gertakan sambal.
Belakangan, publik dihebohkan dengan momen unik saat Presiden Prabowo mengakui dirinya dibuat "pusing" oleh kinerja bawahannya, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Namun, rasa "pusing" yang dimaksud bukanlah karena kinerja yang buruk, melainkan justru karena derasnya laporan keberhasilan dan tantangan besar yang harus segera dieksekusi dalam waktu singkat.
Baca Juga: Bye-bye Macet Bitung! Akses Tol KM 25 Siap Beroperasi, Perjalanan ke Jakarta Jadi Jauh Lebih Singkat
Perintah Tegas 100 Hari Pertama
Sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo telah memberikan instruksi eksplisit kepada Kapolri untuk membereskan tiga masalah kronis bangsa: Narkoba, Penyelundupan, dan Judi Online (Judol).
Langkah cepat Polri dalam merespons arahan ini terbukti lewat pemusnahan barang bukti narkoba dalam skala raksasa.
Tak tanggung-tanggung, Polri baru saja memusnahkan ratusan ton narkoba sebagai bukti nyata komitmen perang melawan peredaran gelap zat terlarang.
"Presiden ingin keamanan dalam negeri stabil agar pertumbuhan ekonomi tidak terhambat oleh kebocoran keuangan negara akibat judol dan narkoba," tulis laporan internal terkait arahan Asta Cita.
Baca Juga: Di Balik Bencana Sumatera: KSAD Kecam Aksi 'Biadab' Sabotase Jembatan Darurat, Baut Sengaja Dilepas!
Mengapa Prabowo Menyebut "Pusing"?
Dalam berbagai kesempatan, Prabowo kerap menggunakan diksi "pusing" untuk menggambarkan betapa kompleksnya persoalan yang ia warisi, sekaligus tingginya ekspektasi terhadap para menteri dan kepala lembaga.
Bagi Kapolri, "pusing" sang Presiden adalah sinyal bahwa Polri harus bekerja lebih ekstra. Berikut adalah beberapa poin yang menjadi fokus utama Polri di bawah komando Presiden Prabowo:
Reformasi Internal: Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Pemberantasan Judol: Melacak aliran dana hingga ke bandar besar yang merusak ekonomi kelas menengah bawah.
Ketahanan Pangan: Keterlibatan Polri dalam mendukung swasembada pangan, termasuk rekrutmen personel dengan keahlian pertanian.
Sinergi di Tengah Kritik
Meski dihujani apresiasi, tantangan Polri tidaklah kecil. Presiden Prabowo bahkan sampai membentuk Komisi Reformasi Polri yang melibatkan tokoh-tokoh kritis seperti Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie.
Hal ini menunjukkan bahwa Presiden ingin Polri tidak hanya kuat secara penegakan hukum, tetapi juga bersih secara institusi.
Hubungan antara Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit sendiri terlihat sangat solid. Di momen Natal 2025, Presiden bahkan menyempatkan diri menghadiri Open House di kediaman Kapolri, sebuah gestur politik yang menunjukkan kedekatan personal dan profesionalitas yang tinggi di antara keduanya.
Baca Juga: Fakta-fakta 'Minggu Berdarah' di Besuki: Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, CCTV Sengaja Dimatikan?
Kesimpulan
Rasa "pusing" yang dialami Presiden Prabowo adalah refleksi dari beban kerja yang masif demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dengan dukungan penuh dari institusi Polri, tantangan besar seperti narkoba dan judi online kini menghadapi lawan yang sepadan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









