Banten

Fakta-fakta 'Minggu Berdarah' di Besuki: Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, CCTV Sengaja Dimatikan?

Saeful Anwar | 30 Desember 2025, 08:40 WIB
Fakta-fakta 'Minggu Berdarah' di Besuki: Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, CCTV Sengaja Dimatikan?

"Tragedi memilukan menimpa satu keluarga di Besuki, Situbondo. Ditemukan bersimbah darah dengan luka sayat di leher, polisi temukan fakta mengejutkan soal CCTV yang mati saat kejadian."

AKURAT BANTEN – Keheningan Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, pecah seketika pada Minggu pagi (28/12/2025).

Sebuah tragedi mengerikan terungkap di balik pintu sebuah rumah yang tampak tenang.

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan di leher.

Tragedi ini menyisakan teka-teki besar: Siapa pelakunya, dan apa motif di balik aksi keji ini?

 Baca Juga: Misteri Minggu Pagi di Desa Demung: Satu Keluarga di Situbondo Ditemukan Tewas, Anak Tergeletak di Kamar Mandi

Kronologi Penemuan: Bermula dari "Antaran Tempe"

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Abdur (60), ayah dari korban Suningsih.

Seperti biasa, pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB, Abdur berniat mengantarkan tempe ke rumah anaknya.

Namun, ketukan pintu berkali-kali tak kunjung mendapat jawaban.

Curiga namun tak ingin berpikir buruk, Abdur masuk melalui pintu samping yang kebetulan tidak terkunci.

Ia meletakkan tempe di dapur lalu keluar. Namun, firasatnya tak tenang. Setengah jam kemudian, ia kembali masuk ke dalam rumah.

Langkah Abdur terhenti saat melihat menantunya, Muhammad Hasim (58), tergeletak tak bernyawa di area kamar mandi.

Dalam kepanikan luar biasa, ia mencari anak dan cucunya. Dunianya seolah runtuh saat menemukan sang anak,

Suningsih (38), dan cucunya, Umi Rahmania (18), juga telah tewas bersimbah darah di dalam kamar.

Baca Juga: Tega! Dana Bantuan Banjir Samosir Disunat Kadinsos, Modus Ubah Tunai Jadi Barang

Barang Bukti: Pisau Tajam dan 5 Ponsel yang Membisu

Satreskrim Polres Situbondo bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang diharapkan bisa menjadi kunci pengungkapan kasus ini.

"Kami mengamankan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, serta lima unit handphone milik korban di lokasi kejadian," ujar AKP Agung Hartawan.

Yang mengejutkan, polisi menemukan fakta bahwa kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di area rumah dalam kondisi mati atau tidak aktif saat kejadian berlangsung.

Hal ini memicu spekulasi apakah pelaku sudah merencanakan aksinya dengan sangat matang termasuk melumpuhkan sistem keamanan rumah.

Baca Juga: Yogyakarta Terkepung Banjir: Gunungkidul dan Bantul Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem 28 Desember 2025

Fakta-Fakta Mengejutkan di Lapangan

Berdasarkan pemeriksaan awal dan olah TKP, terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan penyidik:

Luka Sayatan Identik: Ketiga korban mengalami luka serupa, yakni sayatan benda tajam pada bagian leher.

Tidak Ada Barang Hilang: Dugaan motif perampokan sementara ini dikesampingkan karena tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga milik korban.

Proses Autopsi: Saat ini, ketiga jenazah berada di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk menjalani autopsi guna memastikan waktu dan penyebab pasti kematian.

Baca Juga: Tragedi di Labuan Bajo: Pelatih Valencia B dan 3 Anaknya Hilang Saat Kapal Tenggelam di Pulau Padar, Ini Daftarnya

Menanti Titik Terang

Polres Situbondo kini tengah bekerja keras menyisir segala kemungkinan.

Meskipun CCTV di rumah korban mati, polisi tetap memeriksa rekaman dari area sekitar dan mendalami data dari lima ponsel yang disita.

"Kami masih menunggu hasil resmi dari tim forensik. Hasil autopsi akan menjadi bagian vital dalam penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik kematian satu keluarga ini," pungkas AKP Agung.

Kini, warga Besuki hanya bisa terdiam dalam duka dan tanya, berharap keadilan segera ditegakkan bagi keluarga Muhammad Hasim (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman