Fakta-fakta 'Minggu Berdarah' di Besuki: Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, CCTV Sengaja Dimatikan?

"Tragedi memilukan menimpa satu keluarga di Besuki, Situbondo. Ditemukan bersimbah darah dengan luka sayat di leher, polisi temukan fakta mengejutkan soal CCTV yang mati saat kejadian."
AKURAT BANTEN – Keheningan Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, pecah seketika pada Minggu pagi (28/12/2025).
Sebuah tragedi mengerikan terungkap di balik pintu sebuah rumah yang tampak tenang.
Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan di leher.
Tragedi ini menyisakan teka-teki besar: Siapa pelakunya, dan apa motif di balik aksi keji ini?
Kronologi Penemuan: Bermula dari "Antaran Tempe"
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Abdur (60), ayah dari korban Suningsih.
Seperti biasa, pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB, Abdur berniat mengantarkan tempe ke rumah anaknya.
Namun, ketukan pintu berkali-kali tak kunjung mendapat jawaban.
Curiga namun tak ingin berpikir buruk, Abdur masuk melalui pintu samping yang kebetulan tidak terkunci.
Ia meletakkan tempe di dapur lalu keluar. Namun, firasatnya tak tenang. Setengah jam kemudian, ia kembali masuk ke dalam rumah.
Langkah Abdur terhenti saat melihat menantunya, Muhammad Hasim (58), tergeletak tak bernyawa di area kamar mandi.
Dalam kepanikan luar biasa, ia mencari anak dan cucunya. Dunianya seolah runtuh saat menemukan sang anak,
Suningsih (38), dan cucunya, Umi Rahmania (18), juga telah tewas bersimbah darah di dalam kamar.
Baca Juga: Tega! Dana Bantuan Banjir Samosir Disunat Kadinsos, Modus Ubah Tunai Jadi Barang
Barang Bukti: Pisau Tajam dan 5 Ponsel yang Membisu
Satreskrim Polres Situbondo bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang diharapkan bisa menjadi kunci pengungkapan kasus ini.
"Kami mengamankan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, serta lima unit handphone milik korban di lokasi kejadian," ujar AKP Agung Hartawan.
Yang mengejutkan, polisi menemukan fakta bahwa kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di area rumah dalam kondisi mati atau tidak aktif saat kejadian berlangsung.
Hal ini memicu spekulasi apakah pelaku sudah merencanakan aksinya dengan sangat matang termasuk melumpuhkan sistem keamanan rumah.
Baca Juga: Yogyakarta Terkepung Banjir: Gunungkidul dan Bantul Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem 28 Desember 2025
Fakta-Fakta Mengejutkan di Lapangan
Berdasarkan pemeriksaan awal dan olah TKP, terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan penyidik:
Luka Sayatan Identik: Ketiga korban mengalami luka serupa, yakni sayatan benda tajam pada bagian leher.
Tidak Ada Barang Hilang: Dugaan motif perampokan sementara ini dikesampingkan karena tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga milik korban.
Proses Autopsi: Saat ini, ketiga jenazah berada di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk menjalani autopsi guna memastikan waktu dan penyebab pasti kematian.
Menanti Titik Terang
Polres Situbondo kini tengah bekerja keras menyisir segala kemungkinan.
Meskipun CCTV di rumah korban mati, polisi tetap memeriksa rekaman dari area sekitar dan mendalami data dari lima ponsel yang disita.
"Kami masih menunggu hasil resmi dari tim forensik. Hasil autopsi akan menjadi bagian vital dalam penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik kematian satu keluarga ini," pungkas AKP Agung.
Kini, warga Besuki hanya bisa terdiam dalam duka dan tanya, berharap keadilan segera ditegakkan bagi keluarga Muhammad Hasim (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!



