'Lebih Baik Jadi Petani!': Kapolri Listyo Sigit Meledak, Tolak Mentah-Mentah Wacana Polri di Bawah Kementerian

AKURAT BANTEN– Suasana rapat kerja Komisi III DPR RI pada Senin (26/1/2026) mendadak riuh.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan mengejutkan sekaligus berani terkait wacana penempatan institusi Polri di bawah kementerian.
Tak tanggung-tanggung, sang Jenderal menegaskan lebih memilih menanggalkan jabatannya atau menjadi petani ketimbang harus memimpin Polri di bawah kendali menteri.
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan, melainkan sinyal keras mengenai pertaruhan independensi Korps Bhayangkara.
Berikut adalah poin-poin tajam di balik penolakan keras sang Kapolri yang kini menjadi sorotan publik.
1. "Melemahkan Negara dan Presiden"
Jenderal Listyo Sigit menilai bahwa wacana menggeser posisi Polri ke bawah kementerian bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan ancaman bagi stabilitas nasional.
Menurutnya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden adalah struktur yang paling ideal.
"Saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden," tegas Sigit dengan nada bicara yang mantap.
Baca Juga: Resmi Jadi ASN PPPK per 1 Februari 2026, Segini Gaji Pegawai Inti SPPG Program Makan Bergizi Gratis
2. Sinyal "Matahari Kembar" di Penegakan Hukum
Salah satu alasan kuat penolakan ini adalah potensi munculnya dualisme kepemimpinan atau "matahari kembar".
Kapolri mengkhawatirkan birokrasi kementerian akan menghambat gerak cepat Polri dalam merespons perintah langsung Kepala Negara, terutama dalam situasi darurat atau menjaga keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Baca Juga: Usai Diperiksa Tujuh Jam di KPK Gus Alex Pilih Bungkam dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
3. Tolak Tawaran Lewat WhatsApp: "Saya Pilih Jadi Petani"
Cerita menarik terungkap dalam rapat tersebut. Sigit mengaku sempat dihubungi oleh beberapa pihak melalui pesan WhatsApp yang menawarkan posisi sebagai "Menteri Kepolisian" jika wacana tersebut terealisasi.
Namun, jawaban sang Jenderal sangat menohok: "Saya tegaskan, saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," ujarnya, yang disambut tepuk tangan riuh dari para anggota DPR.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Zidane di Davos, Sepak Bola Nasional Masuk Agenda Besar Presiden
4. Menjaga Marwah Reformasi
Kapolri mengingatkan bahwa posisi Polri saat ini adalah mandat sah dari Reformasi 1998, yang diperkuat oleh TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000.
Memindahkan Polri ke bawah kementerian dianggap sebagai langkah mundur yang dapat menyeret kepolisian ke dalam pusaran politik praktis melalui intervensi kementerian.
Baca Juga: Jelang Duel Panas vs Persija, Persita Tangerang Pasang Target Tinggi, Ini Kata Carlos Pena
5. Dukungan "Menyala" dari DPR
Sikap tegas Kapolri ini mendapat dukungan penuh dari Komisi III DPR. Ketua Komisi III,
Habiburokhman, bahkan melontarkan seruan "Menyala Kapolri!" sebagai bentuk apresiasi atas keberanian Sigit mempertahankan integritas institusi.
DPR sepakat bahwa penguatan Polri seharusnya fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik, bukan dengan mengubah struktur yang sudah mapan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 8Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap








