Banten

BBM RON 92 Kembali Tersedia di SPBU bp, Stok Premium Masih Terbatas

Andi Syafrani | 30 Oktober 2025, 20:02 WIB
BBM RON 92 Kembali Tersedia di SPBU bp, Stok Premium Masih Terbatas

AKURAT BANTEN - Setelah sempat langka selama beberapa bulan terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau BP 92 akhirnya kembali tersedia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bp di Indonesia.

Kabar baik ini disambut antusias oleh para pengguna kendaraan yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan oktan menengah tersebut.

Baca Juga: Bikin Resah Warga, Polisi Buru Preman di Pasar Jombang Tangsel yang Ancam Pedagang Pakai Golok

Kembalinya pasokan BP 92 ini menyusul hasil pertemuan antara pengelola SPBU swasta dan Pertamina, yang difasilitasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam pertemuan itu, seluruh badan usaha pengelola SPBU swasta sepakat untuk menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pertamina terkait mekanisme pembelian dan distribusi BBM.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di Tanah Air.

“Kami mendorong adanya kolaborasi antara SPBU swasta dan Pertamina agar distribusi energi bisa berjalan lancar, tanpa ada kelangkaan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Hari kedua Pemkot Tangerang Gencarkan Uji Emisi, 39 Kendaraan Dinyatakan Tidak Lulus

Sementara itu, pihak manajemen SPBU bp juga menyampaikan bahwa mereka tetap berkomitmen melayani pelanggan dengan produk berkualitas.

“SPBU bp tetap setia melayani pelanggan dengan produk unggulan, fasilitas nyaman, dan layanan tambahan seperti tenant yang tetap beroperasi menemani perjalanan Anda,” tulis bp Indonesia dalam pernyataannya di media sosial.

Meski begitu, pasokan untuk BBM beroktan tinggi RON 95 atau BP Ultimate diketahui masih belum stabil. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa varian premium tersebut belum tersedia di beberapa titik SPBU, terutama di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.

Baca Juga: Kemenhub Siapkan Extra Flight dan Tiket Murah Sambut Libur Natal-Tahun Baru 2026

Kelangkaan BBM di SPBU swasta, termasuk bp dan Shell, sempat terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Kondisi ini memicu antrian panjang di SPBU Pertamina karena pengguna kendaraan beralih ke produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga telah memberikan solusi bagi badan usaha pengelola SPBU swasta agar memanfaatkan kuota impor milik Pertamina. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan stok BBM di jaringan SPBU swasta yang sempat kosong selama beberapa minggu.

“Kalau ingin cepat normal, gunakan kuota impor Pertamina. Pemerintah siap memfasilitasi,” kata Bahlil.

Baca Juga: BIKIN HEBOH! Pegawai SATPOL PP, Gegara Jago Bahasa Inggris, 'Paksa' Gubernur Realisasikan Program Bahasa bagi ASN DKI

Dengan mulai pulihnya pasokan, harga BBM di SPBU bp pun kembali diumumkan secara resmi.

Untuk periode akhir Oktober 2025, harga BBM di SPBU bp tercatat sebagai berikut: BP 92 dijual Rp12.890 per liter, BP Ultimate Rp13.420 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.270 per liter.

Pengamat energi, Herman Dwianto, menilai langkah kolaboratif ini penting agar pasar BBM nasional tidak tergantung pada satu pihak.

“Sinergi antara swasta dan BUMN energi akan menciptakan stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan BBM di seluruh daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Purnawirawan TNI Tewas Tertabrak KA Dhoho di Malang, Diduga Tak Mendengar Klakson Masinis

Pemerintah berharap kerja sama yang terjalin ini bisa menjadi model distribusi energi ke depan, agar masyarakat tidak lagi menghadapi situasi kelangkaan seperti beberapa waktu lalu.

Dengan pulihnya BP 92, diharapkan sektor transportasi dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar menjelang akhir tahun.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC