Banten

Mengejutkan! Sentil Wakil Rakyat, Maudy Ayunda Unggah Surat Terbuka Saat Gelombang '17+8 Tuntutan Rakyat' Menggema

Saeful Anwar | 8 September 2025, 10:44 WIB
Mengejutkan! Sentil Wakil Rakyat, Maudy Ayunda Unggah Surat Terbuka Saat Gelombang '17+8 Tuntutan Rakyat' Menggema

AKURAT BANTEN-Saat gelombang demonstrasi '17+8 Tuntutan Rakyat' sedang ramai-ramainya, musisi dan aktivis Maudy Ayunda ikut bersuara.

Lewat sebuah surat terbuka yang diunggah di media sosialnya, Maudy memberikan tanggapan tajam tentang kondisi politik saat ini, bahkan menyentil langsung para wakil rakyat.

Gerakan '17+8 Tuntutan Rakyat' ini muncul sebagai respons atas kekecewaan publik terhadap kinerja DPR RI.

Gerakan ini bukan sekadar protes biasa, melainkan sebuah aksi terstruktur dengan 17 tuntutan jangka pendek yang harus dipenuhi paling lambat 5 September 2025, dan 8 tuntutan jangka panjang yang ditargetkan tercapai pada 31 Agustus 2026.

Tuntutan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kinerja DPR yang dianggap buruk, boros anggaran, dan bahkan meminta kenaikan tunjangan di saat rakyat sedang berjuang.

Baca Juga: Respons Mengejutkan Presiden Prabowo soal Tuntutan Rakyat: 17+8 Tuntutan Rakyat Mana yang Masuk Akal?

Dalam surat terbukanya, Maudy Ayunda mengatakan bahwa apa yang terjadi di Indonesia saat ini terasa seperti cerita yang diangkat dari buku legendaris "Pedagogy of the Oppressed" karya Paulo Freire.

"Ironis dan miris rasanya, saya merasa seolah buku itu sedang menulis tentang kenyataan kita," tulis Maudy.

Buku karya Freire ini berbicara tentang bagaimana kaum tertindas bisa menyadari penindasan yang mereka alami dan bangkit untuk melawan.

Bagi Maudy, gelombang demonstrasi '17+8 Tuntutan Rakyat' ini adalah wujud nyata dari pemahaman tersebut. Suara rakyat yang sudah lama terpendam kini tak bisa lagi diabaikan.

Baca Juga: Innalillahi! Kondisi Terbaru Sule: Dari Komedian Hebat hingga Dikabarkan Terbaring Lemah dan Terlihat Merintih Kesakitan!

Maudy Minta Para Pemimpin Beraksi, Bukan Hanya Sekadar Mendengar

Maudy Ayunda tidak hanya menyamakan situasi saat ini dengan buku yang ia baca, tetapi juga memberikan pesan tegas kepada para wakil rakyat.

Ia meminta agar suara rakyat tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata dan transparan.

"Kami mohon, jangan hanya dibaca atau didengar. Tapi diwujudkan dalam langkah nyata: transparan, bisa jadi pegangan, dan memberi akuntabilitas yang jelas bagi kita semua," tegasnya.

Pesan ini sangat relevan di tengah tuntutan akuntabilitas dan transparansi yang terus digaungkan oleh masyarakat.

Baca Juga: 3 Titik Demo 8 September di Jakarta, Beda Hari Beda Tuntutannya

Maudy juga secara khusus mengingatkan para wakil rakyat untuk tidak meremehkan rakyat.

Empati atau Keserakahan? Maudy Ayunda Titip Pesan Menohok

Di akhir suratnya, Maudy Ayunda memberikan pesan yang sangat menohok: pilihlah empati daripada keserakahan.

Ia mendorong para wakil rakyat untuk melakukan tindakan nyata, bukan hanya sekadar mendengarkan demi pencitraan.

"Tolong jangan anggap remeh rakyat. Pilihlah empati daripada keserakahan. Pilihlah tindakan nyata, bukan sekadar mendengarkan secara performatif. Pilihlah untuk berubah, meski itu sulit," tutup Maudy(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman