Banten

Dua Pemotor Terluka Usai Mobil Tabrak Separator Busway di Jatinegara Timur

Moehamad Dheny Permana | 25 Juli 2025, 19:17 WIB
Dua Pemotor Terluka Usai Mobil Tabrak Separator Busway di Jatinegara Timur

Akurat Banten - Jumat, 25 Juli 2025 di kawasan Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur, berubah menjadi momen penuh kepanikan.

Sebuah mobil yang ditumpangi dua karyawan swasta secara tak terduga menabrak separator lintasan bus TransJakarta (busway), dan peristiwa itu berujung pada luka-luka yang dialami dua pengendara sepeda motor.

Kejadian bermula ketika mobil melaju dari arah Matraman Raya menuju Jalan Dewi Sartika.

Di tengah perjalanan, tepatnya saat hendak berpindah ke lajur kiri, mobil tersebut justru menghantam separator busway yang diklaim tidak terlihat jelas oleh pengemudi.

“Saya tadi dari RSCM mau ke arah Jalan Raya Bogor, lewat sini jalan kemudian pada saat jalan tidak tahu ada separator, tiba-tiba langsung menabrak,” ujar Yudha, pengemudi mobil tersebut.

Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek cukup parah.

Yudha pun segera memeriksa kondisi temannya yang duduk di kursi penumpang, sebelum keluar dari mobil untuk meninjau kerusakan.

Namun belum sempat menyadari situasi secara keseluruhan, suara benturan kembali terdengar dari belakang mobil.

“Saya lihat teman saya dulu, saya turun baru di belakang tiba-tiba sudah ada motor menabrak mobil saya. Pas saya turun kaca mobil saya sudah pecah dihantam oleh motor,” jelas Yudha.

Baca Juga: Dorong Sekolah Aman, PPAPP Jakut Aktifkan PPIK Remaja di Enam Sekolah

Sepeda motor yang datang dari belakang menabrak bagian belakang mobil dengan cukup keras, menyebabkan kaca mobil pecah.

Seorang wanita yang dibonceng di sepeda motor mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara pengendara sepeda motor harus dibantu dengan taksi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Petaka ini bukan hanya soal kelalaian berkendara, tapi juga menyingkap persoalan serius tentang tata kelola jalan di ibu kota.

Separator busway yang seharusnya menjadi pembatas aman justru menjadi jebakan ketika tidak dilengkapi tanda atau garis pembatas yang jelas.

Dalam kondisi jalan yang padat dan kompleks, setiap elemen jalan yang tidak terlihat bisa jadi pemicu kecelakaan serius.

“Saya tidak tahu ada separator. Karena pas jalan pertamanya memang tidak ada, jadi tidak tahu ternyata ada pas di tengah jalan,” tambah Yudha.

Baca Juga: PSSI Ajukan Protes ke AFC, Jadwal Laga Timnas Indonesia vs Irak Resmi Diubah

Pihak kepolisian dari Unit Laka Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur langsung turun tangan untuk melakukan olah TKP.

Kedua kendaraan yang terlibat kini diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan tidak hanya bergantung pada pengemudi, tetapi juga pada infrastruktur yang aman dan informatif.

Separator yang tidak diberi tanda atau rambu jelas bukan hanya sekadar pelanggaran estetika, tapi bisa merenggut nyawa.

Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran dan pemicu evaluasi menyeluruh terhadap desain jalanan Jakarta demi keselamatan bersama.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.