Banten

BPPKB Banten Minta Maaf atas Insiden di Pasar Kramat Jati: Komitmen Taat Hukum dan Jaga Sinergi

Moehamad Dheny Permana | 18 Mei 2025, 10:25 WIB
BPPKB Banten Minta Maaf atas Insiden di Pasar Kramat Jati: Komitmen Taat Hukum dan Jaga Sinergi

Akurat Banten - Pengurus Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik terkait insiden yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rapiudin secara khusus meminta maaf kepada Kepala Keamanan Pasar Induk Kramat Jati, Teguh, yang diketahui merupakan purnawirawan Polri.

Insiden yang sempat viral di media sosial itu melibatkan seorang pria dari ormas BPPKB berinisial PP yang diduga melakukan intimidasi terhadap Teguh.

Dalam video yang tersebar, terlihat pelaku berteriak dan mendorong korban yang sedang memegang ponsel, didampingi petugas sekuriti lainnya.

“Kami atas nama pengurus dan anggota BPPKB Banten Unit Pasar Induk yang baru dikukuhkan sekitar sebulan lalu menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan tersebut,” ujar Rapiudin.

Baca Juga: Operasi Berantas Jaya 2025: Polisi Tangkap 11 'Pak Ogah' dan Juru Parkir Liar di Cengkareng

Dalam penjelasannya, Rapiudin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tetap tunduk dan taat pada aturan yang berlaku.

Ia juga menyampaikan bahwa ormas BPPKB Banten selama ini menjalin hubungan baik dan bersinergi dengan PD Pasar Jaya selaku pengelola serta PT Rafik Karya Mandiri (RKM).

"Sejak awal kami bersikap kooperatif dan menjunjung tinggi ketertiban di lingkungan pasar. Bahkan sebelum kejadian, kami sudah menemui pihak pengelola untuk menyampaikan aspirasi para pedagang kaki lima agar bisa beroperasi pada jam tertentu," jelasnya.

Permohonan dari para PKL itu, menurutnya, masih dalam proses pembahasan internal pengelola, sehingga belum ada keputusan yang dikeluarkan.

Baca Juga: DPR Kecam Kemenkes Soal Perizinan Dokter Umum yang Boleh Lakukan Operasi Caesar di Daerah 3T

Terkait pemicu insiden, Rapiudin menyebut bahwa PP, oknum anggota ormas, diduga mendapatkan informasi yang tidak akurat sehingga emosinya terpancing.

Padahal, suasana pasar saat itu dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.

"Sesaat sebelum kejadian, kami sempat berdiskusi dengan Pak Teguh dan sekuriti lain. Tidak ada masalah. Namun, tiba-tiba PP datang dalam keadaan emosi karena kabar yang keliru," ujarnya.

Polda Metro Jaya bertindak cepat atas kejadian ini. Pelaku berinisial PP (44) ditangkap oleh tim Resmob Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Baca Juga: Heboh Grup Facebook Fantasi Sedarah, Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Konten Menyimpang yang Menggemparkan Netizen

Penangkapan dilakukan di sebuah kontrakan di kawasan Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

AKBP Resa Fiardi Marasabessy menyatakan bahwa pelaku saat ini sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai penutup, Rapiudin menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal dan meningkatkan pembinaan terhadap anggotanya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan lebih ketat dalam pengawasan dan pembinaan. Kami ingin memastikan kehadiran kami di tengah masyarakat memberikan manfaat, bukan menciptakan keresahan,” tutupnya.

Baca Juga: KISAH INSPIRATIF : Semangat Baja Nera, Sang Gadis Cilik Penjelajah Citarum Pergi Ke Sekolah Berjalan Kaki, Hingga Gerakkan Hati Gubernur Jabar!

Melalui langkah cepat permintaan maaf ini, BPPKB Banten berharap bisa kembali menjalin kepercayaan dengan pihak pengelola pasar, aparat keamanan, serta masyarakat luas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.