Banten

Kejutan dari Vatikan: Kardinal Amerika Serikat, Robert Francis Prevost, Terpilih Menjadi Paus Leo XIV!

Saeful Anwar | 9 Mei 2025, 09:50 WIB
Kejutan dari Vatikan: Kardinal Amerika Serikat, Robert Francis Prevost, Terpilih Menjadi Paus Leo XIV!

 

AKURAT BANTEN- Kabar mengejutkan sekaligus bersejarah datang dari jantung Gereja Katolik di Vatikan.

Setelah melalui proses konklaf yang berlangsung sejak Rabu (7/5/2025), kepulan asap putih membubung dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis (8/5/2025) petang waktu setempat, menandakan terpilihnya pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Sosok yang terpilih kali ini sungguh tak terduga: Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, yang kini menyandang nama Paus Leo XIV.

Baca Juga: Disperindag Mengaku Tidak ada Biaya Sewa dalam Bentuk Apapun dan Keduanya akan Diminta Klarifikasi, Yaperma: Indag Jangan Mengelak!

Lautan manusia yang memadati Lapangan Santo Petrus seketika bergemuruh menyambut sinyal berakhirnya konklaf.

Penantian panjang dan spekulasi akhirnya terjawab dengan munculnya seorang Paus baru di balkon Basilika Santo Petrus.

Momen ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 2000 tahun sejarah Gereja Katolik, takhta suci dipimpin oleh seorang putra Amerika Serikat.

Baca Juga: Mengungkap Keajaiban Detik-detik Waisak 2025: Gerbang Terbuka Menuju Pencerahan

Siapa Sebenarnya Paus Leo XIV?

Robert Francis Prevost, kini berusia 69 tahun, bukanlah sosok yang asing dalam hirarki Vatikan.

Ia dikenal sebagai seorang misionaris berpengalaman yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan pastoral di Peru selama bertahun-tahun.

Dedikasinya dan pemahamannya akan dinamika Gereja global membawanya menduduki posisi penting sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup.

Baca Juga: STOP PRESS! Gelombang PHK Massal di Google, 200 Karyawan Jadi Korban Transformasi Digital

Lembaga ini memiliki peran krusial dalam penunjukan uskup-uskup di seluruh dunia.

Pemilihan Kardinal Prevost sebagai Paus Leo XIV menandai sebuah babak baru dan perubahan signifikan dalam kepemimpinan Gereja Katolik.

Latar belakangnya sebagai seorang misionaris dan pengalamannya memimpin Dikasteri untuk Para Uskup memberikan perspektif yang unik dalam menghadapi tantangan-tantangan global yang dihadapi umat Katolik saat ini.

Baca Juga: Diskon Menarik Taman Safari Bogor di Pameran HAPPY PAW Living World Alam Sutera

Konklaf yang Lebih Besar dan Penuh Misteri

Konklaf kali ini melibatkan 133 kardinal elektor, jumlah yang lebih besar dibandingkan konklaf tahun 2005 dan 2013 yang masing-masing diikuti oleh 115 kardinal.

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, turut hadir dalam konklaf bersejarah ini, menjadi partisipasi pertamanya setelah ditahbiskan menjadi kardinal pada tahun 2019.

Baca Juga: Nadira, Pemudi Tangsel Ukir Prestasi Gemilang di Panggung Nasional: Suarakan Aspirasi Pemuda di Hadapan Wali Kota se-Indonesia!

Proses pemilihan Paus dalam konklaf sangatlah tertutup dan penuh kerahasiaan.

Sejak diformalkan pada tahun 1274, para kardinal dikarantina untuk memastikan fokus penuh pada pemilihan tanpa adanya intervensi dari pihak luar.

Hasil pemungutan suara tidak pernah diumumkan secara publik, namun terpilihnya seorang Paus membutuhkan minimal dua pertiga suara, yang berarti Kardinal Prevost berhasil mengantongi setidaknya 90 suara.

Baca Juga: Interior Cerdas, Tagihan Hemat: Trik Jitu Mengatur Ruangan agar Listrik Tak Boros

Momen Emosional dan Sorak Sorai Umat

Sebelum tampil di hadapan publik, Paus Leo XIV menjalani momen emosional di "Ruangan Air Mata", sebuah ruang pribadi di balik Kapel Sistina.

Di ruangan inilah, para Paus terpilih merenungkan beratnya tanggung jawab yang akan mereka emban.

Saat Paus Leo XIV akhirnya muncul di balkon Basilika Santo Petrus, ribuan umat Katolik yang memadati lapangan sontak bersorak gembira, meneriakkan "Viva il Papa!" (Hidup Paus!).

Baca Juga: Rahasia Mengembangkan Personal Branding Kuat di LinkedIn

Keempat balkon di sampingnya dipenuhi oleh para kardinal elektor yang turut menyaksikan momen bersejarah ini, sebagian dari mereka tampak tersenyum bangga dan lega.

Terpilihnya Paus Leo XIV menjadi penanda era baru bagi Gereja Katolik.

Dunia kini menanti dengan antusias langkah-langkah dan visi yang akan dibawa oleh pemimpin baru ini dalam mengemban tugas sucinya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman