Banten

Langkah Berani Prabowo: Indonesia Ulurkan Tangan Evakuasi Ribuan Warga Gaza di Tengah Konflik Berkepanjangan

Saeful Anwar | 12 April 2025, 11:36 WIB
Langkah Berani Prabowo: Indonesia Ulurkan Tangan Evakuasi Ribuan Warga Gaza di Tengah Konflik Berkepanjangan

 

AKURAT BANTEN – Di tengah duka mendalam yang terus melanda Jalur Gaza, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam aksi kemanusiaan.

Prabowo secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mengevakuasi seribu warga Gaza ke Indonesia.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Prabowo di Antalya, Turki, pada Jumat (11/4/2025), sekaligus meluruskan persepsi bahwa langkah ini bukanlah sebuah relokasi permanen.

Baca Juga: Jeratan Hukum Menanti Dokter PPDS, Polda Jabar Ungkap Deretan Korban

"Oh tidak (relokasi), untuk membantu," tegas Prabowo, menekankan bahwa inisiatif ini murni didasari oleh alasan kemanusiaan.

Meskipun demikian, detail pelaksanaan evakuasi masih dalam tahap koordinasi intensif dengan berbagai kepala negara dan pihak terkait di Palestina.

"Ini saya sedang konsultasi. Nanti saya ketemu dengan pimpinan-pimpinan dari Palestina juga bagaimana cara nanti pelaksananya," jelas Prabowo.

Baca Juga: Tips dan Trik Mengelola Keuangan Usaha bagi Pengusaha Pemula

Sebelumnya, pada Selasa malam (8/4/2025), menjelang keberangkatannya ke Timur Tengah, Prabowo telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pesawat guna mengevakuasi warga Palestina yang terluka, trauma, termasuk anak-anak yatim piatu.

"Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapa pun yang oleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak yang terkait di situ, mereka ingin dievakuasi ke Indonesia. Kami siap mengirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka," ujarnya dengan nada tegas.

Prabowo juga menggarisbawahi bahwa evakuasi ini memiliki persyaratan mutlak: persetujuan dari semua pihak terkait dan sifatnya yang hanya sementara.

Baca Juga: Bisnis Properti 2025: Masih Menguntungkan atau Mulai Kehilangan Daya Tarik?

"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai mereka pulih sehat kembali. Dan pada saat mereka pulih sehat kembali, kondisi di Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka asal," terangnya.

Reaksi dan Pertanyaan dari Tokoh Masyarakat

Rencana mulia Prabowo ini tak luput dari sorotan dan pertanyaan. Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, secara terbuka mempertanyakan jaminan kepulangan warga Gaza yang dievakuasi ke Indonesia.

Baca Juga: Dampak AI terhadap Industri Bisnis: Ancaman atau Peluang yang Menguntungkan?

Mengingat situasi terkini di Jalur Gaza yang diduduki oleh Israel, Anwar Abbas menyuarakan keraguannya.

"Pertanyaan saya ya, Pak Prabowo bisa menjamin mereka bisa kembali? Bisa dikembalikan lalu diterima oleh Israel? Itu Gaza itu sekarang bukan di bawah pemerintahan Palestina, itu sekarang didudukin oleh Israel ya," kata Anwar kepada wartawan pada Jumat (11/4/2025).

Anwar Abbas juga menyinggung adanya dugaan rencana dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengosongkan Gaza dari penduduknya.

Baca Juga: Pertarungan Investasi: Kripto vs. Saham, Siapa yang Lebih Unggul di Era Digital?

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas dan dampak dari rencana evakuasi Prabowo.

"Jadi yang berkuasa di Gaza itu sekarang adalah Israel, (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan Donald Trump sudah membuat kesepakatan akan mengusir dan mengosongkan Gaza dari warganya," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas mempertanyakan apakah inisiatif Indonesia ini akan disambut baik oleh AS dan Israel, mengingat adanya dugaan rencana mereka untuk "mengusir" warga Gaza. "

Baca Juga: Megawati 'Megatron' Pamit: Air Mata Perpisahan dan Legacy yang Tak Terlupakan di Red Sparks!

Jadi Israel dan Amerika akan mengusir warga Gaza keluar dari Gaza, lalu Pak Prabowo akan mengevakuasi rakyat Gaza yang terluka yang sakit dan anak-anak.

Pertanyaan saya, kira-kira Israel dan Amerika senang apa tidak senang?" tanyanya retoris.

Keraguan akan kepulangan warga Palestina juga menjadi poin penting yang diangkat oleh Anwar Abbas.

Ia mengingatkan bahwa konflik di Gaza telah merenggut lebih dari 50 ribu nyawa dan belum ada kejelasan kapan akan berakhir.

Baca Juga: Perang Tarif Memanas: Xi Jinping Balas Telak Trump, Dunia Dagang Bergejolak!

"Kata Pak Prabowo itu sifatnya sementara, pertanyaan saya, kan katanya sampai kondisi di Gaza Kondusif, Pertanyaan saya sampai kapan itu? Saya bisa jawab, kondisi Gaza akan aman kalau seluruh rakyat Gaza sudah diusir, Iya kan?" tegasnya.

Usulan Alternatif: Fokus pada Bantuan di Dalam Gaza. Sebagai alternatif, Anwar Abbas menyarankan agar pemerintah Indonesia lebih fokus pada pemberian bantuan medis di dalam wilayah Gaza.

Ia berharap Prabowo dapat memanfaatkan kunjungannya ke lima negara untuk meminta dukungan pendirian rumah sakit di Gaza.

Baca Juga: GEGER BINTARO, TANGSEL: Upaya Kubur Bayi di Balik Tanggul Boulevard, Pelaku Tertangkap!

"Makanya bagi saya Kalau Prabowo sekarang ini berkunjung ke lima negara, jangan minta dukungan mereka supaya mereka mendukung Indonesia membawa rakyat Gaza keluar dari Gaza untuk diobatin, jangan itu, diminta dukungannya. Tapi, mintalah dukungan kepada lima negara tadi supaya mereka mendukung gagasan prabowo untuk mendirikan rumah sakit di Gaza," usulnya.

Anwar Abbas menilai bahwa rencana evakuasi ini lebih menekankan pada aspek kemanusiaan, namun kurang mempertimbangkan aspek keadilan.

"Pak Prabowo lebih menunjukkan pendekatan perikemanusiaan, agak mengebelakangkan pendekatan perikeadilan, kalau menurut saya seimbangkan ini. Kita tergugah karena mereka luka kita obatin, di mana diobatin? Diobatin di Gaza, jangan dibawa ke Jakarta. Adilnya bagaimana? Adilnya orang Gaza bisa tinggal di Gaza, karena itu tanah mereka kan, jangan bawa mereka keluar," pungkasnya.

Baca Juga: Megawati 'Megatron' Pamit: Air Mata Perpisahan dan Legacy yang Tak Terlupakan di Red Sparks!

Prospek ke Depan

Rencana evakuasi seribu warga Gaza oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto merupakan langkah konkret yang menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.

Meskipun demikian, pertanyaan dan keraguan yang muncul dari berbagai pihak, seperti yang disuarakan oleh Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, perlu menjadi perhatian serius.

Koordinasi yang matang dengan semua pihak terkait, termasuk pemerintah Palestina dan negara-negara lain, serta pertimbangan mendalam mengenai jaminan kepulangan warga Gaza, akan menjadi kunci keberhasilan inisiatif kemanusiaan ini.

Dunia akan terus menantikan perkembangan selanjutnya dari rencana mulia ini (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman