Banten

Geram Banyak Dapur Nolak, Sudaryono Paksa Semua SPPG MBG Pasang CCTV ke Pusat: 'Kelihatan Semua!'

Abdurahman | 31 Oktober 2026, 09:48 WIB
Geram Banyak Dapur Nolak, Sudaryono Paksa Semua SPPG MBG Pasang CCTV ke Pusat: 'Kelihatan Semua!'
Para siswa menikmati makanan dari menu MBG (Foto: dok istimewa)

AKURAT BANTEN– Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis sekaligus tegas di bawah kepemimpinan Kepala BGN, Sudaryono. Tidak ada lagi ruang kompromi bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Mulai sekarang, seluruh dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memasang CCTV yang terhubung langsung ke pusat pengendali BGN.

Kebijakan mutlak ini diterapkan menyusul ditemukannya berbagai dinamika di lapangan, termasuk adanya pihak pengelola dapur yang sempat keberatan karena merasa privasi mereka terganggu akibat pengawasan tanpa celah tersebut.

Baca Juga: Ronaldo Menang Penghargaan 'B.O.A.T', Tapi Kok Nggak Dapat Trofi? Ini Fakta Sebenarnya!

Alasan Pengelola 'Nolak' Terbongkar: Takut Kelihatan!

Ketegasan ini diambil Sudaryono bukan tanpa alasan. Ia secara blak-blakan mengungkap bahwa resistensi dari sejumlah pengelola dapur muncul karena mereka merasa tidak nyaman dipantau secara transparan secara real-time.

Masalahnya satu, Bapak Ibu semua, masalahnya adalah dapur itu nggak mau, beberapa, karena mereka 'telanjang'. Kalau connect CCTV, kelihatan semua, tegas Sudaryono dengan nada geram.

Kekhawatiran para pengelola dapur agar aktivitas di dapur tidak terlihat secara utuh justru memicu kecurigaan lebih dalam dari pihak BGN.

Oleh karena itu, Sudaryono memastikan bahwa sistem pengawasan berbasis teknologi ini tidak bisa ditawar lagi demi menjamin standar higienitas dan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.

Baca Juga: Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya

Target Ambisius: Ribuan Dapur Terkoneksi Sistem Pusat

Sebagai bentuk keseriusan pembersihan sistem dari hulu ke hilir, BGN langsung bergerak cepat mengebut penyediaan infrastruktur pemantauan ini.

Setelah sukses melakukan uji coba di sekitar 70 titik dapur, program pengawasan terpusat ini langsung diperluas ke 300 dapur tambahan.

Tak tanggung-tanggung, BGN menargetkan 5.000 hingga 10.000 dapur MBG di seluruh Indonesia sudah terkoneksi penuh dengan sistem pengawasan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) hingga akhir tahun ini.

Langkah ini adalah harga mati. Kita ingin memastikan bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke meja anak-anak bangsa diolah dengan standar kebersihan tertinggi dan bebas dari segala bentuk kelalaian, ujar Sudaryono dalam arahannya.

Baca Juga: Ultimatum Keras Mendagri Tito: Daerah yang Belum Bentuk Satgas MBG Dikasih Waktu Seminggu, Bagaimana Dengan Daerahmu?

Evaluasi Menyeluruh Demi Lindungi Generasi Bangsa

Kebijakan wajib CCTV terpusat ini menjadi babak baru pembenahan total program MBG. Setelah sebelumnya sempat membongkar berbagai praktik lancung seperti jual-beli titik dapur, kini BGN menutup rapat celah kecurangan operasional harian.

Dengan sistem pengawasan live streaming 24 jam langsung ke pusat, publik berharap tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum nakal untuk mempermainkan kualitas gizi anak-anak. Gebrakan keras Sudaryono ini diyakini akan menjadi titik balik terciptanya transparansi total dalam proyek strategis nasional tersebut.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman