DENADA BUKA SUARA: Pro Kontra Operasi Plastik, dan Perjalanan 35 Tahun di Dunia Hiburan

AKURAT BANTEN-Penyanyi dangdut Denada belakangan ini menjadi sorotan hangat publik menyusul keputusannya untuk menjalani serangkaian operasi plastik.
Perubahan drastis pada parasnya memicu gelombang pro dan kontra yang tak terhindarkan di media sosial.
Namun, alih-alih terpuruk, pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini memilih untuk tetap tenang dan tak ambil pusing dengan banyaknya komentar negatif yang dialamatkan padanya.
Denada mengungkapkan bahwa ia sudah sangat memahami risiko dan dinamika bekerja di dunia hiburan.
Pengalaman panjangnya yang sudah menginjak 35 tahun di industri ini, bahkan sebelum ia aktif berkarya, telah membentuk mentalnya.
"Sebagai orang yang udah ada di dunia entertainment mungkin udah puluhan tahun ya. Udah 35 tahun aku di dunia entertaiment," ujar Denada, dikutip dari YouTube Insertlive.
Ia menambahkan bahwa sejak lahir, dirinya sudah "oek oek, udah ngelihat mamah aku berada di dunia entertainment," merujuk pada sang ibunda, pedangdut senior Emilia Contessa.
Meski dunia hiburan terus berkembang dan berubah, Denada berpendapat bahwa persoalan hujatan, pro dan kontra masyarakat adalah hal yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Pedalaman Papua Geger! Smartboard 'Kiriman Prabowo' Sulap Kelas Tradisional Jadi Jendela Dunia!
"Tapi kalau kita bicara mengenai tanggapan masyarakat atau pro kontra yang terjadi di masyarakat terhadap apa yang kami lakukan, aku rasa dulu sama sekarang sama aja," jelas mantan istri Jerry Aurum itu.
Pengalamannya melihat sang ibunda juga pernah mengalami hal serupa di masa lalu membuatnya tidak kaget ketika kini ia sendiri menjadi sasaran kritik.
"Dari sebelum aku mulai ada di sini, aku sudah lihat dulu mamahku pun pernah mengalami," ungkapnya.
Kini, Denada mantap untuk tidak membuang energi berharganya untuk hal-hal yang tidak perlu.
Penyanyi berusia 46 tahun ini sadar bahwa ia tidak memiliki cukup waktu maupun energi untuk membuat semua orang memahami keputusannya atau mengubah pandangan setiap individu.
"Yaudah. Aku nggak punya energi yang cukup untuk bisa membuat masyarakat mengerti terhadap keputusan yang aku lakukan. Aku juga tidak akan mempunyai waktu yang cukup untuk merubah pandangan semua orang. Aku juga pasti tidak akan memiliki energi yang cukup untuk membahagiakan semua orang," tegasnya (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo






