Banten

Nyamar Jadi Dokter, Pasukan Israel Tembak 3 Kepala Pria Palestina yang Sedang Dirawat di RS Gaza

Noudhy Valdryno | 31 Januari 2024, 16:31 WIB
Nyamar Jadi Dokter, Pasukan Israel Tembak 3 Kepala Pria Palestina yang Sedang Dirawat di RS Gaza

AKURAT BANTEN - Tiga orang pria Palestina yang berada di rumah sakit jalur Gaza tepi Barat, tewas ditembak oleh serangan pasukan Israel yang menyamar sebagai seorang wanita dan dokter.

Kejadian yang terekam CCTV di lantai 3 RS Ibnu Sina yang berada pinggiran kamp pengungsi Jenin, Selasa (30/1/2024) itu, terlihat belasan pasukan Israel menembak kepala ketiga pria tersebut dengan menggunakan pistol yang dilengkapi peredam suara.

“Sekitar ada 12 atau lebih pasukan khusus yang memasuki ruangan dan menembak orang yang dicari,” ujar Staff RS Ibnu Sina, Haaretz dikutip dari The Guardian, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: BPN Pandeglang Targetkan Belasan Ribu Sertifikat Terbit di Tahun 2024

Pihak berwenang Israel mengatakan, ketiga pria yang tewas diantaranya, Juru Bicara Sayap Militer Hamas, Mohammad Jalamana, satu anggota dari Jihad Islam, Basel Ghazawi dan saudaranya Mohammed.

Menurut data Israel, ketiganya diduga aktif dalam pasukan payung yang dikenal sebagai Batalyon Jenin, yang dianggap tengah merencanakan serangan seperti kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.140 orang.

Atas kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk serangan itu.

Menurutnya, di wilayah yang dikuasai Hamas. Sekitar 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat krisis kemanusiaan.

Sementara pihak RS Ibnu Sina mengatakan, sebelumnya Basel Ghawazi dirawat setelah lumpuh sebagian akibat serangan udara Israel di pemakaman Jenin pada bulan November yang menewaskan empat orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 15 tahun.

Baca Juga: Bandar Dan Barbuk 500 Gram Ganja Berhasil Dibekuk Satres Narkoba Polres Pandeglang

“Tidak ada baku tembak selama penggerebekan tersebut tetapi Israel menyerang dokter, perawat dan keamanan rumah sakit. Dalam rekaman kamera keamanan, salah satu agen yang menyamar terlihat menggeledah seorang pria di dinding dengan tangan di atas kepala,” kata Humas RS Ibnu Sina, Tawfiq al-Shobaki.

Serangan di rumah sakit di Jalur Gaza dikutuk sebagai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, dianggap pihak Israel penggunaan fasilitas medis oleh Hamas untuk bersembunyi atau melancarkan operasi menjadikan mereka target yang sah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menemukan terowongan bawah tanah di sekitar rumah sakit di Gaza, meskipun jurnalis dan organisasi hak asasi manusia tidak dapat memverifikasi klaim bahwa bangunan medis telah digunakan sebagai penutup pusat komando dan kendali utama Hamas.

Rumah Sakit Ibnu Sina, di pinggiran kamp pengungsi Jenin yang miskin dan bersenjata lengkap, telah beberapa kali diserbu atau dijadikan sasaran oleh pasukan Israel selama setahun terakhir, termasuk dalam operasi tiga hari musim panas lalu yang pada saat itu merupakan operasi terbesar. Serangan IDF di Tepi Barat yang diduduki selama 20 tahun.

Menurut statistik Otoritas Palestina, sejak perang di Gaza dimulai, Tepi Barat dan kota Yerusalem yang diperebutkan juga mengalami gelombang kekerasan baru.

Baca Juga: Anis Baswedan Akan Pertimbangkan Aspirasi Masyarakat Dalam Proyek Besar Pemerintah

Lebih dari 380 warga Palestina terbunuh, sebagian besar dalam protes dan penggerebekan tentara, dan 3.000 orang ditangkap.

Pertempuran di Gaza kini memasuki bulan kelima. Pertempuran dan pemboman terus mengguncang wilayah pesisir, tempat Israel kini fokus di kota selatan Khan Younis.

Sebanyak 128 orang tewas dalam semalam, kata kementerian kesehatan setempat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.