Pesona Lima Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia

AKURAT BANTEN - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mengembangkan sektor pariwisata Indonesia karena dapat menciptakan multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan devisi negara.
Pulau Dewata Bali masih menjadi primadona wisatawan domestik maupun mancanegara, akan tetapi Indonesia punya beragam destinasi wisata lain dengan keindahan alam dan budaya yang tidak kalah menarik dibanding Pulau Dewata. Berangkat dari situlah, sejak beberapa tahun terakhir pemerintah mulai untuk mengembangkan sejumlah destinasi wisata lain di luar Bali. Lima di antaranya kini dinamai Lima Destinasi Super Prioritas (5 DSP), yang diyakini mampu mendongkrak industri pariwisata Indonesia di masa yang akan datang.
Menparekraf Sandiaga mengatakan bahwa fokus pembangunan dilakukan agar 5 DSP ini bisa memiliki kualitas kelas dunia, seperti Bali. Pembangunan DSP dilakukan secara komprehensif meliputi pengembangan infrastruktur aksesibilitas, amenitas, hingga jaringan telekomunikasi. Termasuk pula pengembangan produk wisata, perbaikan ekosistem ekonomi kreatif, hingga persiapan sumber daya manusia (SDM) di setiap lokasi.
"Karena ini super prioritas, maka interkoneksi dari sisi infrastruktur harus digarap dengan serius. Seperti bandara, pelabuhan, hingga jalan daratnya. Semua harus memiliki kualitas kelas dunia," ujar Menparekraf Sandiaga.
- Baca Juga: Destinasi Wisata Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Sejarah Kejayaan dan Peninggalan Kesultanan Banten
- Baca Juga: Konsep Liburan Murah, Ini Rekomendasi Wisata Camping Yogyakarta Terbaik Dengan Pemandangan Asri Instagramable
- Baca Juga: Ridwan Kamil: Saya Nggak Tega Menyebutnya, Minta Ganti Nama Destinasi Wisata Pasir Heunceut
Pembangunan destinasi pariwisata prioritas masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia 2020-2024. Dalam RPJMN tersebut, disebutkan bahwa melalui 5 DSP ini pemerintah menargetkan pada 2024, kontribusi sektor pariwisata dalam PDB meningkat menjadi 5,5%, devisa dari sektor pariwisata menjadi 30 miliar USD, serta jumlah wisatawan nusantara 350-400 juta perjalanan dan wisatawan mancanegara 22,3 juta kunjungan.
Berikut Lima Destinasi Super Prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yaitu :
1. Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT)
Labuan Bajo dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Komodo dan Taman Nasional Komodo, terdapat taman konservasi biawak purba raksasa komodo yang merupakan warisan dunia versi UNESCO.
Kawasan Labuan Bajo yang terletak di Flores Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur diproyeksi akan menjadi destinasi wisata premium dengan segala potensi dan daya tarik wisata yang berbeda dari lainnya.
Potensi kawasan Labuan Bajo berpusat pada kecantikan bahari, petualangan alam, budaya masyarakat, hingga kehidupan liar di kawasan ini. Di Puncak Waringin wisatawan bisa menikmati keindahan matahari terbenam dengan pemandangan deretan kapal-kapal. Ada pula opsi berlayar dengan kapal penisi dan berkeliling ke pulau-pulau terdekat seperti Pulau Padar, Pulau Rinca atau melihat habitat asli hewan purba di Pulau Komodo.
Kawasan Labuan Bajo juga bisa menjadi surga bagi pecinta diving dan snorkling dengan banyak spot diving seperti Kanawa Island, Taka Makasar, dan Manta Point. Di Kawasan Labuan Bajo banyak hotel atau resort dengan pemandangan pantai yang indah seperti Pink Beach yang memiliki warna pasir dan laut yang menawan.
Terdapat juga memiliki kearifan lokal dalam bentuk kuliner, kesenian dan budaya masyarakat pulau Flores dan sejumlah desa wisata seperti Desa Wisata Wae Rebo, Desa Bena dan Desa Liang Ndara.
2. Danau Toba - Sumatera Utara
Potensi Destinasi Super Prioritas ini tentunya adalah Danau Toba itu sendiri, yang merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara dengan luas 1.145 kilometer. Danau ini memiliki potensi alam yang luar biasa yang tersebar di 31 kecamatan di Kawasan Danau Toba. Mulai wisata berbasis alam, budaya hingga sejarah masyarakat Suku Batak.
Keindahan Danau Toba dapat dinikmati dari segala penjuru, hamparan air berwarna hijau kebiruan berpadu dengan pegunungan yang membentak sekelilingnya. Bagi suka tantangan dapat melakukan hikking dan trekking bisa memilih rute Taman Eden dan Gunung Sipiso-piso serta untuk hikking jalur dekat dapat melalui Bukit Holbung dan Danau Aek Natonang.
Wisatawan juga dapat berolahraga dengan sepeda mengelilingi Pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba. Ada pula potensi spot paragliding dan wisata air seperti kano, rafting, boat cruising dan banana boat.
Selain potensi alamnya, ada Budaya Suku Batak menjadi magnet tersendiri. Pengunjung dapat juga menikmati kearifan lokal dengan keberadaan desa wisata seperti Desa Meat, Desa Jangga Dolok dan Desa Silimalombu. Di sana juga banyak pengrajin ulos dan terdapat Museum Budaya Batak.
- Baca Juga: Destinasi Wisata Air Terjun Riam Merasap, Menyimpan Intan Sekepal Dan di Jaga Siluman Kura-kura
- Baca Juga: Destinasi Wisata Pulau Umang Bagai Bidadari Yang Bersolek di Bibir Pantai, Cocok Untuk Agenda Nataru!
- Baca Juga: Pulau Putri Sibolga Yang Fenomenal, Destinasi Bagi Pecinta Olahraga Snorkeling dan Pilihan Wisata Nataru
3. Mandalika - Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kawasan Mandalika berada di bagian selatan Pulau Lombok dan di sepanjang garis pantai Samudera Hindia. Mandalika dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata dengan luas area 1.175 hektare.
Mandalika ini dianugerahkan pantai-pantai yang indah seperti Pantai Mandalika, Pantai Kuta, Pantai Semeti, Pantai Tanjung Aan, dan Pantai Selong Belanak. Beberapa pantai tersebut menjadi favorit para peselancar dan spot olahraga air. Selain pantai, ada juga perbukitan indah seperti Bukit Seger, Bukit Kotak, dan Bukit Benjon.
Kawasan ini juga terdapat sirkuit internasional yaitu Mandalika Internasional Circuit yang telah menyelenggarakan balapan MotoGP, Asian Talent Cup dan Superbike World Championship. Mandalika juga direncakan akan dibangun running track, lapangan golf, dan fasilitas lain yang menunjang sport tourism.
Selain itu kawasan mandalika juga terdapat desa wisata yang memiliki kearifan lokal dari Suku Sasak seperti Desa Tetebatu Selatan, Desa Sukarara dan Desa Rembitan Sade. Dari segi kreatif mandalika memiliki industri kreatif pakaian dari tenun, kriya dan kerajinan rotan, serta memiliki kuliner khas seperti Sate Rembiga, Pelecing Kangkung dan Ayam Taliwang.
4. Borobudur - Jawa Tengah
Destinasi Super Prioritas Borobudur ini secara koordinatif akan mencakup Borobudur-Yogyakarta, Solo-Sangiran, Semarang-Karimunjawa dan 309 hektare kawasan pariwisata terpadu berbasis cultural eco resort yang saat ini sedang dikembangkan.
Tiga objek di kawasan ini dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, diantaranya Candi Borobudur di Magelang, Candi Prambanan di Yogyakarta dan Situs Manusia Purba Sangiran yang terletak 15 km dari Solo.
Potensi wisata di SDP Borobudur juga tengah dikembangkan adalah wisata kebugaran (wellness) berupa tradisi pijat, meditasi, retret hingga terapi seni dan juga wisata herbal dengan aneka jamu serta aromaterapi.
Potensi lainya terdapat wisata kuliner di Yogyakarta yang merupakan surga bagi kuliner khas seperti gudeg, sate klathak, tengkleng, geplak dan bakpia pathuk.
Untuk mendukung itu semua kawasan DSP Borobudur juga akan dibangun sarana hunian pariwisata (sarhunta) yang pengelolaanya melibatkan industri dan masyarakat lokal, tercatat sebanyak 383 homestay berada di kawasan ini.
5. Likupang - Sulawesi Utara
Destinasi Super Prioritas (DSP) selanjutnya adalah Likupang yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dalam master plan, KEK Likupang akan dikembangkan dengan luas sekitar 197 hektare di Desa Pulisan Likupang Timur.
Likupang akan dikembangkan sebagai kawasan wisata resort kelas premium dengan wisata bahari dan budaya yang menjadi terbesarnya. Fasilitas wisata mulai beachfront resorts, hotel dan villa, commercial area, wallace conservation resort dan marine park.
Pembangunan KEK Likupang sendiri meliputi pembangunan infrastruktur dasar, infrastruktur penunjang kawasan dan berbagai fasilitas hingga pembangunan daya tarik wisata.
Pembangunan di lima destinasi super prioritas (DSP) secara umum meliputi pembangunan infrastruktur fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik berfokus pada pembangunan amenitas (amenity), aksesibilitas (accessibility), dan daya tarik wisata (attractions). Sementara itu pembangunan non-fisik termasuk pembangunan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pengembangan travel pattern untuk upaya promosi hingga ekonomi kreatif di masing-masing destinasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 8Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








