Kemarau Panjang Tambah Penderitaan Warga di Malingping, Sulit Cari Air Bersih

AKURAT BANTEN - Kemarau panjang membuat warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, membuat warga kesulitan air bersih.
Seperti yang dialami warga Kampung Warung Kalapa Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga setempat harus rela memanfaatkan air yang keluar di pinggir jalan raya Gunung Kencana - Malingping yang diduga berasal dari kebocoran pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang kondisinya terlihat keruh.
Baca Juga: Galumbang Menak Divonis 6 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Salah seorang warga setempat Meri kepada wartawan mengatakan, lantaran sumur milik warga yang biasa digunakan sudah tidak ada lagi airnya, mereka terpaksa memanfaatkan air dipinggir jalan itu.
"Setiap hari kami suka ngambil air disini. Sumur yang biasa kami gunakan sudah tidak ada lagi airnya, kering. Iya terpaksa," ujar Meri kepada Akurat Banten, di lokasi pengambilan air, Jumat (10/11/2023).
Meri mengaku, air yang dimanfaatkan warga sekitar yang keluar dari bawah badan jalan tersebut tidak tahu dari mana sumbernya.
Yang jelas, menurutnya, keberadaan air tersebut bisa sedikit membantu warga untuk memenuhi kebutuhan air walau kondisinya terlihat keruh.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Untuk Kamar Yang Membawa Efek Menenangkan Pikiran Dan Membersihkan Udara
"Gak tahu dari mana asal air ini, yang terpenting keberadaan air ini walau tidak besar tapi sedikit bisa membantu kami dalam kebutuhan air sekarang sulit karena kemarau," katanya.
Nurhasan, warga Kecamatan Malingping membenarkan bahwa warga di Kampung Warung Kalapa tersebut terpaksa harus rela antri dan bergiliran dengan warga lain untuk mendapatkan air yang keluar dari bawah badan jalan tersebut yang diduga mengalami kebocoran pipa PDAM.
Menurutnya, walau sudah menunjukan musim hujan di sejumlah daerah, sepertinya musim kemarau ini belum usai. Air hujan yang turun sepertinya terserap tanah yang kering.
Baca Juga: Potret Kemiskinan di Banten, Rumah Nyaris Ambruk di Lebak Masih Ditinggali
"Iya benar, warga memanfaatkan air disini. Iya mungkin berasal dari kebocoran pipa milik PDAM, karena disini terdapat jaringan pipa distribusi air PDAM ke rumah warga," ungkapnya.
Ungkap Nurhasan, pastinya saya juga tidak tahu air itu berasal dari mana, yang jelas warga merasa sedikit terbantu dengan adanya air ini walau kondisinya tidak bersih," imbuhnya.
Kemarau panjang yang terjadi sekarang ini menurutnya, berdampak pada kekeringan area pesawahan di wilayah Lebak Selatan. Sehingga, para petani tidak bisa mengelola sawah karena lahannya kekeringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 7Warga Panik Isu BPJS PBI Nonaktif 1 November, Cek Fakta dan Batas Waktunya di Sini!
- 8Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo







