Banten

Bau Kimia Kembali Tercium, 4 Warga Gunung Sugih Dilarikan ke Puskesmas

Irsyad Mohammad | 23 Januari 2024, 21:59 WIB
Bau Kimia Kembali Tercium, 4 Warga Gunung Sugih Dilarikan ke Puskesmas

AKURAT BANTEN - Bau kimia di PT Chandra Asri Pacifik kembali tercium masyarakat sekitar Lingkungan Pengabuan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Akibatnya, empat orang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Ciwandan karena mengalami mual hingga pusing akibat mencium bau kimia tersebut.

Dikatakan Ketua RT 10 RW 03 Lingkungan Pengabuan, Abdulrohman, sebelum melakukan aksi demontrasi di PT Chandra Asri Pacifik, banyak ibu-ibu yang mengalami mual dan pusing akibat mencium bau kimia.

Baca Juga: Kembali Tercium Bau Kimia, PT Chandra Asri Pacifik Didemo Warga

Saat melaksanakan aksi karena kesal bau kimia tercium kembali, ada emapt orag warga yang harus dibawa ke Puskesmas.

"Karena mungkin fisik istri saya lemas saat ikut demo dan cium bau menyengat, akhirnya dibawa ke sini. Kalau Ibu Ibu sebelum demo mereka muntah-muntah juga," katanya, Selasa (23/1/2024). 

Lebih lanjut, kata Abdulrohman, istrinya yakni Suelah masih mendapatkan perawatan medis di Puskesmas, sementara dua lainnya sudah dipulangkan.

Selain istrinya Abdulrahman, pasien lain bernama Hayati juga masih mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami sesak nafas.

"Yang dua udah pulang, saya juga berharapnya istri saya bisa segera pulang," ucapnya.

Baca Juga: Petugas PTSA Kabupaten Serang Jual Sabu, Tergiur Untung Besar

Kata Abdulrohman, adanya warga yang dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis, PT Chandra Asri Pasific akan bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan warga yang masuk Puskesmas karena efek udara yang terpapar kimia.

"Bilangnya mereka mau tanggung jawab, tadi juga ada orangnya ke sini," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.