Inilah Golongan Orang yang Puasanya Sia-Sia Bahkan Tidak Berguna!

AKURAT BANTEN - Puasa Ramadhan wajib dilaksanakan bagi seluruh umat muslim. Bagi orang yang berpuasa, terdapat perbuatan-perbuatan yang harus dihindari supaya pahala puasa tidak hilang.
Terdapat golongan orang yang menjalani ibadah puasa tanpa memberikan makna yang sesungguhnya Golongan orang ini sia-sia dalam melaksanakan ibadah puasa.
Melansir dari berbagai sumber, berikut golongan umat yang puasanya sia-sia.
Baca Juga: Apa Hukum Membaca Doa Qunut Witir Di Separuh Terakhir Ramadhan? Simak Penjelasannya
Golongan Orang yang Puasanya Sia-Sia
Orang yang Berbohong
Golongan orang yang puasanya sia-sia yang pertama adalah orang yang berbohong.
Orang yang menjalankan ibadah puasa namun dirinya terus menerus berbohong, maka ia tidak akan mendapatkan pahala berpuasa.
Suka Ghibah
Orang yang ghibah atau menggunjing orang lain merupakan salah satu golongan orang yang sia-sia dalam menjalankan ibadah puasa.
Perbuatan menggunjing merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan, merusak agama para pelakunya, baik sebagai pelaku ataupun orang yang rela ketika mendengarnya.
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri, Keluarga, Dan Orang Lain
Orang yang Mengadu Doma
Golongan orang yang puasanya sia-sia selanjutnya adalah orang yang suka mengadu domba.
Mengadu domba atau namiman satu pihak dan pihak lainnya sering menimbulkan kerusuhan atau cek-cok yang berkepanjangan. Oleh karena itu perbuatan ini jika terus dilakukan termasuk dalam dosa besar.
Orang yang Tidak Menjaga Pandangan Mata
Golongan orang yang sia-sia puasanya adalah orang yang tidak menjaga pandangan mata dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Orang yang tidak menjaga pandangan mata bisa dikatakan sebagai zina mata. Perilaku zina mata dikategorikan sebagai dosa besar karena melanggar aturan dalam Islam untuk menjaga pandangan mata.
Baca Juga: Gempar! Pasangan Suami Istri Lansia di Lebak Ditemukan Meninggal Dunia Dirumahnya
Orang yang Tidak Mampu Menahan Syahwat
Golongan orang yang puasanya sia-sia selanjutnya adalah orang yang tidak mampu menahan syahwat.
Menahan syahwat yang dimaksud di sini adalah mencakup, menahan dari syahwat makan, minum, hubungan suami isteri, dan hal-hal yang meibatkan penglihatan yang tidak pantas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!







