Banten

Real Madrid Kelabakan Lempar Permintaan Maaf Terbuka ke Masyarakat China, Gegara Ulah Ucapan Lelucon Berbahaya!

Abdurahman | 29 Oktober 2026, 10:56 WIB
Real Madrid Kelabakan Lempar Permintaan Maaf Terbuka ke Masyarakat China, Gegara Ulah Ucapan Lelucon Berbahaya!
Kylian Mbappe (IG @k.mbappe)

AKURAT BANTEN— Raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid, dibuat kelabakan setengah mati. Manajemen klub berjuluk Los Blancos tersebut terpaksa mengambil langkah darurat dengan merilis pernyataan permohonan maaf terbuka secara resmi kepada seluruh masyarakat China.

Langkah drastis ini diambil demi memadamkan gejolak kemarahan publik Tiongkok akibat lelucon sensitif yang terlontar dari mulut megabintang anyar mereka, Kylian Mbappe.

Bagaimana bisa sebuah ucapan humor kasual di ruang publik mendadak menjadi krisis diplomatik dan ancaman bisnis bernilai triliunan rupiah bagi Real Madrid? Berikut duduk perkara selengkapnya.

Baca Juga: Blunder Fatal Kylian Mbappe: Guyonan soal Mao Zedong Berbuntut Panjang, Sponsor Cabut hingga Siaran LaLiga Diblokir!

Momen Blunder: Lelucon Mbappe yang Menggores China

Badai krisis ini bermula saat Kylian Mbappe menjadi bintang tamu dalam acara bincang-bincang online asal Prancis bertajuk "The Bridge". Tanpa disadari, potongan video percakapan Mbappe menyebar bak liar di media sosial X (Twitter) dan mendadak viral di kawasan Asia Timur.

Dalam rekaman tersebut, Mbappe melontarkan komentar sambil tertawa mengenai sebuah meme yang merujuk pada sosok pendiri Republik Rakyat China (RRC), Mao Zedong.

Bagi publik Tiongkok, Mao Zedong bukan sekadar figur sejarah, melainkan simbol kebangsaan yang sangat disakralkan.

Ulah Mbappe yang menjadikan tokoh penting tersebut sebagai bahan gurauan sontak memicu gelombang kecaman dahsyat dari warganet China.

Lelucon tanpa pikir panjang dari seorang megabintang sepak bola mendadak berubah menjadi krisis geopolitik dan komersial terbesar bagi Real Madrid di pasar Asia tahun ini.

Baca Juga: Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari

Dampak Fatal: Akun Media Sosial Disertai Ancaman Boikot Siaran

Reaksi publik China tidak hanya berhenti di kolom komentar. Krisis ini langsung menghantam aspek komersial dan hak siar bernilai fantastis.

Akun media sosial resmi milik Mbappe di platform Tiongkok seperti Weibo dan Xiaohongshu langsung diserbu hujatan hingga mengalami pembatasan akses.

Situasi kian gawat ketika lembaga penyiaran pemerintah China, China Media Group (CMG), dikabarkan langsung mengambil tindakan tegas dengan mempertimbangkan penghentian siaran laga La Liga di Tiongkok.

Ancaman pemboikotan ini menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid. Pasar Tiongkok merupakan salah satu lumbung pendapatan terbesar klub dari sektor merchandising, sponsorship, hingga tur pramusim.

Baca Juga: Heboh! Ray Rangkuti Tiru Gimmick Gibran Sambil Sentil Polemik Ijazah: 'Saya Lagi Cari-Cari, Belum Menemukan'

Kepanikan Manajemen: Mbappe dan Real Madrid Kompak Minta Maaf

Menyadari potensi kerugian besar yang di depan mata, Kylian Mbappe akhirnya terlebih dahulu buka suara untuk meredam eskalasi. Kapten timnas Prancis tersebut mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan mendalam.

Saya meminta maaf kepada semua orang yang mungkin tersinggung oleh perkataan saya. Itu sama sekali bukan niat saya. Saya memiliki rasa hormat yang sangat mendalam terhadap masyarakat China dan sejarah mereka, dan saya sungguh menyesal, tegas Mbappe dalam pernyataan resminya.

Tidak cukup sampai di situ, manajemen Real Madrid yang kelabakan langsung merilis permohonan maaf terbuka guna menyelamatkan reputasi global klub.

Real Madrid C.F. ingin menyampaikan permintaan maaf yang setulus-tulusnya kepada rakyat Tiongkok atas keresahan yang timbul akibat pernyataan pemain kami, Kylian Mbappe. Klub kami menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dan ingin terus mempererat tali persahabatan dengan masyarakat China, tulis pernyataan resmi Real Madrid.

Baca Juga: MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus

Pelajaran Mahal di Era Digital

Meskipun permohonan maaf telah dilayangkan, pemulihan hubungan diplomatik dan bisnis antara Real Madrid dengan pemangku kepentingan di China diprediksi membutuhkan waktu.

Kementerian Luar Negeri China dilaporkan terus memantau perkembangan situasi ini secara saksama.

Skandal ini menjadi pengingat keras bagi para atlet berkelas dunia: di era digital tanpa batas, batas antara lelucon ruang ganti dan krisis geopolitik global hanyalah sebatas durasi video beberapa detik (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman