Banten

Detik-Detik Kericuhan Persita vs Persija di BIS, 11 Orang Jadi Korban

Abdurahman | 18 Oktober 2026, 22:34 WIB
Detik-Detik Kericuhan Persita vs Persija di BIS, 11 Orang Jadi Korban
Tampak Provokator kericuhan Persija vs Persita (Istimewa)

AKURAT BANTEN — Laga Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Banten, diwarnai kericuhan suporter yang berujung pada jatuhnya korban luka. Sebanyak 11 orang dilaporkan terluka dalam insiden yang membuat pertandingan sempat tertunda tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah ketegangan antarsuporter meningkat di tengah pertandingan BRI Super League 2026/2027, Sabtu (17/10/2026) malam. Situasi yang semula berlangsung di tribun berubah menjadi keributan, dengan sejumlah suporter terlihat berlarian menyelamatkan diri.

Insiden tersebut bukan hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga kembali menyoroti persoalan keamanan dan keselamatan penonton di stadion sepak bola.

Baca Juga: Jokowi Sebut Ada Operasi Politik, PDIP Langsung Menyindir: Siapa yang Berkuasa?

Kericuhan Pecah Saat Pertandingan Berlangsung

Ketegangan antara suporter Persita dan Persija dilaporkan mulai terlihat ketika pertandingan memasuki babak pertama. Area sekitar tribun menjadi salah satu titik yang disorot dalam rangkaian kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan mengenai insiden itu, keributan semakin terlihat ketika pertandingan memasuki jeda babak pertama. Rekaman yang beredar memperlihatkan aksi saling lempar suar atau flare di antara kelompok suporter.

Sejumlah orang tampak berlarian menjauhi kerumunan. Bahkan, beberapa suporter terlihat turun dari tribun menuju area lapangan ketika situasi semakin tidak kondusif.

Pemandangan tersebut menggambarkan bagaimana ketegangan di antara kelompok suporter dapat dengan cepat berubah menjadi situasi yang membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Ketika kericuhan terjadi di tengah kerumunan, penonton yang tidak terlibat pun berpotensi ikut terdampak. Karena itu, pengendalian massa dan respons petugas menjadi faktor penting untuk mencegah insiden berkembang lebih jauh.

Baca Juga: Miris! Kecelakaan Maut Suporter PSS Sleman di Tol Madiun, 4 Orang Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya

Sebelas Orang Terluka, Korban Mendapat Penanganan Medis

Dampak paling nyata dari kericuhan di BIS adalah jatuhnya korban luka. Sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Keterangan kepolisian menyebutkan bahwa korban perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Penanganan korban menjadi prioritas setelah keributan terjadi.

Jumlah korban tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kericuhan suporter bukan sekadar persoalan perselisihan di tribun. Ketika aksi saling lempar dan kepanikan terjadi bersamaan, risiko cedera dapat meningkat.

Meski demikian, rincian mengenai identitas seluruh korban, tingkat keparahan luka, dan perkembangan kondisi masing-masing perlu merujuk pada keterangan resmi terbaru.

Informasi tersebut penting agar pemberitaan tidak menimbulkan spekulasi, terutama bagi keluarga korban maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan insiden.

Baca Juga: Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong

Pertandingan Sempat Tertunda, Persita Akhirnya Menang 3-2

Kericuhan turut berdampak pada jalannya pertandingan Persita Tangerang kontra Persija Jakarta. Laga sempat tertunda ketika situasi di area suporter memanas.

Setelah kondisi memungkinkan, pertandingan kembali dilanjutkan hingga selesai. Persita akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 atas Persija.

Hasil tersebut menjadi bagian dari catatan pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027. Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil akhir di lapangan, melainkan juga pada insiden yang menyebabkan sejumlah penonton terluka.

Pertandingan sepak bola seharusnya menghadirkan persaingan sportif antara dua tim. Akan tetapi, kericuhan di tribun berisiko menggeser perhatian dari permainan menjadi persoalan keselamatan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman