Cristiano Ronaldo Bisa Makin Tajir dari Media Sosial, Liga Arab Saudi Bikin Gebrakan Streaming

AKUAT BANTEN - Cristiano Ronaldo kembali punya peluang menambah pemasukan dari dunia sepak bola, kali ini bukan melalui gol, kontrak pemain, atau bonus pertandingan.
Popularitasnya di media sosial berpotensi menjadi sumber pendapatan baru setelah Saudi Pro League (SPL) meluncurkan model distribusi streaming yang melibatkan pemain dan kreator konten.
Kompetisi kasta tertinggi Arab Saudi itu memperkenalkan model distribusi internasional baru pada September 2026. Melalui skema yang memungkinkan pemain, klub, kreator konten, dan sejumlah platform pihak ketiga ikut mendistribusikan pertandingan, SPL mencoba mengubah cara penggemar di berbagai negara menikmati kompetisi tersebut.
Salah satu bagian menarik dari program ini adalah konsep "Share and Earn". Pemain dan kreator konten yang disetujui dapat membagikan tautan pertandingan atau paket pertandingan melalui platform mereka.
Baca Juga: Mbappe, Vinicius, dan Konate Bikin Heboh Spanyol: Kaus Solidaritas Ceuta Malah Picu Polemik Politik
Jika tautan tersebut menghasilkan transaksi, pihak yang membagikannya dapat memperoleh bagian dari pendapatan yang dihasilkan.
Skema tersebut tentu membuat nama Ronaldo kembali menjadi perhatian. Penyerang Portugal yang memperkuat Al Nassr itu memiliki lebih dari satu miliar pengikut di berbagai platform media sosial.
Dengan basis pengikut sebesar itu, Ronaldo memiliki audiens global yang jauh melampaui sebagian besar pemain sepak bola lainnya.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa Ronaldo belum dinyatakan pasti ikut serta atau telah memperoleh sejumlah uang tertentu dari program tersebut.
Baca Juga: Resmi! Lionel Messi Akan Ucapkan Selamat Tinggal, Laga Perpisahan Argentina Digelar 6 Oktober
Potensi pemasukan baru muncul apabila ia memilih berpartisipasi dan tautan yang dibagikannya menghasilkan pendapatan.
SPL menyebut model baru tersebut saat ini tersedia di 16 pasar internasional. Negara-negara yang masuk dalam tahap awal antara lain Inggris, Irlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Kanada, Selandia Baru, Serbia, Korea Selatan, Malta, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Siprus, serta Yunani.
Penggemar di wilayah tersebut dapat membeli akses pertandingan secara pay-per-view melalui kanal milik SPL.
Selain itu, liga juga membuka kemungkinan akses gratis yang disponsori merek tertentu dengan mekanisme keterlibatan konsumen yang telah disepakati.
Baca Juga: Arsenal Hajar Ipswich 4-2, 5 Pemain Ini Jadi Sorotan: Bocah 16 Tahun Curi Perhatian!
SPL menegaskan bahwa sistem tersebut bukan pengganti seluruh jaringan penyiaran tradisional.
Model direct-to-consumer ini justru menjadi jalur tambahan untuk menjangkau penggemar di pasar internasional yang akses terhadap pertandingan Saudi Pro League masih terbatas.
Saat ini, kompetisi tersebut memiliki 45 mitra penyiaran internasional yang mencakup lebih dari 180 wilayah.
CEO Saudi Pro League Omar Mugharbel mengatakan perubahan teknologi membuat cara penggemar menemukan dan menikmati olahraga ikut berubah.
Menurutnya, penggemar kini semakin terhubung dengan kompetisi, klub, dan pemain melalui platform digital serta komunitas yang mereka ikuti.
Bagi Ronaldo, hubungan antara sepak bola dan media sosial memang bukan sesuatu yang baru. Sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022, kehadiran pemain asal Portugal itu ikut memperbesar perhatian global terhadap Saudi Pro League.
Data yang pernah dipublikasikan SPL menunjukkan jumlah pengikut media sosial liga meningkat 205 persen dalam dua tahun setelah kedatangan Ronaldo dan gelombang pemain bintang lainnya.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Contemporary Economic Policy juga menemukan bahwa kedatangan Ronaldo memberikan dampak terukur terhadap permintaan tiket pertandingan Saudi Pro League.
Baca Juga: MU Mulai Lirik Antonio Conte, Michael Carrick Terancam Dipecat Usai Start Buruk?
Studi tersebut memperkirakan kehadiran Ronaldo meningkatkan permintaan kursi di stadion kandang Al Nassr sekitar 20 persen ketika ia bermain, serta memberikan efek tambahan pada pertandingan tandang dan pertandingan ketika ia tidak tampil.
Kini, pengaruh Ronaldo memasuki babak baru. Jika sebelumnya popularitasnya membantu mendongkrak perhatian terhadap Saudi Pro League, model streaming terbaru memberikan kesempatan agar popularitas tersebut juga terhubung langsung dengan distribusi dan monetisasi pertandingan.
Dengan demikian, Ronaldo tidak sekadar menjadi wajah global Saudi Pro League. Jika memilih berpartisipasi dalam skema tersebut, jumlah pengikutnya yang mencapai lebih dari satu miliar dapat menjadi salah satu jalur untuk mengarahkan penonton langsung ke pertandingan liga sekaligus menghasilkan bagian pendapatan dari transaksi yang tercipta.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 3Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 8KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 9Mikel Arteta Disebut Mulai Jadi “Ferguson” di Premier League, Responsnya Bikin Penasaran
- 10Cristiano Ronaldo Tetap Dipanggil Jorge Jesus, tapi Ada Syarat Tegas: Bintang Portugal Tak Dapat Keistimewaan








