Banten

Arsenal Hajar Ipswich 4-2, 5 Pemain Ini Jadi Sorotan: Bocah 16 Tahun Curi Perhatian!

Aullia Rachma Puteri | 16 September 2026, 23:09 WIB
Arsenal Hajar Ipswich 4-2, 5 Pemain Ini Jadi Sorotan: Bocah 16 Tahun Curi Perhatian!
Max Dowman cetak gol pada laga Ipswich Town vs Arsenal. - Joe Giddens/PA via AP

AKURAT BANTEN - Arsenal melangkah ke babak keempat Carabao Cup 2026/2027 setelah mengalahkan Ipswich Town dengan skor 4-2 di Portman Road, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB.

Mikel Arteta melakukan rotasi besar-besaran dengan sembilan perubahan dari tim yang sebelumnya mengalahkan Sunderland di Premier League.

Meski menurunkan banyak pemain pelapis dan pemain muda, Arsenal tetap mampu tampil dominan. Empat gol The Gunners dicetak Max Dowman, Noni Madueke, dan Mikel Merino. Sementara itu, Ipswich hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Anis Mehmeti dan Chuba Akpom.

Ada lima pemain Arsenal yang tampil menonjol dalam kemenangan tersebut.

Baca Juga: Resmi! Lionel Messi Akan Ucapkan Selamat Tinggal, Laga Perpisahan Argentina Digelar 6 Oktober

1. Max Dowman

Nama pertama tentu Max Dowman. Pemain berusia 16 tahun itu mendapatkan kesempatan menjadi starter senior dan langsung membayarnya dengan performa luar biasa.

Dowman membuka keunggulan Arsenal pada menit ketujuh setelah melakukan kombinasi dengan Eberechi Eze. Ia kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-47 setelah menerima umpan Martin Zubimendi.

Brace tersebut membuat Dowman menjadi pemain berusia 16 tahun kedua yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk klub Premier League di kompetisi senior, setelah Wayne Rooney melakukannya pada 2002.

Mikel Arteta pun memberikan pujian kepada sang pemain muda, tetapi menegaskan bahwa perkembangan Dowman harus dikelola dengan hati-hati.

Baca Juga: Real Madrid Siap Bawa Pulang Martin Zubimendi! Arsenal Terancam Kehilangan Gelandang Rp1,2 Triliun

2. Noni Madueke

Madueke memberikan dimensi berbeda dari sisi kanan. Ia mencetak gol kedua Arsenal pada menit ke-16 melalui penyelesaian di dalam kotak penalti.

Gol tersebut menjadi kontribusi penting bagi Madueke yang mendapatkan kesempatan tampil setelah sebelumnya lebih banyak bersaing untuk mendapatkan menit bermain. Keaktifannya membuat pertahanan Ipswich kesulitan menjaga sisi kanan Arsenal.

3. Mikel Merino

Merino menjadi salah satu pemain paling komplet dalam pertandingan. Selain membantu Arsenal menjaga keseimbangan di lini tengah, gelandang asal Spanyol itu turut mencetak gol keempat pada menit ke-58.

Tembakan Merino dari dalam kotak penalti mengenai bagian dalam tiang sebelum masuk ke gawang. Ia juga memberikan assist untuk gol Madueke, sehingga terlibat langsung dalam dua gol Arsenal.

Baca Juga: Florian Wirtz Belum Bersinar di Liverpool, Bayern Munchen Mulai Mengintai: Bisa Pulang ke Bundesliga?

4. Martin Zubimendi

Zubimendi tampil sebagai salah satu pemain senior yang membantu mengontrol permainan. Ia tidak hanya menjalankan tugas defensif, tetapi juga memberikan assist untuk gol kedua Dowman.

Perannya menjadi penting karena Arsenal menggunakan kombinasi pemain muda dan pelapis dalam pertandingan ini. Zubimendi memberikan pengalaman di tengah agresivitas para pemain muda.

5. Eberechi Eze

Eze memang tidak mencetak gol, tetapi kontribusinya tetap terlihat. Ia terlibat dalam proses terciptanya gol pembuka Dowman dan harus bekerja cukup keras membantu tim dalam fase bertahan.

Kombinasi Eze dan Dowman pada awal pertandingan menjadi salah satu momen yang membuka pertahanan Ipswich.

Baca Juga: Messi Dijagokan Simeone untuk Ballon d'Or 2026, Performa di Piala Dunia Jadi Senjata Utama

Arsenal sebenarnya sempat kehilangan kendali setelah unggul 4-0. Ipswich mencetak gol melalui Mehmeti pada menit ke-62 dan Akpom pada masa injury time. Namun, keunggulan Arsenal tetap aman hingga peluit akhir.

Kemenangan ini membawa Arsenal ke babak keempat Carabao Cup sekaligus memperpanjang awal sempurna mereka musim ini.

Yang lebih menarik, Arteta kembali mendapat bukti bahwa skuadnya memiliki kedalaman, sementara Hale End terus menghasilkan pemain muda yang mampu mencuri perhatian.

Dan malam di Portman Road mungkin akan selalu dikenang sebagai salah satu malam ketika nama Max Dowman mulai terdengar semakin keras di sepak bola Inggris.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.