Banten

Messi Dijagokan Simeone untuk Ballon d'Or 2026, Performa di Piala Dunia Jadi Senjata Utama

Aullia Rachma Puteri | 16 September 2026, 21:59 WIB
Messi Dijagokan Simeone untuk Ballon d'Or 2026, Performa di Piala Dunia Jadi Senjata Utama
Bintang timnas Argentina Lionel Messi setelah mencetak gol ke gawang Mesir saat laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa waktu setempat. (X/FIFAcom)

AKURAT BANTEN - Persaingan memperebutkan Ballon d'Or 2026 semakin memanas. Di tengah munculnya sejumlah nama besar seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal, Diego Simeone justru tanpa ragu memilih Lionel Messi sebagai pemain yang menurutnya layak membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.

Pelatih Atletico Madrid itu menyampaikan pilihannya dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Osasuna. Ketika ditanya siapa yang layak memenangkan Ballon d'Or, Simeone memberikan jawaban singkat dan tegas. "Messi, tanpa ragu."

Simeone kemudian menjelaskan alasan di balik pilihannya. Menurut pelatih asal Argentina tersebut, penampilan Messi di Piala Dunia 2026 menjadi faktor yang sangat penting, terlebih mengingat usianya yang sudah mencapai 39 tahun.

Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu panggung terbesar Messi sepanjang tahun ini. Argentina berhasil melaju hingga partai final, sebelum akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol setelah pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Baca Juga: Pep Guardiola Tolak Tawaran Trabzonspor, Begini Rencana Sang Pelatih Musim 2026/27

Messi juga tampil produktif sepanjang turnamen. Ia mencetak delapan gol, hanya kalah dari Mbappe yang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 10 gol. Kontribusi tersebut membuat Messi tetap menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam perjalanan Argentina menuju final.

Bagi Simeone, faktor usia justru membuat pencapaian tersebut semakin berarti. Messi menjalani turnamen besar ketika sudah berusia 39 tahun dan tetap mampu menjadi bagian penting dari tim Argentina.

Namun, jalan Messi menuju Ballon d'Or 2026 tentu tidak mudah. Ia harus bersaing dengan 29 pemain lain yang masuk daftar nominasi resmi.

Nama-nama seperti Mbappe, Yamal, Harry Kane, Ousmane Dembele, Erling Haaland, Vinicius Junior hingga Bruno Fernandes turut berada dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Rahasia Kebugaran Cristiano Ronaldo di Usia 41 Tahun Ternyata Bukan Diet Mewah

Yamal sendiri baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya dan Mbappe merupakan dua pemain terbaik di dunia saat ini. Pemain Barcelona itu juga menyampaikan argumen bahwa kesuksesannya bersama Spanyol dan Barcelona menjadi bagian penting dalam persaingan Ballon d'Or tahun ini.

Sementara itu, Mbappe mempunyai catatan statistik yang sangat kuat. Penyerang Real Madrid tersebut mencetak 25 gol di La Liga, 15 gol di Liga Champions dan 10 gol di Piala Dunia 2026.

Ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol. Meski demikian, Mbappe tidak memenangkan trofi utama bersama klub maupun tim nasional pada periode penilaian Ballon d'Or tahun ini.

Messi sendiri memiliki modal lain dari kiprahnya bersama Inter Miami. Ia membawa klub tersebut meraih gelar MLS 2025 dan menjadi top scorer kompetisi dengan 29 gol. Messi juga meraih penghargaan MVP MLS untuk kedua kalinya secara beruntun.

Baca Juga: Kylian Mbappe Didenda Rp 1,2 Miliar dalam Sengketa dengan PSG, Ini Penyebabnya

Ballon d'Or 2026 akan menjadi kesempatan Messi untuk menambah koleksi delapan trofi yang sudah membuatnya menjadi pemain dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah penghargaan tersebut. Namun, pilihan Simeone tetap merupakan pandangan pribadi, bukan hasil resmi pemungutan suara.

Pemenang Ballon d'Or 2026 baru akan diketahui pada 26 Oktober 2026 dalam seremoni di London. Sampai saat itu, perdebatan Messi, Mbappe, Yamal dan para kandidat lainnya masih akan terus bergulir.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.