Mikel Arteta Disebut Mulai Jadi “Ferguson” di Premier League, Responsnya Bikin Penasaran

AKURAT BANTEN - Mikel Arteta mendapat sorotan baru setelah Jamie Carragher membandingkan dirinya dengan legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Perbandingan tersebut muncul setelah Arteta secara terbuka mengkritik keputusan wasit dalam kemenangan Arsenal atas Sunderland.
Namun, alih-alih menerima perbandingan tersebut, Arteta justru merespons dengan rendah hati. Manajer asal Spanyol itu menegaskan bahwa dirinya hanya ingin menyampaikan pendapat, membela kepentingan Arsenal, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk para pemainnya.
"Saya di sini untuk mencoba memberikan opini saya, untuk membela klub saya, memberikan yang terbaik bagi para pemain kami," kata Arteta. Ia juga mengakui bahwa dirinya bisa melakukan kesalahan dan tidak selalu memiliki pandangan yang benar.
Berawal dari Penalti Sunderland
Polemik ini bermula ketika Arsenal mengalahkan Sunderland 2-0 di Stadium of Light pada 12 September 2026.
Hasil tersebut membuat The Gunners mencatat kemenangan keempat secara beruntun di Premier League musim 2026/2027.
Meski meraih tiga poin, Arteta tidak puas dengan salah satu keputusan wasit John Brooks. Sunderland mendapatkan penalti setelah terjadi duel antara bek Arsenal, Ezri Konsa, dan pemain Sunderland, Dan Ballard.
Arteta menilai keputusan tersebut tidak semestinya menghasilkan tendangan penalti. Ia bahkan menyebut keputusan itu "tidak dapat diterima".
Penalti Enzo Le Fée kemudian berhasil digagalkan David Raya. Tidak lama setelah penyelamatan tersebut, Bruno Guimarães membawa Arsenal unggul sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan melalui gol pada akhir pertandingan.
Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Terungkap! Jay Idzes Absen, Ada Kejutan di Lini Depan
Arsenal kemudian meminta penjelasan kepada Pro Ref mengenai keputusan tersebut. Klub ingin memahami dasar keputusan penalti yang diberikan kepada Sunderland, bukan sekadar meminta permintaan maaf.
Carragher Bandingkan Arteta dengan Ferguson
Sikap Arteta tersebut kemudian menarik perhatian Jamie Carragher. Dalam program Sky Sports, mantan bek Liverpool itu membandingkan Arteta dengan Sir Alex Ferguson, terutama dalam cara seorang manajer menyuarakan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit.
Carragher menyebut Arteta mulai memiliki posisi yang kuat di Premier League setelah beberapa tahun menangani Arsenal.
Menurutnya, keberanian Arteta untuk terus membicarakan keputusan penalti tersebut mengingatkannya pada pendekatan Ferguson ketika masih menangani Manchester United.
Baca Juga: Wonderkid Liverpool Jadi Rebutan Arsenal, The Reds Punya Cara untuk Menggagalkan Manuver The Gunners
Perbandingan tersebut tentu bukan berarti Carragher menyamakan pencapaian Arteta dengan Ferguson.
Ferguson memiliki rekam jejak panjang bersama Manchester United dan memenangkan 13 gelar Premier League selama kariernya di klub tersebut.
Arteta sendiri baru mengambil alih Arsenal pada Desember 2019. Namun, dalam beberapa musim terakhir ia berhasil membawa Arsenal kembali menjadi penantang utama di Premier League dan pada musim 2026/2027 berstatus sebagai juara bertahan.
Arteta Tidak Merasa Memiliki Pengaruh seperti Ferguson
Ketika ditanya mengenai komentar Carragher, Arteta menolak anggapan bahwa dirinya memiliki pengaruh seperti Ferguson.
Ia mengatakan konferensi pers merupakan tempat bagi pelatih dan media untuk membicarakan berbagai persoalan sepak bola.
Baca Juga: Michael Carrick Mulai Terancam? Manchester United Diam-Diam Pantau 5 Pelatih Top
Menurut Arteta, menyampaikan pendapat merupakan bagian dari pekerjaannya, tetapi ia tetap menyadari bahwa pendapat tersebut bisa saja keliru.
"Saya akan membuat kesalahan, terkadang, tetapi saya akan berusaha seadil mungkin," ujar Arteta.
Arteta juga menegaskan bahwa diskusi mengenai keputusan wasit seharusnya bertujuan memperbaiki kualitas sepak bola. Ia tidak ingin persoalan tersebut semata-mata berujung pada pencarian pihak yang harus disalahkan.
Percakapan dengan Pro Ref Tetap Rahasia
Mengenai komunikasi Arsenal dengan Pro Ref, Arteta tidak memberikan rincian. Ia mengatakan pembicaraan tersebut akan tetap bersifat pribadi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Bisa Makin Tajir dari Media Sosial, Liga Arab Saudi Bikin Gebrakan Streaming
Arteta juga menegaskan bahwa Arsenal tidak sekadar mengejar permintaan maaf. Yang ingin diketahui klub adalah apakah keputusan penalti tersebut memang sudah tepat atau seharusnya diberikan dengan keputusan berbeda.
"Ini bukan tentang permintaan maaf. Ini hanya tentang menyepakati apakah keputusan tersebut seharusnya berbeda atau tidak," kata Arteta.
Di tengah kontroversi itu, Arsenal tetap melanjutkan perjalanan dengan catatan sempurna di awal musim. Kemenangan atas Sunderland menjadi kemenangan keempat dari empat pertandingan Premier League.
Perbandingan dengan Ferguson pun menjadi bumbu baru dalam perjalanan Arteta bersama Arsenal. Namun, sang manajer memilih tidak larut dalam label tersebut.
Baginya, menyuarakan pendapat, membela klub, dan terus memperbaiki permainan adalah bagian dari pekerjaannya, sembari tetap membuka kemungkinan bahwa dirinya bisa saja keliru.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 3Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 8KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 9Mikel Arteta Disebut Mulai Jadi “Ferguson” di Premier League, Responsnya Bikin Penasaran
- 10Cristiano Ronaldo Tetap Dipanggil Jorge Jesus, tapi Ada Syarat Tegas: Bintang Portugal Tak Dapat Keistimewaan









