Michael Carrick Masih Pimpin Manchester United, Xabi Alonso Justru Tertekan Jelang Duel Chelsea

AKURAT BANTEN - Michael Carrick ternyata masih mendapatkan kesempatan untuk memimpin Manchester United ketika menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris pada 31 Oktober pukul 19.30.
Situasi tersebut menjadi sesuatu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya oleh sang manajer.
Sebelumnya, Manchester United menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth ketika bermain di kandang sendiri, Old Trafford.
Setelah pertandingan, Carrick terlihat melambaikan tangan kepada para pendukung.
Baca Juga: Achraf Hakimi Cetak Hat-trick Perdana, PSG Hancurkan Le Havre 5-1 di Ligue 1
Banyak pihak memperkirakan dirinya akan kehilangan pekerjaan pada keesokan harinya setelah para petinggi Manchester United menggelar pertemuan darurat.
Namun, situasi di tubuh Manchester United justru semakin tidak menentu.
Klub tersebut bahkan belum mengambil keputusan untuk memecat Carrick.
Salah satu alasan yang muncul adalah belum adanya kesepakatan mengenai sosok pengganti yang akan mengambil alih kursi pelatih.
Ada pula kemungkinan bahwa tidak banyak kandidat yang bersedia menerima pekerjaan tersebut dalam situasi Manchester United saat ini.
Baca Juga: Vincent Kompany Absen Dampingi Bayern Munich Lawan Borussia Dortmund di Der Klassiker
Carrick akhirnya tetap harus menjalankan tugasnya meskipun masa depannya masih dipenuhi ketidakpastian.
Padahal, kiprahnya sebagai manajer utama sejak awal musim dinilai belum memberikan hasil memuaskan.
Kini, Carrick harus menghadapi pertandingan besar melawan Chelsea dengan kondisi tim yang masih belum stabil.
Namun, ada kemungkinan tekanan yang selama ini membebaninya justru mulai berkurang.
Carrick sudah mengetahui bahwa posisinya berada dalam ancaman dan pemecatan hanya tinggal menunggu waktu.
Ketika menggantikan Ruben Amorim, salah satu keputusan terbaik Carrick adalah meninggalkan pendekatan taktik yang terlalu rumit.
Ia memilih formasi dan gaya permainan yang lebih sederhana sehingga para pemain dapat menjalankan instruksi dengan lebih mudah.
Perubahan tersebut sempat membuat Manchester United tampil lebih lepas dan mampu meraih kemenangan tanpa kesulitan berarti.
Para pendukung Setan Merah kini berharap pendekatan sederhana tersebut kembali memberikan hasil positif ketika menghadapi Chelsea.
Di sisi lain, situasi berbeda justru dialami pelatih Chelsea, Xabi Alonso.
Berbeda dengan perjalanan kepelatihan Carrick yang belum terlalu menonjol, Alonso sebelumnya berhasil mencuri perhatian setelah menciptakan sejarah bersama Bayer Leverkusen.
Ia kemudian menangani Real Madrid sebelum mengambil alih Chelsea pada musim ini.
Alonso sempat dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di dunia sepak bola.
Reputasinya semakin meningkat seiring berkembangnya popularitas pelatih asal Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, perjalanan Alonso di Chelsea belum berjalan sesuai harapan.
Ia justru mulai menghadapi tekanan besar setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Menjelang pertandingan melawan Manchester United, sejumlah artikel di situs yang berkaitan dengan Chelsea menggambarkan laga tersebut sebagai pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan tuan rumah.
Bagi para pendukung Chelsea, kemenangan menjadi hasil yang wajib diperoleh Alonso.
Bahkan, muncul anggapan bahwa Chelsea seharusnya mampu mengalahkan Manchester United karena tim lawan masih ditangani Carrick.
Namun, situasi tersebut juga menyimpan risiko besar bagi Alonso.
Kekalahan dari Manchester United yang sedang mengalami masalah berpotensi semakin merusak reputasinya sebagai pelatih.
Terlepas dari perbandingan dengan Carrick, Alonso masih memiliki banyak pekerjaan rumah di Chelsea.
Catatan pertahanan menjadi salah satu masalah terbesar yang harus segera diselesaikan.
Hanya Ipswich dan Crystal Palace yang kebobolan lebih banyak gol dibandingkan Chelsea yang telah kemasukan 15 gol dalam delapan pertandingan.
Beberapa penampilan bek tengah Chelsea bahkan dinilai jauh dari standar klub besar.
Masalah lainnya adalah absennya penjaga gawang utama Emiliano Martinez akibat cedera serius.
Pekan sebelumnya juga menjadi periode buruk bagi Chelsea setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Mereka kalah dari Tottenham di kandang sendiri dan kemudian tersingkir dari Piala Liga setelah dikalahkan Liverpool.
Karena itu, kekalahan dari Manchester United akan menjadi pukulan besar bagi Alonso.
Terlebih, lawan yang dihadapinya sedang berada dalam situasi sulit dan belum menunjukkan kestabilan permainan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 6Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 7Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 8Bukan Sekadar Bus Baru, Uji Coba DAMRI di Serang Membuka Peluang Transportasi Masa Depan
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya








