Banten

Manchester City Terancam Pengurangan 50 Poin, Nasib Klub di Premier League Jadi Sorotan

Viona Sebastian Nolani | 30 Oktober 2026, 15:18 WIB
Manchester City Terancam Pengurangan 50 Poin, Nasib Klub di Premier League Jadi Sorotan
Stadion Manchester City - instagram/@mancity

AKURAT BANTEN - Manchester City berpotensi menghadapi hukuman berat berupa pengurangan 40 hingga 50 poin di Premier League apabila upaya banding mereka terkait dugaan pelanggaran finansial tidak berhasil.

Selain kehilangan poin dalam jumlah besar, klub berjuluk The Citizens tersebut juga dikabarkan berisiko menerima larangan transfer jangka panjang dan denda bernilai fantastis.

Football Insider melaporkan bahwa sejumlah sumber dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan pengelola Premier League memperkirakan Manchester City bisa mendapatkan hukuman pengurangan poin untuk satu musim.

Besaran sanksi yang berpotensi dijatuhkan diperkirakan mencapai 40-50 poin apabila klub gagal membatalkan keputusan komite independen.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Chelsea, Dibu Martínez Berpeluang Comeback Lebih Cepat Usai Cedera Rahang

Skenario tersebut menjadi salah satu kemungkinan paling serius sejak persoalan keuangan Manchester City mencuat ke publik.

Sebelumnya, komite independen menyatakan bahwa Manchester City terbukti melanggar 114 dari total 115 tuduhan terkait aturan finansial Premier League selama periode 2009 hingga 2018.

Dugaan pelanggaran tersebut mencakup penyampaian laporan keuangan yang tidak akurat, penyembunyian kondisi pendapatan dan pengeluaran, serta ketidakpatuhan terhadap kewajiban memberikan informasi kepada penyelenggara kompetisi.

Premier League juga menyoroti sejumlah kesepakatan sponsor yang dinilai tidak menggambarkan nilai transaksi sebenarnya dengan beberapa mitra komersial.

Kesepakatan tersebut diduga membuat pendapatan klub terlihat lebih besar sekaligus menekan angka pengeluaran.

Baca Juga: BGN Wajibkan 21 Ribu SPPG Perbarui SPK, Kejagung Kini Bisa Akses Data Program MBG

Sponsor yang dipermasalahkan juga disebut memiliki keterkaitan dengan mekanisme pendanaan dari Abu Dhabi.

Dugaan tersebut berkaitan dengan tambahan sumber daya finansial yang diterima Manchester City selama sembilan musim dalam periode penyelidikan.

Di sisi lain, Manchester City secara konsisten membantah seluruh tuduhan pelanggaran tersebut.

Klub juga telah mengajukan banding secara resmi terhadap keputusan komite independen.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada awal Oktober, Manchester City menilai keputusan tersebut mengandung kesalahan serius dari sisi hukum, prinsip, dan fakta.

Mereka juga mengklaim mempunyai bukti kuat untuk mendukung pembelaan klub.

Football Insider menyebut pengurangan 40-50 poin dalam satu musim dinilai lebih memungkinkan dibandingkan hukuman yang dibagi ke beberapa musim kompetisi.

Skema tersebut berpotensi membuat Manchester City menerima konsekuensi besar dalam satu periode pertandingan, bukan menghadapi pengurangan poin secara bertahap selama beberapa musim.

Apabila benar-benar diterapkan, hukuman tersebut bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi Manchester City di Premier League.

Klub yang selama ini menjadi salah satu kandidat juara berpotensi langsung terlempar dari persaingan papan atas, bahkan menghadapi ancaman degradasi.

Sebagai perbandingan, Everton pernah menerima pengurangan 10 poin pada pertengahan musim 2023-2024 akibat pelanggaran aturan Profit and Sustainability (PSR).

Setelah mengajukan banding, hukuman tersebut kemudian dipangkas menjadi enam poin dan Everton akhirnya berhasil bertahan di Premier League.

Namun, potensi pengurangan 40-50 poin bagi Manchester City akan menghadirkan persoalan yang jauh lebih berat.

Selain sanksi poin, Manchester City juga diperkirakan berisiko mendapatkan larangan transfer dalam jangka panjang serta denda dalam jumlah besar.

Jika ketiga hukuman tersebut dijatuhkan secara bersamaan, dampaknya tidak hanya mengganggu persaingan gelar musim ini, tetapi juga memengaruhi rencana pembangunan skuad untuk musim berikutnya.

Hingga kini, jadwal pengumuman keputusan akhir masih belum dapat dipastikan.

Berdasarkan aturan Premier League, proses banding diharapkan rampung dalam waktu 12 minggu dengan sekitar 30 hari tambahan untuk mengumumkan hasilnya.

Dengan perkiraan tersebut, penyelesaian kasus berpotensi berlangsung pada akhir Januari 2027.

Namun, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire dari Liverpool Business School menilai proses tersebut kemungkinan tidak akan berjalan secepat perkiraan.

Ia memperkirakan perselisihan Manchester City dengan Premier League bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Salah satu kendala yang berpotensi memperlambat proses tersebut adalah kesulitan mengatur jadwal pertemuan para pengacara yang terlibat.

Menurut Football Insider, Premier League berharap persoalan ini dapat diselesaikan sebelum musim 2026-2027 berakhir.

Sejumlah klub peserta Premier League dikabarkan khawatir bahwa ketidakpastian hukuman Manchester City dapat memengaruhi persaingan gelar dan perebutan tiket kompetisi Eropa.

Sementara itu, Manchester City disebut siap menggunakan seluruh jalur hukum untuk mempertahankan posisinya.

Setelah proses banding, klub masih berpeluang membawa perselisihan tersebut kepada pihak arbitrase apabila merasa proses yang berjalan tidak adil.

Langkah hukum berikutnya bahkan dapat berlanjut hingga Pengadilan Tinggi.

Kieran Maguire memperkirakan Manchester City tengah bersiap menghadapi proses hukum yang panjang dan membutuhkan biaya besar.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan di antara klub-klub Premier League, terutama karena tim dengan sumber daya terbatas mungkin keberatan menanggung tambahan biaya hukum.

Di tengah kontroversi tersebut, Manchester City tetap berusaha menjaga fokus terhadap pertandingan di bawah arahan manajer Enzo Maresca.

Pelatih asal Italia itu menyatakan kepercayaannya terhadap jajaran manajemen dan pemilik klub.

Ia juga meminta para pemain tetap menjaga profesionalisme dan berkonsentrasi pada performa di lapangan.

Dengan demikian, masa depan Manchester City di Premier League masih sangat bergantung pada hasil proses hukum yang sedang berlangsung.

Ancaman pengurangan 40-50 poin sejauh ini masih berupa prediksi dan belum menjadi keputusan hukuman resmi.

Namun, apabila skenario tersebut benar-benar terjadi, perjalanan Manchester City pada musim ini bisa berubah secara drastis.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.