Heboh! KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus Serentak, Ada Apa di Balik Kasusnya?

AKURAT BANTEN— Suasana tenang di Kota Kretek mendadak gempar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan mengguncang wilayah Kudus, Jawa Tengah, lewat operasi senyap yang menyasar dua titik krusial sekaligus: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus dan kantor korporasi rokok raksasa PT Djarum, Rabu (28/10/2026).
Puluhan penyidik berbaju rompi khusus tampak hilir mudik menyisir sejumlah ruang penting sejak pagi hari.
Penggeledahan serentak ini sontak memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat: ada apa di balik pusaran kasus yang menyeret instansi kepabeanan dan raksasa industri tembakau ini?
KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait bea dan cukai, dengan menerbitkan sprindik baru per Oktober 2026, tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan resmi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Baca Juga: 13 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
Menguak Konstruksi Perkara: Mengapa Kudus Menjadi Sasaran?
Langkah penyidik KPK mendatangi Kudus bukan tanpa alasan. Berdasarkan penelusuran, penggeledahan ini merupakan bagian dari rantai panjang pengembangan penyidikan kasus korupsi dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang selama beberapa waktu terakhir terus dikuliti lembaga antirasuah.
Sebelumnya, kasus rasuah kepabeanan ini telah menjerat sejumlah nama penting di jajaran birokrasi, di antaranya:
Rizal (Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat)
Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen Bea Cukai)
Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Penindakan II Bea Cukai)
Gatot Heroe Hernanda (Kepala KPP Kediri)
Serta sejumlah pihak swasta yang bergerak di sektor logistik dan ekspor-impor.
Dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru per Oktober 2026, KPK bergerak cepat memburu barang bukti elektronik serta dokumen penting guna merangkai kembali aliran dana dan modus operandi yang diduga melibatkan jaringan lintas sektor.
Sikap Manajemen dan Reaksi Publik
Hingga berita ini diturunkan, jalannya penggeledahan di lapangan berlangsung tertutup dari sorotan media secara langsung.
Pihak manajemen PT Djarum melalui Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di kantor mereka.
Meski demikian, publik nasional kini menaruh perhatian penuh pada perkembangan kasus ini. Keberanian KPK membongkar dugaan praktik culas di sektor penerimaan negara—terutama yang bersentuhan langsung dengan industri strategis—menjadi ujian taring penegakan hukum di era kepemimpinan saat ini.
Langkah tegas ini membuktikan bahwa penegakan hukum tidak mengenal pandang bulu, menyasar siapa saja yang terindikasi menciderai integritas keuangan negara, ujar salah seorang pengamat hukum tata negara menanggapi masifnya operasi KPK di daerah.
Babak Baru Penegakan Hukum
Operasi di Kudus menjadi sinyal kuat bahwa KPK belum selesai membersihkan korupsi di sektor kepabeanan.
Pertanyaan besarnya kini: siapa saja aktor lain yang akan terseret seiring tuntasnya analisis terhadap dokumen-dokumen yang disita dari Kantor Bea Cukai dan PT Djarum?
Publik tentu menunggu babak persidangan dan pengumuman resmi lanjutan dari Gedung Merah Putih.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Tak Bisa Lari Lagi! KPK Garong Pejabat BBPJN Sumut Dicky Erlangga Usai Mangkir dari Pemeriksaan
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa








