BREAKING NEWS! Jenazah Kru Kapal yang Bawa 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Ditemukan, Identitas Terungkap

AKURAT BANTEN— Titik terang akhirnya muncul dalam misteri hilangnya lima jurnalis bersama tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang sebelumnya hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Satu jenazah yang ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai salah satu kru kapal yang hingga kini masih menjadi bagian dari pencarian.
Jenazah tersebut diketahui bernama Surakman atau Sukarman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1.
Identitas itu terungkap setelah dilakukan pencocokan DNA dengan data keluarga. Kabar tersebut menjadi perkembangan terbaru yang kembali membuka perhatian terhadap nasib rombongan yang hilang di perairan Selat Sunda.
Satu nama akhirnya terjawab. Namun, misteri Arupadhatu 1 belum berakhir karena tujuh orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Baca Juga: 4 Tahun Sembunyi di Tegal, Pelarian Terpidana Penipuan Asal Tangerang Berakhir di Lapas
Jenazah Ditemukan di Pulau Enggano
Sebelumnya, sesosok jenazah pria tanpa identitas ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan forensik dan proses identifikasi.
Pada tahap awal, hasil pencocokan DNA belum dapat memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari rombongan Arupadhatu 1.
Tim DVI kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan membandingkan sampel DNA jenazah dengan data keluarga korban.
Kini hasil pemeriksaan tersebut memberikan jawaban.
Jenazah yang sebelumnya belum diketahui identitasnya itu dinyatakan cocok dengan data keluarga Surakman/Sukarman, ABK Arupadhatu 1.
Baca Juga: Serunya PINK POP di Living World Alam Sutera, Ada Fuggler, Kids DJ hingga Hadiah Rp650 Juta
Berangkat untuk Liputan Anak Krakatau
Surakman merupakan bagian dari rombongan yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026.
Kapal tersebut membawa delapan orang.
Lima di antaranya merupakan jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Rombongan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun perjalanan tersebut tidak pernah sampai pada tujuan.
Baca Juga: Roblox Disorot soal Keamanan Anak, Meutya Hafid Sampaikan Tuntutan Pemerintah
Kontak Terputus Setelah Berangkat
Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.
Tidak lama kemudian, komunikasi dengan rombongan terputus.
Sekitar pukul 15.04 WIB, keberadaan Arupadhatu 1 dan delapan orang di dalamnya tidak lagi dapat diketahui.
Sejak saat itu, pencarian besar-besaran dilakukan.
Tim SAR gabungan menyisir berbagai wilayah perairan di sekitar Selat Sunda, termasuk kawasan yang mengarah ke Gunung Anak Krakatau dan sejumlah pulau di sekitarnya.
Namun, pencarian selama berhari-hari belum menemukan kapal maupun para penumpangnya.
Baca Juga: Nomor Porsi Haji di Jawa Timur Diduga Disalahgunakan, Kemenhaj Turun Tangan
10 Hari Dicari, Kapal Tak Kunjung Ditemukan
Operasi SAR gabungan berlangsung selama 10 hari.
Berbagai unsur dikerahkan untuk menemukan Arupadhatu 1 dan delapan orang yang berada di dalamnya.
Namun hingga operasi resmi dihentikan pada 17 September 2026, keberadaan kapal belum ditemukan. ANTARA melaporkan tidak ada tanda keberadaan kapal maupun delapan orang tersebut selama operasi pencarian.
Penghentian operasi tersebut tentu tidak serta-merta menghapus pertanyaan besar yang masih tersisa.
Sebab, keluarga dan rekan-rekan para korban masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka.
Bahkan setelah operasi SAR resmi dihentikan, pencarian mandiri terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dilakukan oleh sejumlah pihak.
Baca Juga: Masih Ada 2 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Ungkap Kondisinya
Satu Jenazah Teridentifikasi, Tujuh Orang Masih Dicari
Penemuan dan identifikasi Surakman menjadi perkembangan penting dalam kasus ini.
Namun, kabar tersebut sekaligus menegaskan bahwa misteri Arupadhatu 1 masih jauh dari selesai.
Dari delapan orang yang berada dalam kapal, baru satu korban yang identitasnya berhasil dipastikan melalui pencocokan DNA.
Sementara tujuh lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Mereka adalah Warta, Heriyanto, M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni.
Kondisi tersebut membuat perhatian kembali tertuju pada perairan Selat Sunda serta wilayah yang diduga berkaitan dengan perjalanan terakhir Arupadhatu 1.
Baca Juga: BPIH Haji 2027 Bisa Turun? Kemenhaj Buka Opsi Ganti Maskapai Penerbangan
Kabar yang Mengubah Pencarian
Teridentifikasinya Surakman memberikan satu jawaban bagi keluarga yang selama hampir tiga pekan menunggu kepastian.
Namun di sisi lain, masih ada tujuh nama yang belum mendapatkan jawaban.
Perjalanan delapan orang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 yang awalnya merupakan tugas peliputan berubah menjadi tragedi.
Kini, satu bagian dari teka-teki itu mulai terungkap.
Surakman telah ditemukan dan identitasnya dipastikan.
Tetapi pertanyaan terbesar masih menggantung:
Di mana Arupadhatu 1 dan bagaimana nasib tujuh orang lainnya?
Pencarian serta informasi baru dari masyarakat dan pihak terkait menjadi sangat penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi setelah kontak terakhir kapal tersebut.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Roblox Disorot soal Keamanan Anak, Meutya Hafid Sampaikan Tuntutan Pemerintah
- 10Nomor Porsi Haji di Jawa Timur Diduga Disalahgunakan, Kemenhaj Turun Tangan







