Banten

Masih Ada 2 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Ungkap Kondisinya

Viona Sebastian Nolani | 23 September 2026, 11:43 WIB
Masih Ada 2 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Ungkap Kondisinya
Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Terus Pantau Kondisinya - haji.go.id

AKURAT BANTEN - Pelaksanaan ibadah haji 2026 memang telah selesai, tetapi perhatian terhadap kondisi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi masih terus dilakukan.

Kementerian Haji dan Umrah hingga kini masih memantau dua jemaah haji Indonesia yang belum dapat kembali ke Tanah Air karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, mengatakan kondisi kedua jemaah tersebut terus dipantau oleh pihaknya.

Keduanya masih memperoleh perawatan medis setelah mengalami masalah kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Baca Juga: BPIH Haji 2027 Bisa Turun? Kemenhaj Buka Opsi Ganti Maskapai Penerbangan

“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang masih di rawat di Arab Saudi, satu di rawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jemaah lagi di rawaat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,” ujar Dani.

“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,” ujar Dani saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Dani menjelaskan, dua jemaah haji Indonesia tersebut masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang.

Jumlah jemaah yang masih membutuhkan perawatan medis saat ini sudah jauh berkurang dibandingkan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

Baca Juga: Teknologi Gasifikasi Sampah Jadi Energi Dikembangkan, Emisi Bisa Dipangkas hingga 90 Persen

Pada periode awal setelah ibadah haji, sekitar 60 jemaah haji Indonesia masih tercatat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Arab Saudi.

Kini, jumlah tersebut telah berkurang drastis dan hanya menyisakan dua jemaah yang masih mendapatkan penanganan medis.

“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.

Dani mengungkapkan, jemaah haji Indonesia yang sempat menjalani perawatan di Arab Saudi mengalami beragam gangguan kesehatan.

Beberapa di antaranya merupakan penyakit serius seperti serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, hingga infeksi paru.

Menurut Dani, kondisi kesehatan tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Jemaah haji harus menjalani berbagai aktivitas fisik yang cukup berat sekaligus beradaptasi dengan kondisi lingkungan Arab Saudi yang berbeda dari Indonesia.

Atas pertimbangan tersebut, faktor kesehatan akan kembali menjadi perhatian dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Dani menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah akan memberikan perhatian lebih terhadap istithaah kesehatan jemaah dalam penyelenggaraan haji 2027.

Kemampuan fisik dan kondisi kesehatan jemaah menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan aman dan optimal.

“Kami berharap kepada jemaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa karakteristik lingkungan Arab Saudi berbeda dengan kondisi yang biasa dihadapi masyarakat Indonesia.

Perbedaan suhu dan cuaca, aktivitas fisik yang padat, serta kepadatan jemaah dapat menjadi tantangan bagi kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji.

“Menjaga kesehatan itu penting, karena kondisi alam antara di Indonesia dan di Arab Saudi itu berbeda,” katanya.

Dani menekankan bahwa persiapan kesehatan sebaiknya tidak baru dilakukan ketika jemaah akan berangkat ke Arab Saudi.

Jemaah perlu menjaga kondisi tubuh sejak masih berada di Indonesia dan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) dengan serius.

Kondisi tubuh yang sehat sejak dari Tanah Air diharapkan membantu jemaah memenuhi persyaratan istithaah kesehatan sekaligus lebih siap menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

“Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” pungkas Dani.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.