Tiba di Tanjung Priok, Giuseppe Garibaldi Bersiap Jadi KRI Sriwijaya dengan Misi Baru

AKURAT BANTEN - Kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia (Marina Militare) yang telah dipensiunkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat menjadi momentum penting bagi perkembangan kekuatan Angkatan Laut Indonesia yang kini semakin berorientasi ke luar.
Kapal tersebut dijadwalkan resmi dialihkan kepada Indonesia pada 24 September dan akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.
Dengan pengoperasian kapal ini, Indonesia akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk setelah Thailand yang mengoperasikan HTMS Chakri Naruebet.
Thailand telah menggunakan kapal induk berbobot sekitar 11.000 ton tersebut sejak 1997.
Baca Juga: Indonesia Usulkan 3 Pilar Kerja Sama AI di ASEAN, Ada Strategi Besar di Baliknya
Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Muhammad Ali, sebelumnya beberapa kali menyampaikan bahwa kapal yang secara resmi dikategorikan sebagai kapal penjelajah pengangkut pesawat itu akan lebih banyak digunakan untuk operasi militer selain perang atau MOOTW.
Salah satu fokus utamanya adalah menjalankan misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau HADR.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto pada 7 September menyebut kapal tersebut akan dimanfaatkan sebagai kapal induk helikopter untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran.
“[Kapal induk] akan direnovasi; kita akan mengubahnya menjadi kapal induk helikopter dan juga untuk drone,” kata Prabowo dalam rapat mitigasi bencana pada 7 September.
Baca Juga: BRIN Bidik Boiler Berbahan Bakar 100 Persen Tandan Kosong Kelapa Sawit, Ini Teknologinya
Menurut Prabowo, keberadaan helikopter yang lebih dekat dengan lokasi kebakaran dapat mempercepat penanganan bencana.
Ia juga meminta lebih banyak pesawat disiapkan untuk menjalankan operasi pengeboman air serta mendukung modifikasi cuaca.
Pemerintahan Prabowo sebelumnya mendapat kritik terkait respons terhadap kebakaran hutan dan sejumlah bencana alam yang dinilai lambat, sementara perhatian anggaran juga banyak diarahkan pada program makanan bergizi gratis.
ITS Giuseppe Garibaldi memiliki bobot sekitar 14.000 ton dan pertama kali diluncurkan pada 11 Juni 1983.
Kapal tersebut menjalani sejumlah pengujian sebelum resmi masuk dinas pada 30 September 1985.
Setelah menjalankan tugas selama 39 tahun, kapal yang secara resmi berstatus kapal penjelajah pengangkut pesawat itu akhirnya dinonaktifkan pada 1 Oktober 2024.
Dek atas kapal yang memiliki permukaan luas mampu menampung hingga enam helikopter dalam waktu bersamaan.
Sebanyak 12 helikopter juga dapat ditempatkan di hanggar yang berada di bawah dek.
Kemampuan tersebut menjadi peningkatan dibandingkan kapal dok platform pendaratan atau LPD Indonesia yang saat ini umumnya hanya mampu membawa sekitar dua hingga tiga helikopter.
Kapasitas yang lebih besar tersebut dapat membantu meningkatkan kecepatan sekaligus volume bantuan yang dikirimkan menuju wilayah terdampak bencana.
Angkatan Laut Indonesia telah mengirimkan 100 personel ke Italia untuk mengikuti pelatihan terkait pengoperasian kapal tersebut.
Para personel itu juga mendapatkan kesempatan menjalankan tugas di kapal induk di bawah pengawasan Angkatan Laut Indonesia sebagai bagian dari program pelatihan.
Saat masih bertugas di Italia, kapal tersebut membutuhkan sekitar 500 awak kapal, sekitar 200 personel sayap udara, serta 100 personel untuk komando dan kendali.
Dengan komposisi tersebut, total kebutuhan personelnya mencapai sekitar 800 orang ketika kapal beroperasi penuh.
Juru bicara kepala Angkatan Laut Indonesia, Komodor Tunggul, menjelaskan bahwa personel tambahan kini dipersiapkan untuk menjadi awak kapal sekaligus personel sayap udara.
“Saat ini, seluruh personel sedang menjalani pelatihan di bawah naungan Komando Pelatihan Komando Armada Pertama (Koarmada),” ujarnya.
“Angkatan Laut juga telah melakukan pelatihan pengenalan kapal di Sayap Udara Kedua Pusat Penerbangan Angkatan Laut [Puspenerbal] dan di atas kapal KRI Makassar-590.”
Untuk mendukung proses tersebut, Angkatan Laut Indonesia membuat maket dek pendaratan ITS Giuseppe Garibaldi di Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Maket tersebut digunakan sebagai bagian dari persiapan dan simulasi bagi personel yang nantinya akan mengoperasikan kapal.
KRI Makassar memiliki dua titik pendaratan helikopter serta kemampuan membawa tiga helikopter di dalam hanggar.
Tunggul mengatakan pelatihan juga melibatkan helikopter milik Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Udara Indonesia melalui latihan gabungan tiga matra.
Latihan tersebut dilakukan menjelang Parade Angkatan Laut yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober.
Dosen hubungan internasional Universitas Binus, Tangguh Chairil, mengatakan Angkatan Laut perlu memastikan kesiapan kapal untuk menjalankan misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana atau HADR.
Menurutnya, kesiapan itu tidak hanya berkaitan dengan kapal, tetapi juga mencakup aset dan infrastruktur pendukung.
“Sebagai contoh, untuk kebakaran hutan, kita harus menentukan helikopter mana yang dapat digunakan untuk misi pengeboman air dan helikopter mana yang dapat diangkut dari kapal induk,” katanya kepada Post pada hari Minggu.
“Sayangnya, sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi tidak memiliki dek sumur, seperti kapal serbu amfibi, yang dapat membawa kapal pendaratan untuk misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (HADR).”
Sebagian besar kapal induk memang tidak dilengkapi dek sumur, sedangkan kapal dok helikopter pendaratan atau LHD memiliki fasilitas tersebut.
Contohnya adalah kapal kelas Mistral milik Prancis dan kapal Trieste yang dioperasikan Italia.
Setelah seluruh sistem persenjataan dilepas oleh Italia, Indonesia perlu menyiapkan anggaran tambahan apabila kapal tersebut akan dipersenjatai kembali.
Persenjataan yang dapat dipertimbangkan mencakup meriam laut, senapan mesin berat, rudal udara-ke-udara, rudal antikapal, torpedo antikapal selam, hingga bom kedalaman.
Indonesia juga kemungkinan perlu melakukan pembaruan terhadap sejumlah sensor dan sistem kapal, termasuk sistem manajemen pertempuran atau CMS.
“Dalam hal persenjataan, sistem navigasi, radar, sensor, dan CMS, kita harus mempelajarinya lebih lanjut, dan masalah ini akan diputuskan di tingkat Kementerian Pertahanan,” kata Tunggul.
Mengenai aset yang nantinya ditempatkan di kapal, Tunggul menyebut kapal tersebut akan digunakan sebagai pangkalan bagi drone dan helikopter sesuai arahan presiden.
Indonesia sendiri telah membeli sejumlah kendaraan udara tanpa awak atau UAV asal Turki.
Pesanan tersebut mencakup 12 unit Anka produksi Turkish Aerospace Industries dan 60 unit Bayraktar TB-3.
Angkatan Laut Turki sebelumnya membangun TCG Anadolu berbobot sekitar 24.000 ton yang disebut sebagai kapal induk UAV khusus pertama di dunia.
Bayraktar TB-3 juga telah melakukan penerbangan pertamanya dari kapal tersebut pada 18 Februari.
Selain itu, Kementerian Pertahanan telah menandatangani Surat Pernyataan Niat atau Letter of Intent (LoI) dengan Leonardo dari Italia dan perusahaan perantara senjata PT ESystem Solution untuk pengadaan helikopter multiguna menengah AW149 bagi Angkatan Laut Indonesia.
Karena LoI tersebut belum berubah menjadi kontrak yang mengikat, waktu pengiriman helikopter AW149 ke Indonesia masih belum dapat dipastikan.
Dalam pengadaan pertahanan, proses dari LoI menuju kontrak umumnya dapat membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 9Mourinho Bawa 2 Foto ke Konferensi Pers, Ada Apa dengan Laga Real Madrid vs Atletico?
- 10Michael Carrick di Ujung Tanduk? Manchester United Kembali Gagal Menang di Liga Premier








